Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
30. Taman Hiburan


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama untuk sampai di taman Hiburan, akhirnya mereka sampai.


Ivan begitu senang, sampai ia terpana melihat Bianglala yang menjulang tinggi dan sedang berputar, ini adalah pertama kalinya lagi ia menginjakkan kaki ke tempat hiburan setelah ia kehilangan ibu dan kehilangan ayah yang sudah tidak memperdulikannya lagi.


Bak seorang tahanan yang sudah di penjara bertahun-tahun sampai pada akhirnya terbebas dari jeruji besi dan bisa menghirup udara segar.


"Ibu, apa ibu ingat? saat itu aku dan ayah menaiki Bianglala bersama namun, ibu tidak ikut bersama kami karena ibu takut dengan ketinggian dan kali ini kita pergi ke tempat yang sama. apakah ibu tidak akan menaiki biang lala itu lagi?" Ucap Ivan dengan kegirangan


"Apakah kau takut dengan ketinggian?" Tanya Zayn pada Alina


"I-iya, aku memang sangat takut dengan ketinggian.aku tidak tahu jika aku dan ibu Ivan memiliki ketakutan yang serupa." Jawab Alina


Zayn berpikir sejenak, "Hal yang wajar jika seseorang takut pada ketinggian, ketakutan terhadap suatu hal bukan hanya dapat di miliki oleh satu orang.semua orang di dunia ini pasti memiliki ketakutan yang serupa." bicara Zayn dalam hati yang sempat ada keganjalan dalam benaknya


"Tidak apa, kita akan menaiki yang lain." Ujar Zayn


"Iya Ibu, yang dikatakan paman Zayn benar, kita tidak akan menaiki itu. Kita akan menaiki wahana yang lain saja, aku tidak ingin jika ibu tidak ikut bersenang-senang dengan kami."


"Iya, Ivan. Kau memang anak yang baik, kau dapat mengerti keadaan semua orang di sekitar mu."


Mereka begitu sangat bahagia, mereka bermain dan menikmati kebersamaan.disisi lain orang dewasa yang berusaha membuat seorang anak kecil terhibur dan tidak kesepian, dan di sisi lain orang dewasa yang terbawa suasana hiburan hilangnya rasa letih di sela-sela pekerjaan.

__ADS_1


Mereka mencoba menaiki beberapa wahana yang tidak begitu ekstrim, bak seorang pasangan suami istri dan anak. Keharmonisan begitu terpancar seperti suasana keluarga bahagia dapat terlihat dari mereka yang menikmatinya dengan tawa dan candaan. Dari Komedi Putar, Bumper Car, wahana Alap-alap, Taman Bermain anak, Dan lain-lain, mereka menjajal taman hiburan di sana.


*


*


*


Di sisi lain, Di ruang kerja Arfan sedang kesakitan menahan sakit di kepalanya yang terasa pusing dan seperti ditusuk jarum sampai menyiksanya.


"Arrrghh... Apa yang terjadi denganku?"


"Tidak tahu, Kepalaku sangat sakit sekali." Ucap Arfan sudah tidak tahan lagi


Tak lama kemudian Nadine datang.


"Say---" Ucap Nadine terhenti karena keadaan di dalam begitu ricuh


"Arfan,,, Arfan apa yang terjadi padamu?" Menghampiri suaminya


"Nyonya, kita harus membawa Tuan ke rumah sakit." Ucap sekretaris

__ADS_1


"Tidak, tidak perlu... Kau pergi saja keluar, aku yakin suamiku akan baik-baik saja." Ucap Nadine menyadari sesuatu dan segera meminta sekretaris itu keluar


"Ta-tapi--"


"Aku perintahkan padamu untuk keluar! jika tidak akan ku pecat dirimu." Nadine membentak


"Ba-baik, Nyonya. Ampuni saya." Ucap sekretaris tersebut pergi keluar setelah mendapat ancaman


"Arfan, kau baik-baik saja.minumlah ini." Mengeluarkan botol berupa isi air minum


"Aku tidak ingin meminumnya." Ucap Ivan masih memegang kepalanya


"Kau harus meminumnya, Jika tidak kau akan terus kesakitan seperti ini." Ucap Nadine terus memaksa


Dengan meraih botol tersebut yang dipegang oleh Nadine, Arfan meminum air yang diberikan nadine. Beberapa legukan sampai setengah botol habis ia minum, Nadine kembali tersenyum devil menatap Arfan.


Seketika Keadaan Arfan mulai membaik namun, setelah kembali ke keadaan semula, ia sama sekali tidak mengingat apa yang sudah terjadi. Ia hanya merasakan jika kepalanya memang sakit, tapi ia tidak tahu apa penyebabnya.


Terima kasih sudah membaca.


Mohon dukungannya untuk karya author dengan meninggalkan jejak Like, Komen, dan Vote nya ya 🤗🙌

__ADS_1


__ADS_2