Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35


__ADS_3

...DIHARAP KLIK LIKE AND VOTE NYA DONG....



Di suatu ruangan yang gelap dan dingin. Tampak sosok wanita setengah baya terbaring meringkuk di lantai berdebu. Paras ayunya masih terlihat. Tapi, guratan kebencian tertanam jelas di sana.



Dialah Brigitta Aurelia Wijaya. Wanita berusia 49 tahun itu, sangat mengenaskan. Tangan dan kakinya terikat rantai besi. Rambutnya kusut, tubuhnya penuh dengan luka.



Dulu, ketika ia masih memiliki uang begitu banyak. Ia bisa membayar semua penjahat. Tapi, lambat laun uangnya kian menipis. Dengan bermodalkan wajah cantik dan tubuh seksinya. Ia merayu salah seorang Penjahat yang dianggapnya berpengaruh.



Sayang. Ia salah memilih. Penjahat itu hanya kacung biasa yang sering berbuat masalah. Hingga penjahat itu tewas akibat kesalahannya sendiri.



Brigitta tak putus asa. Ia merayu salah satu kepala klan ternama yakni klan naga putih. Sayang. Brigitta salah lagi memilih.



Ketua klan naga putih ternyata memiliki banyak istri. Ia dianggap sebagai penggangu. Tak ayal. Di sini lah ia berada.



Brigitta berteriak sangat kesal. Ia tak bisa menghabisi putri dari pria yang sangat ia cintai.



"Hai! Kenapa kau berteriak!" Bentak salah satu penjaga.



Brigitta terdiam. Wajahnya terlihat pucat. Ia sangat yakin jika sebentar lagi, ia akan mendapat masalah.



(Flashback on)



"Apa yang kau bisa berikan padaku?" Tanya Boris Johnson.



Boris Johnson adalah ketua dari klan naga putih di sebuah kalangan mafia. Klan Naga putih masuk dalam urutan paling bawah. Tapi, dedikasi dan keuletannya dalam menjalankan bisnis, bisa diacungi jempol. Bahkan para pengikutnya sangat setia.



Brigitta memilih masuk dunia hitam, dunianya para mafia. Ia sangat berambisi menghabisi wanita yang telah merebut pria idamannya.



Boris Johnson mengenal wanita di depannya ini. Brigitta melepas satu persatu pakaiannya. Tubuhnya yang bersih dan mulus juga seksi, begitu sangat menggoda Boris.



"Aku akan berikan kesucianku. Asalkan kau bisa membunuh satu anak perempuan," jawab Brigitta penuh sensual.



Boris langsung menyergap. Tapi, langsung ditahan oleh Brigitta.



"Nanti. Setelah semuanya berhasil. Aku akan berjalan merangkak tanpa busana ke ranjangmu," bisiknya ke telinga Boris sambil menjilatinya.



Boris mengerang menahan nafsunya. Ia meremas daging kenyal yang menggantung menggairahkan di sana.



"Baiklah. Aku turuti, tapi ada syaratnya," ujar Boris.



"Apapun akan kuturuti," desah manja Brigitta.



"Baik. Tanda tangani surat perjanjian ini," titah Boris.



Sebuah kertas kosong terlampir di wajah Brigit. Tanpa pikir panjang wanita itu langsung menoreh tanda tangannya di sana.



Sebuah seringai tipis tak terlihat oleh Brigit. Tapi, wajah kepuasan wanita itu terlihat jelas oleh Boris.



"Aku ingin memimpin pembunuhan ini," pinta Birgit penuh dengan napsu.



Boris mengiyakan. "Apa kau sudah tau di mana bocah perempuan itu?"



"Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menyelidikinya. Bocah itu ada di sebuah panti asuhan. Sayang, ketika penumpasan uangku habis tak tersisa untuk mengejar keberadaan bocah itu," jelas Brigit panjang lebar.



Boris suka dengan gaya wanita yang kini kembali memakai gaun ungunya. Ia sangat mengenal sepak terjang wanita itu ketika pertama kali datang ke dunia hitam mereka.



Brigitta menyewa beberapa pembunuh bayaran dengan kepiawaian di atas rata-rata. Dengan karisma kekejaman di wajah cantik itu. Brigitta mampu membangun kelompok kecil. Sayang. Ia hanya bertampu pada satu tujuan. Yakni menghabisi wanita saingannya.



Brigitta tidak menyadari jika ternyata, kartu-kartu emasnya terblokir secara cepat. Beruntung dia telah mengambil sekitar delapan milyar rupiah dan lima juta dolar. Dan uang itu habis tanpa sisa untuk membayar sekelompok orang untuk menuntaskan ambisinya.



Boris tak mengetahui siapa wanita yang menjadi saingan dari Brigit. Yang terpenting adalah sebentar lagi, ia akan menikmati tubuh molek yang sudah membuatnya bergairah.


\*\*\*\*


Hari yang ditentukan telah datang. Brigitta memakai baju terbuat dari kulit sintetis berwarna hitam berikut topengnya. Ia sudah seperti cat woman.

__ADS_1



"Jika kau terdesak. Tekan angka 6. Ingat, jangan sampai kau terbalik menekannya. Karena tidak ada yang membantumu sama sekali," jelas Boris sambil memberikan sebua ponsel yang sudah dirancang dan dibeei penyadap juga GPS.



Brigitta mengangguk. "Semua senjata telah diberi peredam suara," jelas Boris lagi.



Lagi-lagi wanita cantik nan seksi itu mengangguk. Brigitta memberikan sebuah \*\*\*\*\*\*\* pada bibir tebal pria berkepala plontos dan berkumis tebal itu.



Tentu saja, langsung dibalas oleh Boris, sambil meremas bokong wanita yang telah membakar gairahnya.



"Aku menantimu merangkak ke ranjangmu," ucapnya serak.



Napas mereka menderu. Brigitta juga nyaris terbakar oleh hasrat yang diciptakannya sendiri.



"Baiklah. Aku berangkat. Wish me luck!" Ujar Brigit.



Boris menepuk bokong wanita itu. Brigitta dan kelompoknya langsung bergerak ke lokasi yang dituju.



Sampai tujuan. Brigitta langsung menyerang dengan rentetan senjata. Tapi sayang. Rumah yang diserang ternyata kosong. Ia marah bukan main. Terlebih lagi. Sebuah sirine berbunyi.



"Itu polisi! Ada yang berkhianat di sini!" Teriak salah satu anggota.



Brigitta marah bukan main.



"BUANG SENJATA. KALIAN SUDAH TERKEPUNG!" teriak salah seorang petugas polisi sambil mengacungkan senjata.



"SERANG!" teriak Brigitta.



Tak ayal. Serangan senjata terjadi. Satu persatu penjahat jatuh tewas tertembak. Brigitta berang bukan main.



Brigitta melihat celah. Ia pun berhasil melarikan diri. Ia yakin sekali. Tak ada satupun anggotanya yang selamat di sana.



Dalam persembunyiannya. Brigitta menelisik sendiri, siapa polisi yang memimpin penyerangan pada anggotanya.




Ia sangat yakin jika ada penyusup di anggotanya. Tapi, ia menggubris semuanya. Tujuannya hanya satu. Yakni membunuh anak dari wanita yang menjadi saingannya.



Setelah ia menguntit pria yang menjadi pemimpin polisi yang membunuh semua anggotanya. Brigitta memanggil empat orang penjahat lain untuk membantunya. Bayarannya juga tidak main-main.



Brigitta harus tidur melayani napsu keempatnya, secara bergilir. Ia lupa akan janjinya pada Boris.



Karena dendam pikirannya menjadi sempit. Mereka akhirnya menyerang rumah polisi tersebut.



Sayang. Rencana yang kurang matang, nyaris menggagalkan semua. Kedatangannya disambut oleh dua pengawal yang menjaga rumah.



Brigitta menang jumlah. Kedua satpam dapat dikalahkan walau harus melukai salah satu kawanan penjahat.



Lagi-lagi Brigit menganggap remeh lawan. Dua remaja laki-laki menghalanginya. Terjadi perkelahian.



Brigitta melihat seorang wanita berusia tiga puluhan tengah mengintip.



Melihat sebuah peluang, ia bergegas mendatangi wanita yang mengintip. Sekali tendangan. Pintu terdobrak. Wanita itu terjengkang.



"IBU!" teriak mereka semua.



'Oh ... ini ibunya toh?!' gumam Brigit sinis dalam hati.



Brigitta melayangkan tangannya hendak menampar wanita itu. Tapi tiba-tiba tangannya dicekal.



Brigitta menoleh. Seorang gadis kecil tengah menahan tangannya. Brigitta tersenyum sinis.



"Ah ... Aku tak perlu susah mencarimu. Kau sangat mirip ibumu yang bin\*l itu!" Ujar Brigitta.



Wanita itu hendak menghempas kan tangan kecil itu. Tapi, tiba-tiba ia menjerit kesakitan.

__ADS_1



Matanya membelalak. Tangannya patah.



'Bagaimana mungkin!' ujarnya kaget dalam hati.



Tangan kecil itu memiliki kekuatan yang begitu besar.



Tiba-tiba bunyi sirine terdengar memejamkan telinga. Ternyata salah satu penjaga tersadar dari pingsannya. Ia langsung melaporkan keadaan.



Brigitta berang, dengan menahan rasa sakit yang luar biasa. Ia menyandera wanita yang menjadi ibu mereka.



Tiba-tiba datang segerombolan orang berpakaian hitam-hitam membantu kepolisian. Tentu jumlahnya banyak.



Melihat situasi begitu mendesak. Brigitta merogoh saku menggunakan tangannya yang patah. Dengan hati-hati, ia meyakini posisi ponselnya. Ia menakan angka 6. Siapa sangka, ia benar melakukannya.



Tak lama para bantuan datang. Situasi mulai dikendalikan Brigitta. Tanpa sadar ia terus meneriaki anak buahnya.



Tiba-tiba.



"Hiiaah"



Brigitta ambruk. Kepalanya terkena tendangan keras, hingga membuat ia jatuh. Ia melihat pelakunya.



"Bocah sial\*n!" Makinya.



Wanita yang menjadi sanderanya melarikan diri. Tapi dengan cepat ia menjegal kaki wanita itu hingga tersungkur.



"Argh!" Saidah mengerang dadanya mengenai ujung meja sangat keras.



Saidah jatuh lemas. Brigitta menyeringai. Ia menarik kaki Saidah, dan menyaderanya kembali.



Bala bantuan kepolisian datang. Brigitta dan anggotanya makin terdesak. Brigitta melihat seseorang melempar gadis kecil itu kepelukan salah satu anggota polisi.



"Bunuh anak itu!" Teriak Brigitta.



Gadis kecil itu kembali terlepas. Brigitta makin terdesak. Ia terkena pukulan, hingga kembali oleng. Wanita yang menjadi sanderanya jatuh.



Melihat wanita Bossnya diserang. Para anak buah melindunginya. Brigitta melihat celah untuk melarikan diri. Dengan sigap ia berhasil melarikan diri. Setelah itu ia tidak tahu lagi apa yang terjadi pada anggotanya.



Ia kembali dengan penuh luka. Tidak itu saja. Ia baru tahu jika seluruh anak buahnya terbunuh.



Boris menagih janjinya. Brigitta tentu tak bisa memenuhinya. Ia sudah melepas kesuciannya untuk empat orang penjahat sebelumnya.



Hal itu membuat Boris sangat murka. Terlebih ke tiga istri Boris. Ketiga wanita itu sangat tidak terima jika pria mereka dipermainkan.



Maka itu. Brigitta dilempar ke sebuah gudang yang kotor dan dingin.


(Flashback end).



Pintu besi itu terbuka. Brigitta masih melihat mata merah penuh amarah di sana.



"Dia sudah tidak menggairahkan lagi. Aku sudah muak dengannya," ucapnya jijik melihat wanita yang ketakutan.



"Buang dia!" Titah Boris.



Kedua penjaga langsung melaksanakan titah sang Boss. Di tengah malam buta. Mereka membawa tubuh wanita yang sudah tidak berdaya ke sebuah hutan.



Tanpa perasaan. Mereka membuang tubuh Brigitta ke dalam jurang yang dalam.



Bersambung



Selamatlah Brigitta?



Next?

__ADS_1


__ADS_2