Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
36. Mendatangi Ku


__ADS_3

Di sela sakitnya Arfan mendapatkan memori ingatannya kembali, dan kembali menyadari bahwa dia sudah mempenjarakan putranya dan apa yang terjadi selama beberapa akhir kebelakang. Dan sepertinya guna-guna yang diterapkan Nadine pada Arfan sudah  menghilang.


"Ingatan kejadian apa yang muncul dalam memori ku tadi? Bagaimana bisa aku menikahi Nadine wanita murahan itu dan mempenjarakan putraku sendiri." Ucap Arfan yang tidak mengingat apapun apa yang terjadi padanya selama ini


Di sela kebingungannya, muncul sosok wanita cantik, putih dan tinggi dari kegelapan dengan memakai baju dress putih berjalan kearah Arfan.


Arfan yang menyadari seseorang berjalan menghampirinya, mendongakkan kepalanya. Wanita yang datang dari kegelapan tersebut berjalan dengan memancarkan cahaya terang membuat Arfan melihatnya dari kejauhan tidak bisa dengan jelas melihat wajah wanita tersebut. Karena wanita itu terus berjalan dan mendekat, Pada akhirnya wajahnya terpampang nyata dan Arfan bisa melihat dengan jelas.


Betapa terkejutnya ia menyadari bahwa wanita yang sedang berdiri dihadapannya adalah Alina istri yang sangat ia cintai.


"Alinaa!!" Pekik Arfan


Alina hanya terdiam dan mematung diri dengan raut wajah kecewa menatap Arfan.


Arfan pun bangkit dan menghampiri Alina dengan perasaan masih tidak menyangka.


"Kau benar Alina? Alina istriku?" Mencoba menyentuh wajah Alina dengan tangannya yang gemetar dan air matanya yang sedikit menetes


"Iya ini aku Alina. Istrimu!" mendengar sosok wanita nyata itu berbicara membuatnya gemetar


Arfan pun tersadar dan menepis dugaannya.

__ADS_1


"Tidak, Tidak mungkin. Kau bukan Alina, dia sudah meninggal 1 tahun lalu."


"Kenapa kau tidak percaya. Apa karena kau sudah mencintai istrimu yang baru saja kehilangan anaknya?"


"Aku tidak percaya karena tidak mungkin Alina yang sudah pergi lama, Kini kembali datang menemui diriku. Pasti saat ini aku sedang bermimpi." Arfan pun mencubit dan menampar dirinya sendiri supaya sadar dari kenyataan yang ia anggap mimpi


"Seberapa keras kau akan menampar dan mencubit dirimu sendiri. Kau tidak akan bisa lari dari kenyataan Arfan, kau tidak sedang bermimpi. Ini aku Alina, aku datang untuk menyelamatkan putraku yang kau siksa selama ini bahkan sekarang kau mempenjarakan putraku di dalam sel yang mengerikan dengan lantai dingin."


"Apa ini nyata? Apa benar kau Alina Kembali untuk menemui ku?"


"Iya, aku kecewa padamu. Di mana hati nurani mu sebagai seorang ayah yang harus melindungi anaknya."


"Aku minta maaf Alina. Apa yang aku lakukan selama ini, itu bukanlah diriku! bahkan sampai detik ini pun aku tidak mengerti kenapa bisa aku menikahi seseorang dan menyiksa putraku sendiri."


"Baiklah. Aku akan mengembalikan kepercayaan mu padaku dengan melepaskan Ivan dari penjara sekarang juga. Ikutlah denganku Alina, Ivan pasti senang melihat ibunya ternyata tidak pergi." Arfan menarik Alina, tapi Alina menahannya


"Tidak, Aku tidak bisa.kedatanganku kesini bukan untuk kembali bersamamu dan putra kita. Tapi untuk menyadarkan mu dari kesalahan, aku takut jika Ivan melihatku bersamamu semakin membuat Ivan berharap bahwa kita akan kembali bersama layaknya keluarga bahagia."


"Memang kita keluarga bahagia Alina. Kau, aku dan Ivan kita akan bersama kembali. Bukankah itu yang kau katakan tadi kau kembali untuk keluarga mu."


"Aku yakin kau sudah dewasa Arfan. Aku akan menjelaskan nya nanti setelah kau melepaskan Ivan dari penjara. Yang terpenting sekarang aku senang Ivan akan mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari ayahnya kembali."

__ADS_1


Arfan mengerutkan dahinya, dan masih belum mengerti apa yang dimaksud Alina padanya.


"Sebenarnya apa alasan mu pergi, Alina? Aku tidak mengerti akan hal ini. Kau dinyatakan meninggal dan tiba-tiba saja ada di sini. Tapi aku senang kau kembali Alina. Baiklah, aku akan melepaskan Ivan sekarang juga. Kau tunggu di sini ya." Arfan berlari dan melajukan mobilnya menuju kantor polisi


Alina yang masih tidak habis pikir dengan Arfan hanya menghela nafas panjang dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


Di koridor rumah sakit.


"Arfan... Arfan kau di mana?" Teriak Nadine yang mencari Arfan karena khawatir tentang nasibnya


"Mbah, di mana dia? Tolong bantu aku sekali ini saja, Mbah." Pinta Nadine pada seorang dukun yang membantu Nadine menjalankan keinginan nya yang sedari tadi mengikuti Nadine dari belakang


"Kau sudah hancur. Tidak akan ada kepercayaan lagi yang diberikan suamimu padamu. Karena dia sudah kembali." Balas Mbah itu


"Maksud Mbah?"


"Waktuku sudah habis. Tapi kewajibanmu kepadaku masih tetap berjalan. Kau harus segera membawakan bayi baru lahir kepadaku, atau tidak kau akan mendapatkan akibatnya." Setelah menyelesaikan pembicaraan seketika dukun tersebut menghilang secara tiba-tiba


"Mbah, tugasmu juga belum selesai. Kau harus mengembalikan suamiku ke keadaan yang semula." Teriak Nadine di koridor rumah sakit membuat suster menghampiri nya


"Permisi, maaf nyonya anda berbicara pada siapa? kenapa anda bisa ada di sini? masuklah anda masih perlu istirahat."

__ADS_1


"Aku sedang mencari suamiku." Jawab Nadine frustasi mencari Arfan


"Ini sudah malam. Sebaiknya anda istirahat, nyonya." Suster itu menuntun Nadine masuk kembali ke ruangannya dengan terpaksa ia menuruti suster itu


__ADS_2