
Saat makan malam bersama kedua rekan kerjanya di rumah sakit, Alina mendapati dirinya dipotret oleh orang-orang bak selebritis. Kesal, Alina langsung menghampiri orang-orang itu dengan gaya premannya dan menantang mereka untuk memotretnya dari dekat.
"Hey, Kalian! Tidak puas memotret ku dari jauh, potret saja aku dari dekat. Ayo! Habiskan penyimpanan ponsel kalian penuh dengan wajahku." Dan taktiknya sukses membuat orang-orang itu pergi juga.
Sedangkan di Mansion Arfan, Gara-gara kenakalannya tadi yang memperlakukan tidak baik Dokter Zayn, Ivan sekarang disidang oleh Ayahnya.
"Ivan, Apa seperti ini tindakan mu pada orang lain. Ayah tidak pernah mengajarkan mu jahat pada orang lain."
"Dulu Dokter Zayn baik, tapi aku tidak suka padanya sekarang. Dia akan merebut Ibu dari Ayah. Ayah tidak lihat bagaimana tadi Dokter Zayn menatap Ibu?" Ucap Ivan.
Arfan termenung dan menjadi berpikir 100 kali untuk memarahi putranya.
__ADS_1
"Sebaiknya kau pergi ke kamar mu. Kau renungkan kesalahan dan meminta maaf nanti pada Dokter Zayn." Arfan langsung menyuruh Ivan masuk ke kamarnya dan merenungkan kesalahannya.
Di Sebuah Bar.
Asisten Hans sedang kesal gara-gara ayahnya yang memiliki perusahaan mengganti semua karyawan wanita di kantornya menjadi karyawan pria semuanya. Ayahnya bahkan mengumumkan bahwa mulai sekarang, semua perekrutan karyawan baru, harus melalui persetujuannya. Meskipun dia menjabat sebagai Asisten Arfan, ia juga sesekali memimpin perusahaan kecil milik Ayahnya.
Pokoknya mulai sekarang tidak boleh ada karyawan wanita sama sekali di kantornya. Yang itu artinya, gadis selanjutnya yang dia dekati, akan menjadi istrinya. Ayahnya sangat ingin putranya itu segera menikah di usia yang sudah matang dan terlalu lama sendiri itu. Hans tidak boleh berganti pasangan yang mengencani semua karyawannya. Untuk bisa cepat menikah, Ia harus fokus pada satu wanita. Itulah mengapa ayahnya mengganti semua karyawan wanita menjadi pria.
"Asisten Hans rupanya sering bermain wanita juga. Aku pikir apakah wanita secantik ku tidak dapat menarik perhatian mu?" Kata Vivian mengedipkan satu matanya.
Bahkan setiap kali Asisten Hans mengganti target, Vivian selalu muncul dengan berakting seolah dia kekasihnya Asisten Hans. Kecemburuan dan sukses membuat para wanita itu melarikan diri. Terakhir kali dia mengganggu acara rayuannya Asisten Hans, tiba-tiba seseorang tidak sengaja menubruk Asisten Hans sehingga dia terdorong tepat menempel ke Vivian.
__ADS_1
Asisten Hans langsung terpesona. Ia sangat kenal dengan Vivian yang merupakan anak CEO ternama, dan ia juga tahu kabarnya wanita itu menyukai atasannya. Tapi mengapa wanita yang berasal dari keluarga baik berada di tempat gemerlap ini?
Suasana di antara mereka mulai memanas, Asisten Hans semakin mendekat untuk menciumnya akibat pengaruh alkohol... dan langsung ditampar oleh Vivian. Tapi tiba-tiba Vivian yang agresif menyudutkannya ke tembok dan mendekatkan wajah mereka yang sontak saja membuat Asisten Hans gugup bukan main.
Vivian geli melihat reaksinya itu. "Ingin mendapatkan ciuman dariku, ya? Tidak semudah itu." Goda Vivian membelai wajah Asisten Hans.
Dia ingin pergi. Tapi Asisten Hans dengan cepat mencegahnya dan menawarinya untuk minum segelas koktail buatannya sendiri. Dia jamin rasanya mantap dan segelas saja cukup.
Jelas niatannya untuk membuat Vivian mabuk. Tapi ujung-ujungnya malah dia sendiri yang teler dan Vivian harus kerepotan mengurusnya. Karena tidak tahu harus membawanya pulang ke mana, akhirnya dia membawa Asisten Hans ke hotel.
Saat Asisten Hans terbangun keesokan harinya, dia mendapati dirinya tidak pakai apa-apa di balik selimutnya yang sontak saja membuatnya jadi berpikir macam-macam. Vivian sudah tidak ada, tapi dia meninggalkan sebaris pesan dan beberapa lembar uang yang jelas saja membuat Asisten Hans tersinggung, Vivian pikir dia semacam apa.
__ADS_1