Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
28. Cabut Gigi


__ADS_3

"Aaaa...Sakit. Ibu rasanya sangat sakit, anak kecil itu berbohong!" Ucap Sienna dengan menangis saat gigi nya sudah dicabut


Ivan Hanya Tertawa


"Emm...Sienna, Rasa sakit yang dialami saat pencabutan gigi itu sangat wajar. Tapi rasa sakitnya tidak akan terlalu lama, sebentar lagi sakitnya akan hilang." Jelas Alina


"Apa yang dikatakan dokter benar, Nak. Jika Sienna merasakan rasa sakit, sakitnya akan hilang tidak lama." Kata ibunya


"Tapi anak kecil itu berbohong padaku, bu. Dia mengatakan jika rasanya tidak akan sakit tapi buktinya aku kesakitan."


"Itu karena kau saja bukan anak kuat, saat itu aku tidak merasa kesakitan karena ayahku bilang aku anak kuat." Jawab Ivan


"heh, anak kecil. Kau ini anak kecil, tapi kau bersikap seperti orang dewasa. Bahkan diusia mu yang masih kecil kau sudah berbohong, ketika kau besar nanti kau akan jadi apa?"


Terjadilah perdebatan antara mereka, ibu Sienna dan Alina hanya memperhatikan mereka sambil tertawa kecil. Dengan menganggap pertengkaran biasa dalam sebuah pertemanan yang berebut mainan


"Kau juga anak kecil. Kenapa terus memanggil ku dengan sebutan anak kecil, begitu saja kau sudah menangis, jika kau tidak kuat, jadi apa kau besar nanti?"

__ADS_1


"Karena itu memang rasanya sangat sakit. Memangnya anak kecil tidak boleh kesakitan?"


"Eh,,,sudah, sudah. Sampai kapan kalian akan bertengkar? Sienna, ibu tidak pernah mengajarkan mu seperti ini. Dokter sudah menjelaskan bukan rasanya sakitnya akan hilang tidak lama lagi, mungkin anak Bu Dokter sedang membantu ibunya agar kau ingin mencabut gigimu."


"Ibu kenapa kau malah membela dia? Ah ibu, kau sangat menyebalkan!" Pergi keluar dengan raut wajah masam


"Sienna!! Dokter, Terima Kasih atas bantuannya. Aku maupun ayahnya sudah bekerja keras membawa Sienna ke dokter untuk mencabut gigi, terkadang dia sendiri yang mengeluh tidak bisa memakan makanan yang disukai karena rasa sakitnya. Tapi setelah berada di sini dan pada akhirnya putramu yang bisa meyakinkan Sienna, dia ingin dicabut giginya walaupun pada akhirnya dia marah. Putramu sangat pintar Dokter, aku ucapkan Terima kasih pada kalian."


"Tidak perlu berterima kasih, Terkadang anak-anak ingin melakukan apa yang ia inginkan tanpa perintah dari orang lain.sebagai orang tua, sudah seharusnya kita mengikuti apa yang ia inginkan. Karena kebetulan ia bisa dibujuk apa salahnya kita melakukan apa yang kita inginkan demi kebaikannya."


Ivan langsung menatap Alina


"Iya, dia putraku." Jawab Alina tanpa ragu


"Saya tidak menyangka dokter sudah menikah, siapa suami dokter? Padahal banyak menjodohkan dokter, dengan dokter Zayn."


"Tentu saja dengan ayahku, bibi." Jawab Ivan menyela

__ADS_1


"Ibu, Ayo kita pulang." Teriak Sienna dari luar


"Sienna, sudah mengajak pulang.saya hampir lupa padanya. Baiklah dokter jika begitu saya permisi, selalu sukses Untuk dokter."


"Iya, Terima Kasih."


Ibu Sienna dan Sienna pulang


Alina menghampiri Ivan.


"Ivan, kerjamu bagus hari ini. Kau sudah bisa meyakinkan pasien ku, tapi jika ada pasien yang susah dibujuk carilah cara yang lain untuk bisa meyakinkan nya ya bukan dengan cara menjebak."


"Tapi, cabut gigi tidak benar-benar sakit ibu. Aku tidak berbohong."


"Baiklah, Anak ibu memang kuat. Dia tidak takut jika cabut gigi." Ramah Alina sambil mengelus lembut Kepala Ivan


Setelah itu, Alina melanjutkan pemeriksaan pada pasien lainnya.

__ADS_1


__ADS_2