
Zayn dan Alina pergi bersama dengan mengendarai mobil Zayn ke rumah Alina yang sedang diadakan acara jamuan malam atas kembali Alina ke Indonesia.
Selama menempuh perjalanan 30 menit, Akhirnya mobil Zayn sampai di rumah Alina.
Alina dan Zayn pun turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah yang sudah ramai dengan orang dan hiasan sambutan atas Kembalinya Alina.
"Itu dia Alina dan Zayn disebelahnya sudah datang." Ucap pak Hendro yang menyadari kehadiran mereka
"Ayo nak mari duduk." Ajak Pak Hendro
Zayn dan Alina pun duduk bersampingan
"Kalian kesini berangkat bersama?" Tanya Pak Satyo ayah dari Zayn
"Iya ayah, kami berangkat bersama." Jawab Zayn
"Kenapa kalian begitu Akrab? Apa kalian memiliki hubungan?" Tanya Pak Satyo lagi
"Ayah apa yang kau maksud. Kebetulan kami hanya rekan kerja, jadi aku mengajak Alina untuk berangkat bersama. Lagipula ini sudah malam, melihat Alina mengendarai mobil sendiri rasanya sangat bahaya bila dia menyetir malam-malam."
"iya... Iya lagi pula bagus jika kalian memiliki hubungan lebih selain hanya rekan kerja." Jawab Pak Satyo
"Oh iya ayah apa ayah sudah menyelesaikan pekerjaan ayah di Singapore?" Tanya Zayn
"Iya sudah, setelah mengetahui Alina pulang dan Pak Hendro mengundang ayah dan ibumu untuk acara kedatangan kembalinya Alina, tentu saja kami langsung datang."
"Alina, Bagaimana apa kau nyaman bekerja di rumah sakit Zayn?" Tanya kembali Pak Satyo
"Iya paman, tentu saja. Aku merasa nyaman bekerja di rumah sakitnya. Kliennya sangat banyak aku sangat menyukai terus-menerus menerima pasien daripada harus berdiam diri."
"Apa ayah tahu, setelah Alina menjadi bagian dokter di rumah sakit ku. Pasien berdatangan dari berbagai daerah, sehingga aku membuat lowongan penerimaan dokter untuk menangani pasien. Akan tetapi, itu percuma saja, rata-rata banyak pasien yang hanya ingin berobat pada Alina."
"Benarkah, Itu suatu keberuntungan untuk rumah sakit mu. Ayah yakin kalian akan menjadi tenaga medis yang sukses. Selamat untukmu pak Hendro karena memiliki seorang putri yang sangat berbakat."
__ADS_1
"Terima kasih, Pak Satyo." Jawab Pak Hendro
"Untuk merayakan Kembali Alina, dan diterimanya dia sebagai dokter. Kita mulai acara malam ini." Pak Hendro
"Alina, kau adalah pemilik acara ini. Apa yang ingin kau sampaikan." Tanya Bu Maya
"Emm... Aku ucapkan banyak-banyak berterima kasih terutama pada kalian berdua. Mungkin jika bukan berkat doa dan usaha kalian, aku tidak akan menjadi seorang dokter. Semoga dengan dijadikannya aku sebagai dokter aku bisa menjaga amanah dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan ku. Dan aku senang bisa kembali ke Indonesia."
Acara itu dimulai dengan sangat meriah, dan dilangsungkan sampai larut malam. Tak berselang lama Acara yang mereka adakan telah selesai, setelah selesai semua keluarga Alina dan keluarga Zayn berpamitan pulang.
*
*
*
Pagi Hari~
"Alina, apa kau sudah bangun? Lihat siapa yang datang pagi-pagi untuk menemui mu." Teriak Bu Maya dari luar
"Tidak ada sumber suara, sepertinya Alina belum bangun, Zayn." Lanjut Bu Maya
"Sepertinya Begitu Bibi. Mungkin Alina lelah karena Acara kemarin malam." Jawab Zayn
"Iya, Jika begitu apa kau akan menunggu?"
"Tidak perlu Bi, Jika Alina sudah Bangun tolong sampaikan padanya untuk hari ini ia tidak perlu datang ke rumah sakit.Sebaiknya Alina istirahat saja."
"Oh seperti itu, Baiklah Nanti Bibi akan sampaikan."
"Jika begitu aku akan berangkat ke rumah sakit sekarang, Bi."
"Tunggu!!" Suara di belakang Zayn
__ADS_1
Zayn memutarkan badannya menghadap arah sumber suara
"Alina?" Lirih Zayn
"Kau ingin mengajakku berangkat bersama bukan. Lalu kenapa kau menyuruhku untuk istirahat."
"Alina, Kapan kau bangun nak? ibu dari tadi memanggil dirimu tapi kau tidak menyahut.ibu dan Zayn kira kau masih tertidur." ucap Bu Maya
"Kata siapa Bu? Dari pukul 05.00 tadi aku sudah terbangun."
"Lalu, Bagaimana bisa kau tiba-tiba berada di belakangku? Kapan kau keluar?" Tanya Zayn
"Tadi, Aku berada di ruang kerjaku untuk mengambil beberapa dokumen catatan rumah raskit yang akan dibutuhkan. Dan saat aku keluar kau, aku melihat dirimu dan ibu berada di luar kamarku. Aku sudah menduga kau ingin mengajak untuk berangkat bersama iya, bukan?"
"Iya, Aku ingin mengajakmu untuk berangkat bersama ke rumah sakit."
"Baiklah, Ayo berangkat tunggu apalagi."
"Baiklah, Ayo." Jawab senang Zayn
Bu Maya yang sedari tadi melihat perbincangan antara mereka berdua, sedikit merasakan keanehan dari sorot mata mereka yang berbeda.
"Bu, Alina berangkat sekarang." Pamit Alina
"Apa kalian tidak akan sarapan terlebih dahulu?"
"Aku akan sarapan di kantin rumah sakit saja.Ibu tidak usah khawatir."
"Iya, Bibi. Kami akan sarapan di kantin Rumah sakit saja." Ucap Zayn Sama
"Baiklah, jika kalian berpendapat seperti itu. Hati-hati di jalan ya."
"Iya ibu, Kami permisi." Jawab Alina
__ADS_1
Alina dan Zayn berpamitan pada Bu Maya, dan mereka berangkat bersama menuju Rumah Sakit.