Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
35. Datang Dalam Benak


__ADS_3

Setelah mendapatkan seorang pengacara, Alina, Zayn dan pengacara tersebut berusaha menjelaskan untuk diberikan keadilan kepada Ivan.


Selama 2 jam memberikan pengarahan, keputusan Pak polisi tidak bisa diganggu gugat. Dan tidak bisa dibebaskan oleh jaminan apapun.


Alina pun putus asa, tetapi zayn menguatkannya.


"Sebaiknya nyonya dan tuan pulang saja. Sekuat apapun penjelasan nyonya kepada saya, anak itu tetap bersalah dan proses sidang hukuman apa yang akan diberikan kepada anak itu akan dilaksanakan besok. Tapi saya memberikan kesempatan kepada anda, jika anda menemukan bukti bahwa putra anda tidak bersalah sebelum sidang dimulai pada pukul 11.00, maka putra anda akan saya bebaskan. Dan mencari siapa penjahat sesungguhnya." Ucap Pak polisi tegas


"Baik pak, saya akan berusaha dan membuktikan bahwa anak saya tidak bersalah." Ucap Alina yang kembali semangat dan penuh keyakinan Ivan dapat dibebaskan


Alina bersama Zayn dan pengacaranya keluar dari kantor polisi.


"Alina, apa kau yakin kita bisa mendapatkan bukti bahwa Ivan tidak bersalah?" Tanya Zayn


"Aku yakin zayn kau tenang saja. Aku memiliki cara agar ayahnya Ivan sendirilah yang membebaskan Ivan dan menarik kembali laporan pembunuhan palsu itu."


"Bagaimana caranya?" Tanya Zayn


"Maka dari itu aku butuh bantuan darimu."


"Aku pasti akan membantumu!" Balas Zayn


"Untuk saat ini aku mohon Zayn, kau tidak perlu ikut mencari bukti bersama ku, karena ini akan berpengaruh pada hatimu."


"Maksudmu apa Alina? Hatiku?"


"Iya Zayn. Aku tidak ingin jika kau membantuku saat ini."


"Sebenarnya apa yang kau rencanakan Alina?"


"Aku tidak bisa menjelaskannya padamu Zayn, tapi aku mohon kau harus mengerti. Aku tidak memiliki banyak waktu lagi."

__ADS_1


"Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian malam-malam seperti ini. Apalagi kau sedang tidak sehat seperti ini Alina."


"Aku mohon Zayn, kau harus percaya padaku. Aku akan baik-baik saja."


Setelah sekian menit Zayn bergelut dengan pikirannya. Akhirnya dengan terpaksa Zayn menuruti permintaan Alina untuk tidak mengikutinya dalam menjalankan rencananya yang sama sekali tidak diketahui Zayn.


"Baiklah, aku menuruti permintaanmu.tapi kau harus jaga dirimu baik-baik. Dan beri kabar aku jika kau ada dalam masalah."


"Iya Zayn. itu pasti, Terima Kasih. Jika begitu aku pergi sekarang. Pak pengacara kita bertemu kembali besok." Alina pun pamit dengan tergesa-gesa meninggalkan Zayn yang masih berdiam diri sekaligus mengkhawatirkannya


Di Rumah Sakit.


"Nadine, Makanlah terlebih dahulu. Sejak pagi kau belum makan, Jika kau tidak makan kesehatanmu akan tetap menurun." Kata Arfan dengan mengacungkan tangannya memegang sendok makanan di depan mulut Nadine untuk menyuapinya, tapi Nadine sama sekali tidak membuka mulutnya.


"Sudah ku katakan Arfan aku tidak ingin makan." Jawab Nadine


"Tapi kau harus tetap makan." Bujuk Arfan


Karena kesal Nadine malah menepis sendok dan mangkuk yang berisi makanannya itu sehingga pecahan mangkuk dan makanan itu berserakan di lantai.


"Aku mengerti. Tapi anak kita sudah tenang di sana. Kau tidak perlu mengurung dirimu dalam kesedihan seperti ini."


"Apa kau masih ingat istri pertama yang sangat kau cintai itu. Bukankah kau menangisi dia, dan terpuruk atas kepergiannya. Tapi kenapa sekarang kau tidak menangisi anakmu yang baru saja meninggal. Apa karena kau hanya menyayangi anakmu yang ada di dalam penjara itu?"


"Kenapa kau bisa memiliki pikiran itu terhadapku. Jika kau tahu aku sama hal nya denganmu. Tidak pernah terpikirkan olehku bahwa anakku akan pergi secepat ini tanpa menemui ayahnya sedetik saja."


"Hah, aku tidak percaya pada perkataanmu itu. Karena aku tahu, di dalam dirimu masih memikirkan keluarga pertamamu yang bahagia itu. Saat ini pasti kau membanding-bandingkan aku dengan istri mu yang sudah meninggal itu, bahwa aku tidak bisa melahirkan seorang anak yang selamat."


"Sudahlah, aku muak mendengar tuduhan mu itu padaku. Jika kau tidak percaya lagi padaku, aku terima, Dan yang jelas sama sekali tidak pernah aku memiliki prasangka buruk sesuai perkataan yang kau katakan padaku tadi."


"Baiklah. Sekarang juga kau keluar dari sini. Aku muak melihat wajahmu."

__ADS_1


Di dalam ruangan tempat Nadine di rawat.


Seseorang yang mengenakan jubah hitam datang dan masuk ke dalam ruangan Nadine.


Nadine yang menyadarinya pun langsung mengenali orang tersebut.


"Mbah!!" Suara keterkejutan Nadine dalam ruangan tersebut


"Kenapa kau bertindak sesuai keinginan mu? Apa yang kau lakukan akan merugikan mu hari ini."


"Apa maksudmu Mbah?" Tanya Nadine


"Seharusnya kau harus bersabar menghadapi suamimu. Bukankah kau sangat menginginkan dirinya. Kau datang memohon-mohon padaku untuk mendapatkan cinta dari pria itu. Tapi hari ini kau sendiri yang menghancurkan keinginanmu."


"Aku tidak mengerti maksudmu." Nadine sama sekali tidak mengerti maksud perkataan yang dilontarkan dengan penuh perumpamaan


Di luar rumah sakit.


Arfan sedang duduk di taman.


"Kenapa saat ini aku merasakan kehilangan sosok orang yang aku sayangi dan harus ku jaga. Sebenarnya apa yang terjadi padaku?" Seketika kepala Arfan terguncang


Dia merasakan sakit yang teramat dalam dengan pandangan yang kabur telinga yang berdenging dan tidak ada siapapun di sana.


Di dalam rasa sakitnya ia muncul sekilas ingatan-ingatannya yang mengingatkan betapa kejamnya ia pada anaknya sendiri, dan muncul seolah Alina sedang mengutuk dirinya.


Dia sampai terpingkal-pingkal mendengar gemaan perkataan dan ingatan yang bermunculan dalam otaknya.


"Arfan, kenapa kau menghukum anak kita dengan menahannya dalam sel penjara? bukankah kau sudah berjanji padaku akan menjaga Ivan sebaik mungkin." Itulah yang terdengar oleh Arfan dalam rasa sakitnya. Ia merasakan perkataan itu nyata didengar.


"Siapa kau? Pergi dariku dan jangan ganggu aku lagi." Berontak Arfan

__ADS_1


Suara itu masih terdengar seakan menghantui Arfan.


Di sela sakitnya Arfan mendapatkan memori ingatannya kembali, dan kembali menyadari bahwa dia sudah mempenjarakan putranya dan apa yang terjadi selama beberapa akhir kebelakang. Dan sepertinya guna-guna yang diterapkan Nadine pada Arfan sudah  menghilang.


__ADS_2