
Zayn malam ini memutuskan untuk kencan disebuah restoran bersama dengan Alina.
Alina menerimanya. Akan tetapi, seketika dia merasa tidak enak badan dan teringat pada Ivan.
"Tunggu." Alina merasakan mual dan kurang enak badan, dia berhenti sejenak
"Apa yang terjadi padaku, kenapa firasat ku menjadi tidak enak seperti ini dan mengingat Ivan. Apa Ivan baik-baik saja, apa mungkin ini perasaanku saja yang merasa bersalah tidak memberi kabar pada Ivan?" Alina berkabut dalam gumaman nya didalam hati
"Alina apa yang terjadi kau baik-baik saja." Zayn yang melihat Alina pucat, sangat khawatir
"Iya, Aku baik-baik saja." Jawab Alina meyakinkan
"Jika kau tidak enak badan, nanti saja kita pergi. Lebih baik kau aku antar pulang dan istirahat kan dirimu."
"Sebaiknya seperti itu, Entah kenapa perasaanku menjadi tidak enak. Mungkin aku terlalu bekerja keras sampai lupa makan dan merawat diriku."
"Iya, mungkin itu penyebabnya. Dijadwal yang padat dan menyibukkan dirimu kau pasti lupa mengurus dirimu sendiri."
"Maaf Zayn, karena kondisiku kita tidak jadi pergi ke restoran."
"Tidak apa-apa, yang terpenting sekarang adalah kesehatan mu. Aku akan mengantarkan mu pulang ya."
"Terima kasih Zayn, sekali lagi maaf aku banyak merepotkan dirimu."
"Kau sama sekali tidak merepotkan ku." Ucap Zayn dengan tersenyum
Zayn membopong Alina yang sedang lemah sampai masuk parkiran mobil.
Lalu, Zayn melajukan mobilnya mengantar Alina pulang.
Di Penjara~~
Sel penjara. Ivan sudah dikurung di dalam sel khusus anak-anak, tentunya ia sendiri. Karena sama sekali tidak ada anak yang melakukan kejahatan. Dan tidak ada juga seorang ayah yang tega mempenjarakan anaknya.
"Ibu Alina selamatkan aku, aku takut sendirian." Tangis Ivan dalam sel penjara, yang tidak berhenti sedari tadi. Karena dari pagi belum memasukkan makanan sedikit pun.
Ivan merasakan pusing dan pada akhirnya ia pingsan tak sadarkan diri dilantai penjara yang dingin tanpa alas. Dan tak ada satupun orang yang mengetahui Ivan pingsan.
__ADS_1
*
*
*
"Kenapa aku merasa Ivan memangil namaku, apa dia ada dalam masalah?" Gumam Alina dalam hati
Zayn yang sedang menyetir, melihat Alina cemas, bekeringat dingin, dan bingung. Langsung menanyai Alina.
"Alina apa kau baik-baik saja? bertahanlah sebentar lagi kita sampai."
"Iya, kau tenang saja." Jawab Alina singkat dengan wajah yang pucat dan lemas
Zayn sangat khawatir, sampai dia menggenggam tangan Alina untuk memberikan kehangatan dan tangan sebelah kanan sambil mengendarai mobil. Dan genggamannya merasakan tangan Alina cukup dingin.
"Zayn apa kau punya minum?" Tanya Alina dengan lemah
"Tentu saja, botol minumnya ada di jok belakang. Sebentar, akan ku ambilkan dulu di jok belakang." Kata Zayn memberhentikan mobilnya terlebih dahulu di sisi jalan.
"Terima kasih Zayn." Ucap Alina selesai minum
Setelah itu, kembali melanjutkan perjalanan nya.
Tak selang lama kemudian Zayn sampai di rumah Alina.
"Alina kita sudah sampai. Aku akan membantumu masuk sampai rumah, ya." Kata Zayn
"Tidak perlu Zayn, aku bisa masuk ke rumah sendiri. Kau tidak perlu mengantarkan ku sampai depan pintu, aku malu padamu karena aku selalu merepotkanmu." Kata Alina berbicara lemas dan mencoba membangkitkan diri
"Tidak, untuk saat ini kau tidak boleh berbuat sesuai keinginan mu. Lagipula aku sama sekali tidak merasa direpotkan olehmu." Tanpa menunggu lama Zayn keluar dari mobil dan pergi untuk membukakan pintu mobil Alina dan membopongnya
Dengan bantuan Zayn, Alina bisa berdiri.saat sudah keluar dari mobil, Alina merasakan pusing yang teramat dalam, pandangannya kabur dan lama kelamaan pandangan nya serasa hilang. Alina pingsan, dengan sigap Zayn menangkap Alina yang hampir terjatuh.
"Alina??... Tubuhmu sangat panas sekali." Ucap Zayn langsung menggendong Alina yang bertubuh ramping ala bridal style membuat Zayn sama sekali merasa tidak berat, dan membawanya masuk ke rumah.
Bu Maya yang melihat mobil terparkir di depan rumahnya, lalu membuka pintu untuk mengecek. Saat membuka pintu Bu Maya sudah melihat Alina digendong oleh Zayn.
__ADS_1
"Bibi??..." Ucap Zayn melihat Bu Maya di depan pintu
"Zayn apa yang terjadi, kenapa Alina digendong?" Tanya Bu Maya khawatir melihat alina digendong Zayn
"Alina pingsan bibi, seluruh badannya juga terasa panas."
"Yasudah, cepat bawa masuk. Kamar Alina ada dilantai dua sebelah kanan, Bibi akan membuatkan kompresan dulu."
"Baik bibi!" Zayn pun menaiki tangga dan menuju kamar Alina
Lalu, menidurkan Alina ditempat tidurnya setelah itu ia membuka sandal heels Alina dan menyelimuti Alina.
Setelah itu, Zayn memeriksa keadaan dan pemeriksaan tanda-tanda vital Alina, setelah diperiksa semuanya tidak normal.
"Zayn ini kompresannya. Bagaimana dengan Alina?" Tanya Bu Maya sambil menempelkan kompresannya di kening Alina
"Semua tidak baik-baik saja Bi, aku sudah memeriksa TTV Alina dan semuanya tidak normal. Sepertinya Alina memiliki banyak pikiran dan kelelahan, sehingga tubuhnya mengalami drop."
"Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh dia?"
"Alina akan baik-baik saja Bi, dengan banyak istirahat dan minum obat secepatnya Alina akan sembuh. Nanti aku akan berikan resep obatnya dan bibi bisa menebusnya di apotek."
"Baiklah jika begitu, terima kasih ya, Zayn."
"Sama-sama, Bi." Ucap Zayn dengan tersenyum
"Oh iya Zayn, Apa kau bisa menjaga Alina sebentar. Bibi ingin membuatkan bubur untuk Alina makan nanti jika dia terbangun."
"Iya tentu saja, Bibi."
"Baiklah kau memang anak yang baik. Jika begitu bibi tinggal sebentar." Ucap Bu Maya sambil berjalan keluar kamar Alina untuk memasakkan bubur
Zayn pun duduk dikursi disebelah Alina.
Ia memandangi wajah Alina.
"Saat tidur pun kau masih terlihat tenang dan cantik Alina, aku senang ternyata kau menyukaiku. Tapi maaf aku tidak bisa memberitahu ibumu jika kita adalah sepasang kekasih di saat keadaan mu sakit seperti ini, sama saja aku menyombongkan diri atas dirimu." Ucap Zayn sambil menggenggam tangan kanan Alina
__ADS_1