
Masih di dalam kamar Nadine, keadaan semakin tidak kondusif Nadine menangis histeris tidak menerima kenyataan, ia melemparkan selimut dan bantal yang ada di kamarnya.
"Tidak Arfan! Aku tidak terima kau ceraikan, aku sangat mencintai mu, selama bertahun-tahun aku setia menunggu mu istrimu meninggal, dan akhirnya ia meninggal juga dan Ayahmu menawarkan ku menikah dengan mu. Tapi apa? Kau menghianatiku dengan cinta bertepuk sebelah tangan, bahkan tidak mencoba membuka perasaan mu untukku. Semua itu ku lakukan untuk mu agar kau bisa membuka hati baru." Teriak Nadine sambil menyobek nyobek surat cerai yang ia pegang.
"Ingin sejuta kali kau menyobeknya aku pun masih memiliki salinan nya." Hardik Arfan
"Kau jahat Arfan! Kau sungguh kejam perlakuan mu ini padaku! Di mana kasih sayang dan cinta yang kau berikan untuk ku?! Andai saja aku meminta dukun itu membuatmu hilang ingatan selamanya. Hiks,, hiks,, hiks,," Pungkas Nadine tak ada kapoknya
"Bahkan kau lebih jahat!" Hardik Arfan
"Kau pun sama jahatnya dengan ku, apa bedanya? Kau bukan hanya menyakiti hatiku, tapi juga mentalku, Kau terlalu menutup dirimu tak memberikan kesempatan hati wanita lain masuk dalam hatimu. Tapi sekarang kau malah menghakimi ku seakan aku yang paling bersalah di sini!"
__ADS_1
Seketika Arfan terdiam, apa yang di ucapkan Nadine memang lah benar, ia pun telah jahat pada dirinya sendiri. Terlalu egois mencintai Alina sampai tidak bisa melupakannya. Egois pada diri sendiri untuk menutup hatinya.
"Kenapa kau terdiam?! Apa sekarang kau sudah sadar? Apa kau ingin kembali dengan ku membuka lembaran bersamaku?! Jika kau ingin mencintaiku tulus, maka aku juga akan berubah menjadi wanita baik. Sadarlah Arfan,,, Alina sudah pergi menjauh untuk selamanya." Kata Nadine
"Diam kau wanita ular!" Arfan mencekram leher panjang Nadine, amarah Arfan sudah tak kendali
"Dalam keadaan seperti inipun kau masih bermimpi!" Jemari tangan Arfan yang besar masih mencekram leher Nadine, dengan sekuat tenaga Nadine menarik tangan Arfan.
"Tuan jangan! Apa yang telah tuan lakukan?!" Asisten Hans itu menghentikan aksi Arfan yang sudah di luar batas, dan Arfan melepas cengkraman nya dengan napas tersengal-sengal dan bola mata memanas.
Nadine terbatuk saat tangan Arfan terlepas dari lehernya.
__ADS_1
"Cepat singkirkan wanita ini dari hadapanku." Geram Arfan
Nadine pun ditarik paksa oleh dua polisi untuk di bawa pergi mendekam di penjara hingga batas waktu yang telah ditentukan. Hingga batas waktu itu selesai, ia tidak akan pernah menghirup udara segar lagi. Melihat celah semut masuk pun tidak akan bisa.
Semua kelicikan Nadine telah terbongkar. Saat itupun, Ivan yang semalaman merasakan penjara di usia kecil, melalui Nadine yang terbongkar, Kini telah terbebas dari penjara.
Arfan sendiri menjemput putranya yang ada di penjara. Rasa takut saat melihat ayahnya membuat Ivan trauma, namun Arfan berusaha meyakinkan bahwa saat ini ia sudah kembali menjadi sosok dirinya dan Nadine pun telah di penjara.
Ivan sangat bahagia akhirnya bisa memeluk ayahnya kembali tanpa rasa takut.
Guna-guna yang sempat melekat pun sudah hilang bersamaan dengan Dukun yang tertangkap polisi juga. Kini Arfan kembali bersih, suci, tidak ada ilmu sihir yang mengelilingi tubuhnya. Ia sudah kembali pada Arfan yang semua orang kenal!
__ADS_1
Inilah yang dinamakan cinta di tolak, Dukun bertindak!
Tak ada ilmu sihir yang nyata, semuanya hanya tipu daya. Seseorang dibutakan hawa nafsu untuk melakukan tindak keji tersebut!