Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
38. Terbongkar


__ADS_3

Keesokan Harinya~


Pagi hari Matahari mulai menampakkan cahaya sinarnya.


Terlihat Nadine sangat gelisah di dalam kamarnya, Ia bersimpuh di bawah lantai memohon pengampunan.


Plakkk...


Terdengar tamparan keras dari seisi mansion itu. Arfan tengah dirundung kobaran api merah yang membakar kesabarannya.


Arfan berdiri tegak menatap pintu luar, Mengusap wajahnya kasar. Nadine merasa tegang, dari pori-pori tubuhnya keluar keringat jagung.


Di sana sudah terdapat beberapa polisi yang siap untuk menangkap seorang penjahat.


"Panggil Bu Lastri kemari. Dia adalah saksi untuk kejahatan wanita ini." Perintah Arfan pada Asisten Hans


"Baik Tuan." Jawab Hans langsung menuruti perintah Arfan


Asisten itu keluar dari kamar, tak berapa lama pengacara sudah datang bersama wanita paruh baya, yang berdiri di depan pintu sambil wajah tertunduk.


"Masuk lah Bu Lastri! Kau tak perlu takut untuk membela kebenaran." Perintah Arfan


Seperti tersambar petir, Nadine terbelalak, ia terkejut bukan kepalang melihat saksi dari semua itu adalah Bu Lastri, pembantu kepercayan Arfan yang baru satu tahun bekerja.


Bu Lastri melangkahkan kaki nya berjalan mendekat ke arah Arfan.


"Ceritakan lah Bu, apa yang sudah kau lihat saat Nadine melakukan sesuatu di rumah ini." Kata Arfan

__ADS_1


Nadine yang masih kebingungan kenapa Arfan bisa marah, ia belum menyadari apa kejahatannya. Dia yang sudah gelisah menatap tajam wajah Bu Lastri.


"Apa yang ingin kau buktikan dari dia? Kenapa kau membawa pembantu ini sebagai saksi. Arfan, aku adalah istrimu, kau juga mencintaiku bukan, tapi kenapa kau membawa polisi ke mansion kita. Apa kau ingin mempenjarakan ku?" Gertak Nadine


"Kita dengar kan dulu keterangan saksi." Kata polisi


"Silakan Bu,, tidak perlu takut, kami di pihak yang siap membantu." Kata polisi


"Siang itu, setelah saya membersihkan kamar Tuan Muda Ivan, Saya tidak sengaja melewati pintu Tuan dan mendengar Nyonya Nadine sedang berbicara dengan seorang pria tua yang menyeramkan pakaian segala hitam yang saya percaya dia seorang dukun. Saya yang curiga malah mendengarkan percakapan mereka."


"Apa isi percakapan itu?" Tanya Polisi


"Dukun itu mendesak Nyonya Nadine untuk memberikan sejumlah uang atas jasanya berhasil membuat Tuan Arfan terkena guna-guna. Tapi nyonya enggan karena dulu ia sudah membayar jasanya, Dukun itu mengancam akan mempenjarakan nyonya, namun karena ia tidak ingin maka uang yang ada di brankas Tuan ia ambil untuk membayar dukun itu."


"Tapi saat itu, Nyonya pun meminta pengajuan dari Dukun agar Tuan semakin dekat dengan Nyonya. Dukun itu memberikan sebuah botol kecil yang katanya bisa memikat hati Tuan lebih mencintai Nyonya."


Akhirnya ucap Bu Lastri panjang lebar.


"Apa kalian percaya pada pembantu tua ini? Jelas jelas dia sudah tua, dan bisa saja kesaksiannya menyudutkan ku, bahkan ia bisa berbohong mengenai pria itu. Dia memang datang ke rumahku untuk memberikan obat tradisional yang ku beri darinya." Kata Nadine berapi-api


"Lanjutkan lagi. Kau melupakan penjelasan dia telah mengguna-guna ku." Titah Arfan


"Saya keluar kamar lagi menuju dapur dan pada saat ingin masuk dapur, Saya melihat Nyonya sedang berada di dapur berencana untuk membuatkan teh untuk Tuan dan saya lihat menuangkan sedikit tetes dari botol yang diberikan Dukun itu, sambil nyonya berkata selagi ia memakai jasa dukun, dia akan bebas menikmati harta Tuan dan mengendalikan Tuan."


"Bohong, itu semua tidak lah benar! Dia hanya merekayasa semua itu!" Menunjuk wajah Bu Lastri


"Saat sebelum Tuan terkena guna-guna, dan saya belum menjadi pembantu di sini, Pak Aris selalu bercerita pada saya jika nyonya pun sering menyiksa Tuan muda Ivan." Jelas Bu Lastri lagi

__ADS_1


"Semuanya sudah jelas. Kami sudah cukup menerima keterangan dari saksi." Kata Polisi


Setelah kepolisian berhasil menyidik dan akan segera membawa pergi Nadine ke penjara, sebelum itu Arfan berjalan mendekati Nadine dan menatap tajam ke arahnya.


"Arfan,,, Kenapa kau jadi berubah, bukan kah kau sangat mencintai ku? Mana Arfan dulu yang berbicara lembut padaku." Nadine menyentuh tangan Arfan


Arfan pun tak sudi di sentuh oleh wanita yang tidak pernah ia cintai. Jika bukan karena rencana licik, sampai kapanpun dia tidak akan pernah menganggap Nadine itu ada. Bahkan membuatnya hamil yang baru saja kemarin keguguran pun seharusnya hal itu tidak terjadi.


"Iya kau benar Nadine,, Arfan dalam pengaruh jin sangat mencintai mu!" Tersenyum jahat


"Tapi itu kau di sukai oleh jin, Arfan yang sebenarnya hanya mencintai istrinya seorang." Ucap Arfan lagi


"Arfan,,, Kenapa kau berkata seperti itu?! Aku sangat Mencintai mu? kenapa kau meragukan ketulusan ku?!"


"Itu semua karena kelicikan dan kebusukan mu sudah terbongkar, Kau menggunakan dukun di zaman modern seperti ini, kau menganggap bahwa sihir itu ada hingga kebencian ku pada mu semakin memuncak, semua karena ulah mu! Tinggal saja di zaman prasejarah jika kau masih bertindak kuno." Teriak Arfan


"Itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintai mu. Aku ingin menerima tawaran ayahmu karena aku mencintaimu, tapi hatimu milik istri yang sudah meninggal dan anakmu itu, anakmu itu menjadi penghalang untuk mendekati mu."


"Kau harus tahu juga. Saat itu kau datang dengan manis mengatakan bahwa kau menikah berjanji untuk menjadi ibu yang baik untuk Ivan, aku juga sudah menegaskan bahwa rawat saja Ivan dengan baik. Jika bukan karena Ivan, tidak akan ada sejarah dalam hidupku bisa menikah denganmu, dan sekarang baik Ivan ataupun diriku sangat menyesal menerimamu sebagai keluarga di sini." Teriak Arfan


"Seharusnya waktu itu kau bersyukur bisa menikah dengan ku, kurasa itu sudah cukup, karena kau bisa menikmati harta seperti yang kau inginkan dariku. Tapii kau lebih serakah dan mementingkan ego mu sendiri! Bodohnya aku telah diperalat olehmu. Sekarang silakan bawa dia Pak polisi." Kata Arfan untuk berbicara


Seorang pengacara lebih dulu mengeluarkan selembar kertas bermaterai dan menyerahkan nya pada Nadine, dengan tangan bergetar Nadine menerima surat itu, dengan perlahan ia membacanya.


"Apa?!! Kau menceraikan ku talak tiga!" Nadine berteriak histeris tidak menerima kenyataan, tangisan nya semakin dalam.


"Tidak Arfan,,, Aku tidak ingin kau ceraikan!!"

__ADS_1


"Apa yang harus ku pertahankan dari hasil pernikahan ku denganmu. Kau sendiri sudah membuatku menyiksa putraku dan setelah ini kau juga harus mengeluarkan Ivan dari penjara."


__ADS_2