Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
23. Terjatuh


__ADS_3

Saat sudah terjadi insiden Nadine terjatuh dari tangga, Arfan yang melihat Nadine sudah tergeletak di bawah tangga dengan keadaan mengenaskan, ia buru-buru menghampiri Nadine melewati Ivan yang masih mematung.


"Nadine... Nadine??" Panggil Arfan menepuk-nepuk pipi Nadine dengan khawatir


Dengan bersamaan semua orang pun terkejut melihat Nadine sudah tergeletak dengan tak sadarkan diri.


"Hahhh (keterkejutan semua orang didalam mansion sambil membuka mulutnya lebar)."


Dengan berani Ivan turun dan menghampiri semua orang dibawah.


Arfan melihat kelereng didekat tak jauh dari Nadine jatuh.


"A-ayah..." Bicara Ivan dengan gugup dan badan yg bergemetar


Seketika Arfan menatap Ivan dengan digik ngeri mata yang memerah dan raut wajah yang sudah menyimpan penuh amarah.


Entah kesetanan datang dari mana, Arfan bangkit dan menghampiri Ivan dengan penuh amarah. Ivan yang menatap ayahnya menakutkan mundur perlahan. Tapi Arfan menarik Ivan kuat membuat cengkraman tangan Arfan kesakitan oleh Ivan. Arfan menampar Ivan dengan sangat keras mungkin dapat didengar sampai keluar mansion tempat tinggal Arfan.


Membuat Ivan tersungkur dengan pipi yang membengkak dan darah keluar dari telinga.


Pak Aris dan Bi lastri yang melihat Tuan mudanya diperlakukan kasar oleh ayahnya, langsung menghampiri Ivan dan membantunya bangkit, mencoba melindungi Ivan.


"Dasar anak baj**gan aku tidak habis pikir dengan dirimu, kenapa kau lakukan ini pada ibu dan calon adikmu heh." Marah Arfan dengan suara tinggi


Ivan hanya menangis melihat ayahnya menyiksa dan memarahi dirinya lagi.


"Jika terjadi sesuatu pada istri dan anakku, aku tidak segan memenggal kepalamu." Ancam Arfan yang tidak berpikir jernih


Arfan pun menggendong Nadine ala bridal style untuk membawa Nadine ke rumah sakit besar.


Di rumah Ivan masih menangis sesenggukan sampai terbatuk-batuk.


"Tuan muda sudah jangan menangis,bi Lastri jadi ikutan sedih." Ucap Bu Lastri menangis tak bisa menyembunyikan kesedihannya


"Pak Aris antar aku mengikuti ayah ke rumah sakit, aku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada ayah." Ucap Ivan sambil menangis

__ADS_1


"Iya tuan muda ayo saya antarkan." Pak Aris dan Ivan pun pergi mengikuti Arfan dengan mengendarai mobil ke rumah sakit. Bu Lastri pun ikut untuk menemani. Tapi mereka tidak tahu ke rumah sakit mana Arfan membawa Nadine, tapi pak Aris yakin Arfan pasti ke rumah sakit besar yang sering ia kunjungi


Tak lama kemudian Arfan sampai di R.S Zaincare Medika.


Arfan memanggil-manggil suster untuk membantunya membawa Nadine.


Suster pun datang membawa brankard, lalu menyimpan Nadine di brankard itu dan mendorong nya untuk dimasukkan ke ruangĀ  ICU.


Kebetulan di koridor rumah sakit terdapat Zayn dan Alina yang sedang berjalan bersama tentunya mereka melihat Nadine yang sedang didorong. Tapi mereka tidak mengenali siapa itu, mereka terutama Alina menganggap itu hanya pasien rumah sakit ini yang dalam keadaan kritis.


"Kasihan sekali dia. Apalagi dia sedang hamil, suaminya pasti sangat khawatir dengan keadaan anak dan istrinya." Ucap Alina


Zayn yang mendengar nya menjawab.


"Iya sepertinya yang dialami wanita itu kecelakaan atau mungkin jatuh dari tangga." Jawab Zayn


"Bagaimana bisa kau tahu Zayn?"


"Aku hanya menebaknya saja." Ucap Zayn sambil tertawa kecil


"Sebaiknya tuan tunggu di luar saja biarkan dokter dan petugas kesehatan lainnya menangani pasien." Ucap salah satu suster


"Tolong selamatkan istri dan anak saya, suster." Ucap Arfan dengan gelisah


"Baik Tuan, Kami akan bekerja sekuat dan semampu kami. Untuk selebihnya serahkan pada yang di atas." Ucap suster itu lalu menutup pintu


Arfan pun menunggu di luar dengan frustasi.


Seorang resepsionis rumah sakit, menelepon Zayn untuk menangani seseorang yang kritis di Ruang Operasi.


Zayn pun mengangkat nya dan mereka saling bertelepon, lalu Zayn menutup telepon nya.


"Alina aku harus menangani pasien yang kritis diruang operasi mungkin pasien wanita hamil yang baru saja lewat tadi, resepsionis mengatakan jika semua dokter lain sedang tidak ada ditempat."


"Iya Zayn, semangat, selamatkan wanita itu dan juga bayi yang sedang dikandungnya." Jawab Alina

__ADS_1


Zayn langsung pergi meninggalkan Alina dan berganti pakaian baju operasi, lalu pergi keruang operasi tempat pasiennya itu untuk dilakukan tindakan.


Dengan segera Zayn menangani Nadine dibantu petugas kesehatan lainnya.


Kurang lebih 1 jam tindakan dan penanganan dokter Zayn keluar.


Arfan yang melihat dokter itu keluar lalu tergesa-gesa menghampiri Zayn dan menanyakan keadaan istri dan anaknya.


"Dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya." Tanya Arfan


"Istri anda baik-baik saja tuan dia sudah berhasil melewati masa kritis nya..." Bicara Zayn


Perasaan Arfan sedikit tenang tapi kembali gelisah karena ia mengingat janin yang akan menjadi calon anaknya.


"Apa semuanya baik-baik saja dokter? Bagaimana dengan bayi di kandungannya dan istriku."


"Syukurlah karena berkat yang maha kuasa. Istri sekaligus Bayi yang dikandungnya masih selamat!" Ucap dr. Zayn


"Huft... Syukurlah. Saya tidak tahu lagi bagaimana cara saya berterima kasih pada anda dokter?" Ucap Arfan sangat senang dan tenang


"Tidak perlu berterima kasih pada saya Tuan, berterima kasihlah pada yang di atas karena masih memberikan keselamatan untuk keluarga anda." Ucap Zayn sambil menepuk bahu Arfan lalu pergi meninggalkan Arfan


Para suster sudah memindahkan Nadine ke ruang rawat.


Tak lama kemudian Ivan, Pak Aris dan Bu Lastri datang menghampiri Arfan yang sedang menangis bahagia dan bersyukur.


"Ayah bagaimana keadaan ibu Nadine?" Tanya Ivan dengan sedikit ketakutan dalam dirinya


Arfan masih menghiraukan kedatangan Ivan.


Ivan pun memutuskan untuk menghampiri Arfan dan meletakkan tangannya di bahu ayahnya.


"A-ayah??" Dengan gemetar Ivan memberanikan diri


Sikap Arfan kembali tersulut emosi, ia tambah marah lali menghempas tubuh mungil Ivan sampai kepalanya terbentur ke tembok. Sudah ke tiga kalinya, Ivan diperlakukan kasar oleh Arfan sampai menyiksa tubuh kecil Ivan, yang masih penuh dengan luka yang belum sembuh sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2