
"Zayn, ini masalah yang sangat sulit untuk mencari jalan keluarnya. Kau tahu jika Ivan adalah korban kekerasan ayah dan juga ibu tirinya. Ayahnya kedapatan memberikan perlakuan yang tidak wajar dan tidak biasanya, Dulu dia adalah ayah yang baik dan bertanggung jawab, namun sekarang sifatnya berubah." Ujar Alina berbincang dengan Zayn
"Mungkin pengaruh buruk telah dibawa oleh ibu tirinya untuk mendapatkan hati suaminya itu." Balas Zayn
"Kau bisa membantu Ivan? Kasihan dia harus hidup di rumah itu tanpa kasih sayang."
"Walaupun aku bukan detektif. Aku akan mencoba menyelidiki dengan meminta bantuan dari bawahan ayahku. Setelah kita tahu alasannya, kita akan mencoba bergerak." Ujar Zayn
"Baiklah, Terima kasih karena kau sudah ingin membantu."
...***...
"Tuan, Saya ingin memberitahukan sesuatu pada Anda." Ucap Bu Lastri yang menghampiri Arfan di ruang kerjanya
"Ada apa Bu Lastri? Kau ingin meminta cuti karena keluarga dikampung mu ada yang sakit?" Ujar Arfan
"Bukan Tuan, Tapi ini menyangkut nyonya Nadine yang sebenarnya sangat jahat."
Arfan spontan menghentikan aktivitasnya. Tatapan Arfan spontan menghunus ke arah Bu Lastri yang membuatnya terintimidasi.
"Bukan saya bermaksud untuk menghina nyonya Nadine. Tapi tuan sendiri sudah diguna-guna olehnya." Ujarnya dengan gelagapan
"Hahahah..." Arfan malah tertawa dengan sangat keras
"Zaman apa ini? Kau masih mempercayai mistis seperti itu."
"Tapi, ini memang benar adanya Tuan. Tuan sangat berbeda dari sebelumnya yang penuh dengan aura kebaikan, Tuan sendiri apakah tidak sadar sudah menyiksa Tuan muda Ivan."
"Bu Lastri, ini adalah zaman modern, tidak ada lagi yang seperti itu. Aku dan Nadine saling mencintai satu sama lain tanpa ada paksaan."
__ADS_1
Arfan bersih keras pada pendiriannya. Sekuat apapun orang lain menjelaskan padanya, ia tidak akan pernah percaya.
...***...
Tengah asik melakukan rapat bersama dengan kliennya, Arfan mendapatkan panggilan telepon dari orang rumah dengan menyatakan kabar jika Nadine tergeletak di kamar mandi dengan darah yang keluar banyak.
Sontak Arfan terkejut dan bergegas meninggalkan rapat tersebut.
Tak lama kemudian Arfan sampai di R.S Zaincare Medika.
Arfan memanggil-manggil suster untuk membantunya membawa Nadine.
Suster pun datang membawa brankard, lalu menyimpan Nadine dibrankard itu dan mendorong nya untuk dimasukkan ke ruangĀ ICU.
"Sebaiknya Tuan tunggu diluar saja biarkan dokter dan petugas kesehatan lainnya menangani pasien." Ucap salah satu suster
"Tolong selamatkan istri dan anak saya suster." Ucap Arfan dengan gelisah
Arfan pun menunggu di luar dengan frustasi.
Seorang resepsionis rumah sakit, menelepon Zayn untuk menangani ibu hamil yang kritis di ICU.
Zayn pun mengangkat nya dan mereka saling bertelepon, lalu Zayn menutup telepon nya dan segera datang.
Zayn langsung pergi dan berganti pakaian baju operasi, lalu pergi keruang ICU tempat pasiennya itu.
Dengan segera Zayn menangani Nadine dibantu petugas kesehatan lainnya.
Kurang lebih 1 jam pemeriksaan dan penanganan dokter Zayn keluar.
__ADS_1
Arfan yang melihat dokter itu keluar lalu tergesa-gesa menghampiri Zayn dan menanyakan keadaan istri dan anaknya.
"Dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya." Tanya Arfan
"Istri anda baik-baik saja tuan dia sudah berhasil melewati masa kritis nya. Tapi..." Bicara Zayn terhenti
Perasaan Arfan sedikit tenang tapi kembali gelisah ketika dokter Zayn terhenti mengucapkan sesuatu.
"Tapi apa dok... Semuanya baik-baik saja, Kan?"
"Anak yang sedang dikandung istri anda tidak bisa kami selamatkan, akibat benturan keras yang dialami perut istri anda membuat janinnya terguncang dan langsung meninggal didalam kandungan istri anda." Jelas dr. Zayn
"Apaa??" Jiwa Arfan pun terguncang mendengar penjelasan dokter, ia terduduk dan menahan sakit.
"Saya turut berduka cita ya Tuan, semoga tuhan segera memberikan anda keturunan kembali." Zayn menepuk bahu Arfan untuk sedikit memberikan semangat lalu meninggalkan Arfan
Para suster sudah memindahkan Nadine ke ruang rawat.
Tak lama kemudian Ivan, Pak Aris dan Bu Lastri datang menghampiri Arfan yang sedang terduduk menangis.
"Ayah bagaimana keadaan ibu Nadine? Aku dengar ibu Nadine jatuh lagi." Tanya Ivan dengan sedikit ketakutan dalam dirinya
Arfan masih tak menjawab.
Ivan pun memutuskan untuk menghampiri Arfan dan meletakkan tangannya di bahu ayahnya.
"A-ayah??" Dengan gemetar Ivan memberanikan diri
Arfan tambah marah ia menghempas tubuh mungil Ivan sampai kepalanya terbentur ke tembok.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu alasan pasti atas terjadinya Nadine yang keguguran.