Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
29. Pergi Refreshing


__ADS_3

Zayn datang ke ruangan Alina.


kebetulan pada hari ini ia tidak memeriksa begitu banyak pasien, sedangkan Alina masih memeriksa antara dua pasien lagi.


sehingga untuk mempercepat pekerjaan Alina, Zayn membantu Alina dengan melayani pemeriksaan satu pasien nya lagi.


Tak berselang lama, tepat pada waktu jam istirahat tidak ada pasien yang harus mereka layani.


"Zayn, terima kasih sudah membantu salah satu pasienku." Ucap Alina


"Sama-sama.itu hanya kebetulan saja karena pekerjaan ku sudah selesai, aku berinisiatif untuk datang ke ruangan mu." Ujar Zayn


"Oh iya, aku minta kau tidak perlu bekerja lagi."


"Apa? kenapa Zayn? Apa kau memecat ku, tolong berikan alasannya. Kesalahan apa yang aku perbuat."


"Paman, kenapa paman memecat ibuku?" Sela Ivan yang mendengar percakapan mereka


Zayn hanya Tertawa.


"Siapa yang akan memecat mu? Jika aku memecat mu, bisa saja pasien mu menyerang diriku. Dan mereka berusaha mencari di rumah sakit mana kau bekerja, agar bisa diperiksa oleh mu."


"Lalu, kenapa kau memintaku untuk tidak bekerja lagi?"

__ADS_1


"Maksudku, untuk hari ini kita bekerja sampai siang saja." Jelas Zayn


"Oh, aku kira kau memecat ku. Jika kau benar-benar memecat ku, bagaimana aku bisa memanfaatkan gelar ku." Jawab Alina yang sudah tenang


"Kita akan pergi siang ini." Ujar Zayn


"Zayn, kau tahu bukan. Jika saat ini Ivan tidak dapat aku tinggal, dia sangat membutuhkan ku. Aku tidak ingin pergi bersama mu dan melupakan seorang anak yang sedang terluka."


"Lagi-lagi kau salah paham. Siapa yang mengatakan bahwa hanya kau dan aku yang akan pergi hari ini."


"Jadi, maksud mu kau ingin aku dan Ivan pergi denganmu." Tanya Alina


"Iya. Setelah melihat kesedihan Ivan, sepertinya dia membutuhkan refreshing. Aku pikir akan baik untuk anak se-usia Ivan dengan mengajaknya ke taman hiburan. Jadi, bagaimana jika kita luangkan waktu kerja kita untuk Ivan?"


"Yeay, Taman Hiburan." Senang Ivan yang mendengarkan pembicaraan mereka


"Baiklah, Ivan ayo kita pergi ke Taman Hiburan. Kau pasti sudah lama bukan tidak pergi berlibur." Tanya Zayn sambil berlutut pada Ivan karena masih memiliki tinggi badan yang pendek


"Benarkah, Paman. Paman benar-benar ingin mengajakku ke taman Hiburan?"


"Iya, ayo kita pergi sama-sama dengan ibumu."


"Baiklah, Ayo. Aku tidak sabar ingin menaiki biang Lala." Ucap Ivan kegirangan

__ADS_1


Zayn dan Alina pun menuntun Ivan bersama-sama layaknya seorang pasangan yang sudah memiliki seorang anak. Sehingga semua mata tertuju pada mereka karena menggandeng seorang anak kecil, mereka bertanya-tanya siapa anak kecil yang digandeng oleh mereka.


"Apakah dr.Alina dan dr.Zayn melakukan pernikahan secara diam-diam? anak siapa yang digandeng oleh mereka?" Tanya suster 1 pada suster 2 dan 3 yang sedang berjalan di koridor


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu sejak kapan dr.Zayn menikah bukankah ia masih lajang. Kemungkinan besar dr.Alina sudah menikah dan memiliki seorang anak dari pernikahan sebelumnya." Jawab suster 2


"Tapi sesuai berita yang beredar, dr.Alina sama sekali belum menikah. Namun, anak kecil yang bersamanya adalah anak yang dr.Alina selamatkan pada tragedi tenggelamnya anak itu. Mungkin hubungan baik tetap terjalin pada mereka sampai sekarang, berkat dr.Alina sudah menolongnya." Jelas suster 3


"Mungkin saja, aku harap dr.Zayn tidak memutuskan untuk menikah apalagi sampai memiliki seorang anak." Ujar Suster 1


"Memangnya kenapa jika dr.Zayn menikah? apakah hal itu akan menjadi hal buruk bagimu, lagipula usia dr.Zayn sudah pantas untuk menikah. Jika dia menemukan wanita yang pantas untuk dirinya mengapa tidak." Ujar Suster 2


"Karena wanita yang pantas itu adalah aku, aku harap aku bisa menikah dengan dr.Zayn." Ujar Suster 1 dengan berharap dan dengan senang mengatakan hal itu


2 Suster lainnya meledek suster 1, mereka berdua bersorak meledek atas keinginan teman se-rekannya.


"Mana ingin dr.Zayn menikah denganmu.dr.Zayn pasti ingin menikah dengan seorang wanita yang cantik, pintar, dan sepadan dengannya." Jawab Suster 2


"Memangnya apa yang kurang dariku, kriteria yang ia inginkan semua ada pada diriku."


"Sudahlah lebih baik kita lanjutkan pekerjaan kita. Tidak ada gunanya menjelaskan sesuatu padanya, biarkan ia terlarut dalam khayalannya itu. Setelah dr.Zayn menikah dengan wanita lain, baru dia bisa sadar." Jelas suster 3


2 Suster itu pergi meninggalkan suster 1

__ADS_1


"Kalian jangan meledekku, kalian juga akan melihat dan rasakan nanti jika ternyata aku dan dr.Zayn benar-benar menikah."


Dua Suster itu menghiraukan temannya, mereka menahan tawa dari belakang.


__ADS_2