Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu
IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1


__ADS_3

Devano Bramantyo membuka pintu rumah, biasanya ia disambut oleh senyum manis Aira, istrinya. Tapi suasana rumah begitu gelap. Devan begitu panggilan pria berusia dua puluh tujuh tahun itu, sedikit termenung.


'Apa-apaan ini. Mana wanita itu. Kenapa dia biarkan rumah dalam keadaan gelap begini!' geramnya dalam hati.


Devan sepertinya melupakan sesuatu. Ia mencari tombol lampu di sekitar dinding. Memencet dan lampu menyala. Sepi. Kesan pertama yang dirasakan pria bertubuh atletis itu. Matanya yang tajam mengedar, menatap sekeliling.


"Aira!" Teriaknya memanggil.


Tak ada sautan. Pria itu makin bingung. Belum pernah ia diperlakukan seperti ini. Wanita yang telah menjadi istrinya selama beberapa bulan ini, selalu menyambut dirinya. Walau bagaimanapun pria itu menanggapi acuh wanita itu.


Devan lupa. Tadi pagi ia mengusir wanita pemujanya itu dengan tamparan keras di pipi. Selama enam bulan bertahan tanpa cinta sang suami. Aira menyerah. Gadis yatim piatu itu berhenti memuja pria idamannya selama ini.


Bagi Aira. Devan adalah pangeran yang ia rindu dan idamkan. Semenjak pertama kali melihat pria tampan itu datang ke panti tempat ia berada dan mengajar di sana. Orang tua Devan adalah salah satu donatur terbesar di sana. Linda, ibunda Devan, langsung menyukai gadis cantik dan baik hati itu.

__ADS_1


Kedua orang tua Devan tidak mempermasalahkan status Aira. Malah ibunda Devan sangat mendukung pernikahan mereka.


Pria itu mengingat bagaimana sang ibu meminta kesediaannya untuk menikah dengan gadis yang tidak ia kenali.


"Kamu mau ya, menikah dengan Aira," pinta Linda dengan penuh harap, saat itu.


Devan yang memang tidak pernah membantah permintaan ibunya, tak kuasa menolak. Padahal saat itu ia sedang mengincar Adinda, model ternama yang menjadi brand ambassador perusahaan miliknya.


"Apa Mama yakin menikahkan ku dengan gadis yatim piatu itu?" Tanya Devan sinis, "kita bahkan tidak tahu asal usulnya."


"Apa kau tak tahu siapa Mama mu ini, Nak?!" Tanya wanita setengah baya uang masih terlihat cantik itu gusar.


Devan terlupa, siapa ibu yang melahirkannya itu. Sedikit menunduk. Pria itu tersadar akan kesalahannya. Ya, ibunya juga yatim piatu dan berasal dari panti asuhan yang sama dengan gadis yang hendak dijodohkan dengannya.

__ADS_1


"Papa mu justru yang lebih dulu menyukai Mama mu yang anak yatim-piatu ini. Beliau berjuang keras membuktikan kepada kakek nenekmu, untuk menerima Mama," lanjut Linda dengan suara bergetar.


"Maaf Ma. Bukan maksud, Devan begitu."


"Baiklah, Mama tidak memaksa. Terserah kamu. Jika kamu menolak. Biar Aira Mama jodohkan dengan sepupumu Ken," ujar Linda sambil menghela napas. "Setidaknya, Ken akan menuruti apa perintah Mama."


Devan tertegun. Ia tahu siapa itu Ken Bima, sepupunya. Belum lama ini, anak dari paman Rio dan bibi Sinta, telah sangat banyak merebut perhatian kedua orang tua Devan. Pria yang hanya beda satu tahun lebih muda darinya itu, langsung mendapat kepercayaan untuk memimpin usaha perhotelan milik papanya. Bibi Sinta merupakan adik kandung dari papanya, Rehan Bramantyo.


"Aku bersedia menikah Ma!" Teriak Devan lantang menyetujui permintaan mamanya. Pria itu tak mau kalah.


Linda hanya tersenyum. Ia sangat tahu jika putranya itu tidak mau kalah dengan sepupunya. Walau sedikit ia ragu akan keputusannya menjodohkan Aira dengan sang putra.


Linda yakin, Devan akan bahagia dengan keputusannya nanti.

__ADS_1


Bersambung.


Next nggak yaa... Author janji... Yang ini bakalan panjang episode nya.


__ADS_2