Ibu Mirip Untuk Anakku

Ibu Mirip Untuk Anakku
24. Menyatakan Cinta


__ADS_3

"A-ayah??" Dengan gemetar Ivan memberanikan diri


Arfan tambah marah ia menghempas tubuh mungil Ansel sampai tersungkur di lantai.


"Sudah berbuat dosa, tapi kau masih berani menanyakan keadaan ibu mu!?" Tatap Arfan murka pada Ivan dengan mata merah


"Ayah katakan sesuatu apa yang terjadi?" Tanya Ivan dengan getir


"Ini semua gara-gara dirimu Ivan. Jika saja kau tidak sengaja menjatuhkan kelereng ibu dan adikmu tidak akan sampai masuk kedalam rumah sakit." Nada tinggi Arfan dengan memelintir tangan mungil Ivan


"Akkhh... ayah lepaskan ini sakit." Pinta Ivan tapi Arfan sama sekali tidak mendengar kan anaknya, dan tersulut dalam emosi


"Ini tidak sesakit apa yg dirasakan adikmu didalam sana. Kau pasti ingin mendengar bahwa adikmu meninggal bukan, tapi tidak dengan hal itu. Tuhan lebih menyayangi dirinya dibandingkan dengan dirimu, buktinya adikmu masih bisa bertahan hidup walaupun ada orang lain yang ingin membunuhnya!!" Jelas Arfan langsung menghempaskan Ivan sekali lagi


Pak Aris dan Bu Lastri yang mendengarnya sedikit tenang.


Ivan pun bangkit dan sama tenangnya.


"Ayah, aku bisa menjelaskan sesuatu.aku tidak membunuh adik kecil dengan mencoba menjatuhkan ibu Nadine." Jelas Ivan


"Penjahat mana mungkin mengaku. Aku sudah tau pasti kau yang sudah menyebabkan ibu Nadine jatuh, kau pasti iri kan. Sebentar lagi adikmu akan lahir dan setelah dia lahir kau terlupakan, karena itu kau mencoba membunuh adikmu."


"Tidak ayah itu semua tidak benar!"


"Lalu, apa yang aku lihat, ini kelereng mu kan (Arfan mengeluarkan kelereng dari sakunya), Kau sengaja menjatuhkan kelereng mu saat ibu Nadine menuruni anak tangga kan supaya ia tergelincir lalu jatuh."


"Tidak ayah aku bisa menjelaskan semuanya."


"Aku tidak butuh penjelasan darimu. terserah apa yang ingin kau lakukan, tapi jangan mengganggu kehidupanku." Arfan pergi meninggalkan Ivan dan sama sekali tidak peduli padanya


Ivan kembali menangis dan memohon ketika agar ayahnya tetap peduli padanya sedikit saja. Akan tetapi Arfan tetap berjalan, Ayah mana yang tega memperlakukan anaknya seperti itu.


Pak Aris dan Bu Lastri menghampiri Ivan, lalu terduduk dan merangkul Ivan supaya bisa memberikan kekuatan.

__ADS_1


Ivan hanya diam saja dan tidak merespon, mungkin karena dia terlalu lelah menanggapi semua ini.


Lalu, Pak Aris dan Bu Lastri bangkit untuk membawa Ivan untuk pulang


Sedangkan Arfan dia pergi kearah berlawanan tanpa menatap anaknya sama sekali dan pergi keruangan Nadine.


Di Ruangan Alina~~


Zayn datang menemui Alina.


"Zayn bagaimana keadaan wanita itu dan bayinya?" Tanya Alina pada Zayn yang baru saja datang


"Syukurlah mereka berdua selamat." Jawab Zayn sedikit merasakan kesedihan


"Syukurlah, ini semua berkat dirimu. Iya kan?" Ucap Alina menggoda


"Kau ini bicara apa, sudah jelas Tuhan yang bisa memberi pertolongan. Ini sama sekali bukan berkat diriku, tapi berkat Tuhan yang masih memberi mereka keselamatan dan kebahagiaan. Tugasku di sini hanya sebagai perantara." Ucap rendah hati Zayn


"Mungkin ini salah satunya, mengapa Rumah Sakit mu menjadi Rumah Sakit terbaik Se-Asia?" Ucap Alina bingung dengan perkataan Zayn


"Karena pemiliknya saja begitu rendah hati. Jadi banyak orang yang menyukaimu." Jelas Alina


"Kau ini bisa saja. Tapi Apakah kau menyukaiku?" Tanya Zayn yang membuat Alina berpikir dua kali


"Maksudmu??" jawab Alina tidak mengerti


"Alina aku ingin mengatakan sesuatu padamu!" Zayn yang sedikit serius


"Apa yang ingin kau katakan Zayn, katakan saja!"


"Alina, sebenarnya aku menyimpan perasaan padamu. A-aku me-mencintaimu." Jelas Zayn tanpa berpikir panjang


Alina sedikit bingung hingga ia tidak bisa mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Ma-maaf sepertinya aku salah mengatakan sesuatu." Malu Zayn yang melihat Alina seperti nya menolak dirinya


"Zayn, apa yang kau katakan itu benar. Kau mencintai ku?" Tanya Alina


"Tidak... memangnya apa yang aku katakan.aku tidak mengatakan apapun padamu." Ucap Zayn yang kedua pipinya sudah merah merona, menahan malu.


"Kenapa kau tidak jujur Zayn. Aku juga menyukaimu." Jelas Alina yang membuat Zayn langsung berani menatap Alina


"Kau juga menyukaiku??" Tegas ulang zayn


"Iya aku menyukaimu, tapi sayang sekali orang yang aku sukai ternyata tidak menyukaiku?" Goda Alina


"Apa yang kau katakan, siapa mengatakan aku tidak menyukai mu. Tentu saja aku menyukaimu, Alina." Jawab Zayn dengan antusias dan memegangi kedua tangan Alina dan menatapnya dengan mata berbinar


"Tapi tadi kau mengatakan jika kau tidak menyukaiku." Goda Alina kembali


"Aku tarik kembali perkataan ku." Jawab Zayn yang membuat Alina Tertawa kecil


Zayn secara refleks memeluk Alina dengan perasaan sangat senang, dan mengangkat tubuh ramping Alina lalu membawanya berputar-putar.


"Zayn lepaskan nanti ada orang yang melihat." Malu Alina


"Tidak apa-apa, biarkan mereka melihat kita."


"Zayn aku mohon turunkan aku." Ucap Alina dengan sedikit malu


Karena melihat Alina terus memohon, Zayn pun menurunkan Alina.


"Jadi sekarang kita adalah sepasang kekasih?" Tanya Zayn


"Iya." Jawab singkat Alina sambil tersenyum


Zayn pun tersenyum bahagia dan memeluk Alina sekali lagi.

__ADS_1


Alina pun tidak menolak pelukan Zayn,ia memeluk kembali Zayn dengan perasaan senang diantara keduanya. Karena Zayn terlalu tinggi dan Alina pendek sehingga Alina memeluk Zayn dengan menjinjitkan kakinya.


__ADS_2