
Bu Shinta memberitahu Arfan bahwa minggu depan adalah acara malam gala ke-30 Grup Jameson. Arfan biasanya menghadiri acara itu sendirian. Tapi kali ini dia menyatakan akan membawa istrinya.
Alina sebenarnya tidak ingin. Acara semacam itu jelas membosankan dan terlalu menyiksa dengan segala macam ***** bengeknya, tapi Arfan tetap memaksanya ikut karena sekarang statusnya Alina adalah Nyonya Arfan.
Dia bahkan sengaja memainkan trik psikologi dengan mengejek Alina, menuduh Alina tidak ingin ikut karena Alina takut ketahuan tidak bisa berdansa waltz. Dan triknya langsung sukses membuat Alina terpancing hingga dia bersedia untuk latihan dansa.
Jadilah Arfan mendatangkan beberapa ahli dalam berbagai bidang untuk membantu mempersiapkan Alina menghadapi acara perjamuan itu. Dia bukan hanya harus melakukan pelatihan yang sangat berat, bahkan makanannya juga diatur, hanya boleh makan makanan yang bergizi semacam sayuran mentah seperti kambing.
Tapi kemudian Arfan ditelepon sekretarisnya yang melaporkan keberadaan seseorang yang Arfan cari-cari. Arfan pun langsung terburu-buru pergi ke luar kota saat itu juga. Kesempatan! Alina jadi bisa bolos latihan dan langsung pergi untuk makan hotpot di luar.
Tapi saat dia sedang duduk-duduk di kursi kosongnya Arfan, Bu Shinta melihat data informasi orang yang dicari Arfan itu dan langsung mengenalinya. Pria ini adalah Supir bernama Pak Aris, dia adalah supir yang menyetir mobil keluarga Arfan dan dia mendadak menghilang. Itulah mengapa Pak Aris tidak pernah muncul. Selama ini, Arfan mencari orang ini.
Sepertinya kematian Alina bukan kematian akibat penyakit biasa yang diderita. Ada kebenaran yang diketahui oleh si supir itu. Tapi di tengah jalan, Arfan malah mendapat telepon dari anak buahnya yang melapor bahwa Pak Aris berhasil kabur.
Frustasi, Arfan pun langsung pergi ke perusahaannya. Bahkan mereka merasa Pak Aris sangat aneh. Dia hanya seorang supir biasa, tapi bagaimana bisa dia menyembunyikan dirinya selama ini dengan sangat baik sampai sulit dicari. Bahkan saat akhirnya berhasil ditangkap, dia berhasil kabur dengan mudah. Pasti ada orang kuat di belakangnya.
Berniat ingin makan di luar, Alina malah kepergok oleh Arfan. Mereka jadi berdebat gara-gara itu dan membuat Arfan jadi kesal hingga dia langsung pergi.
Asistennya meminta Alina untuk memaklumi Arfan, dia memang orangnya keras. Ditambah lagi, sekarang ini Arfan sedang resah karena masalah Pak Aris itu.
Alina mengenali siapa Pak Aris, mereka pernah bertemu di awal. Dia lihat Pak Aris memiliki gelagat orang baik. Tapi ia juga baru menyadari tidak pernah melihatnya sudah cukup lama ini. Terakhir pertemuannya adalah di rumah sakit, saat memberitahu Alina jika Ivan dipenjarakan ayahnya.
__ADS_1
Alina jadi perihatin pada Arfan, menyadari beratnya hidup yang harus dihadapi Arfan seorang diri selama, bukan hanya membesarkan Ivan seorang diri, tapi juga harus mengurus perusahaannya. Apalagi sekarang dengan misteri kematian istrinya. Alina jadi ingin melindunginya.
Saat dia pulang malam harinya, dia mendengar Bu Shinta mengomel tak senang karena dia kabur dari latihan dan ingin mencarikan pendamping wanita lain untuk Arfan. Tapi Arfan menolak, lagipula selama 2 tahun ini dia selalu menghadiri acara itu seorang diri.
"Sudah ku katakan, kalian tidak cocok."
"Aku sendiri yang memilihnya, aku merasa kami sangat cocok. Ku harap anda percaya padaku dan pada pilihanku."
Alina jadi semakin tak enak pada Arfan. Maka untuk menebus kesalahannya, Alina memberitahu Arfan tentang di mana dia menyimpan jajanannya, yaitu di dalam grand piano. Dia rela jika Arfan menyita semua cemilannya. Dia juga berjanji akan latihan dansa dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pesta itu.
Tapi Arfan ternyata sudah memecat para guru itu, dia tidak marah, dia hanya sadar jika dia tidak seharusnya memaksa Alina. Dia juga meyakinkan Alina untuk tidak memikirkan kata-kata ibu tirinya tadi.
Alina tak percaya jika Arfan tidak marah, maka dia memutuskan untuk tetap latihan dansa biarpun sendirian. Arfan melihatnya kesulitan dalam melakukan gerakan berputar, maka dia langsung menggenggam tangan Alina dan membantunya berputar.
Malam perjamuan pun tiba, tapi Alina malah hampir lupa jika dia masih memakai sepatu kets. Maka dia buru-buru mengganti sepatunya sebelum mereka masuk ke tempat acara.
Usai memperkenalkan Alina pada para direktur, banyak terkejut dengan melihat wajah Alina dengan mendiang istrinya. Tapi mereka tak begitu larut dan mengira bahwa manusia terlahir dengan 7 kembaran itu memang benar adanya.
Acara pun dibuka dengan dansa pertama mereka berdua, dan berakhir dengan baik dan lancar.
Usai dansa, Arfan dengan manisnya mengganti sepatu high heels-nya Alina dengan sepatu kets, bahkan membantu memakaikannya. Dia memberi isyarat pada asistennya dan seketika itu pula, lagu dansanya berganti dengan lagu disko kesukaan Alina. Alina pun langsung menari-nari sesuka hatinya dan Arfan pun langsung ikut menari dengan begitu bahagia bersamanya.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba muncul seorang wanita baru, dia adalah Melisa, wanita dari keluarga konglomerat yang ingin Bu Shinta jodohkan pada Arfan. Malah keluarganya adalah pemegang saham terbesar di perusahaan Arfan dan mereka juga yang selalu mendukung Arfan saat perusahaan mengalami krisis.
Alina jadi cemburu dan penasaran dengan hubungan mereka. Tapi karena tak ingin bertanya langsung, jadi dia menelepon Arfan dan bertanya kenapa dia dan Melisa tidak menikah padahal mereka dijodohkan, Melisa juga cantik dan pintar.
Arfan dengan cuek mengakui jika Melisa memang cantik dan pintar. Dia dan Melisa memiliki ketertarikan yang sama, sama-sama menyukai matematika dan pernah ikut klub matematika bersama. Tapi dia menolak menjawab tentang masalah perjodohan lalu mengakhiri teleponnya begitu saja.
Sejak malam itu, para netizen langsung heboh memuji-muji Melisa dan menghina Alina yang mengandalkan wajah mirip saja dan menurut mereka tidak serasi dengan Arfan dan menuduhnya sebagai orang ketiga di antara Arfan dan Melisa.
Tapi alih-alih mencemaskan dirinya, Alina lebih mencemaskan Ivan. Takut semua pemberitaan ini akan memengaruhi Ivan, jadi dia bergegas menjemput Ivan pulang. Arfan juga mengetahui postingan itu dari asistennya dan langsung menginstruksikannya untuk menangani masalah ini secara hukum.
Dari percakapan Bu Shinta dan Melisa, ternyata Melisa lah dalang dibalik semua postingan di internet itu dan pastinya Bu Shinta juga mendukungnya. Arfan jadi gagal menghapus semua postingan itu, dukungan si Bu Shinta malah membuat postingan itu jadi semakin bertambah banyak.
Karena Alina terus menerus mengeluh ingin bebas secepatnya dari kontrak mereka, Arfan pun berbaik hati memberinya 'kebebasan'. Tapi kebebasan yang dia maksud itu hanya mengajaknya jalan-jalan di mall bersama Ivan.
Alina melihat ada beberapa paparazzi yang membuntuti mereka. Dia hampir saja ingin menghajar mereka, tapi Arfan dengan cepat menghentikannya karena sebenarnya paparazzi itu adalah orang-orang suruhannya.
Ini rencananya untuk mengalahkan rencana jahat orang-orang itu dengan cara memposting foto-foto romantis, menunjukkan betapa bahagianya hidup mereka sekeluarga untuk menutupi postingan-postingan jahat itu.
Alina merasa foto-foto mereka selama jalan-jalan di mall itu sudah cukup. Tapi bagi Arfan, itu tidak cukup. Jadi dia menuntut Alina untuk terus berakting romantis bersamanya selama beberapa hari berikutnya dengan cara mengantarkan Ivan ke sekolah bersama-sama, lalu dia akan mengantarkan Alina ke tempat kerjanya.
Bukan hanya itu saja. Arfan yang awalnya tidak memiliki akun medsos, mendadak membuka akun medsos dan mengisinya dengan foto-foto mesra mereka berdua, bahkan nama akunnya adalah 'kekasih Dokter Alina'. Lebih manisnya lagi, Arfan memposting foto pertamanya tepat pada hari ultahnya Alina.
__ADS_1
Alina juga membuat akun cadangan dengan nama 'Arlina' (gabungan nama mereka berdua), dan memposting foto-foto bahagia mereka sekeluarga.
Tapi Bu Shinta dan Melisa juga semakin mempergencar rencana mereka, kali ini dengan cara memasukkan Melisa ke perusahaannya Arfan untuk bekerja di sana sebagai kepala departemen pemasaran. Arfan awalnya menolak, tapi Melisa berhasil meyakinkannya dengan mempresentasikan data-data penelitian pasarnya.