
Akhirnya setelah lama membujuk namun Pak Sutomo kekeh dengan pendirian nya untuk tetap tinggal dirumah sederahana nya itu dan Amel mau pun Alan hanya bisa pasrah meneriman keputusannya.
"Bapak titip anak Bapak ya Nak Alan.Tolong jangan biarkan dia menangis dan menderita lagi.Jika memang sudah tidak berkenan maka kembalikan lah pada Bapak,jangan menyakitinya seperti yang dilakukan oleh mantan suaminya terdahulu"ucap Pak Sutomo sendu saat melepas anak gadisnya untuk kembali ikut bersama dengan suaminya.
"Insya allah Pak saya akan menjaga amanat Bapak.Doakan kami agar kami bisa menjalankan pernikahan ini menjadi pernikahan yang Sakinah,Mawaddah dan Warahmah ya Pak"jawab Alan mantap memilih janda bersegel bernama Amalia Nurzahrania menjadi pendamping disisa hidupnya.
"Pergilah Nak,restuku menyertai langkahmu menuju bahagiamu dengan pria yang kini merupakan pilihan mu.Berbahagialah maka Bapak akan ikut bahagia bersama kalian walaupun kita tidak lagi tinggal bersama"ucap Pak Sutomo memeluk erat putrinya yang masih terisak itu.
Berat rasanya kala harus berpisah dengan orang yang selama ini selalu bersama sama dalam susah maupun senang bersama.
Namun mau tidak mau itu harus dilakukan saat kini sudah ada orang yang harus diprioritaskan diatas segala galanya.Yaitu seorang suami yang sudah menjadi imam dalam hidupnya.
Lambaian tangan pun menutup perpisahan antara anak dan ayah itu.Pak Sutomo pun kembali masuk kedalam rumah disaat mobil yang membawa putri semata wayangnya telah menghilang dari pandangan nya.
Dan tanpa ketiganya sadari ada seseorang yang terus mengawasi gerak gerik mereka dari balik tembok pembatas antara rumah Pak Sutomo dan rumah lain nya.
__ADS_1
"Tidak akan aku biarkan kamu tersenyum bahagia sebelum aku bisa memiliki kamu seutuhnya Amelia"
Gumam nya seraya mengepalkan kedua tangan nya lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu dengan mobilnya.
*
*
Sementara dirumah Alan nampak kesibukan sepasang pasutri yang tengah mengepak barang barang untuk calon bayi mereka yang akan mereka pindahkan kerumah keluarga Mahendra.
"Iya itu sudah semua Mas.Tapi aku pikir nggak akan muat jika hanya memakai satu mobil Mas.Apa sebaiknya kita tunggu Kak Alan buat membantu kita membawakan barang sisanya"ujar Ayu memberi saran pada suaminya yang tengah fokus memasukan barang kedalam mobilnya.
"Memang Kakakmu kemana sih?pagi pagi udah ngilang aja,padahal inikan hari liburnya"tanya Zian yang memang belum melihat sipemilik rumah sedari mereka datang hingga kini mereka akan pulang lembali.
"Aku juga nggak tahu Mas.Karena dari kemarin aku nggak bertukar pesan apapun dengan nya.Mungkin dia sedang sibuk hal lain,kita tunggu saja sebentar lagi siapa tahu sebentar lagi dia pulang"
__ADS_1
Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba.Tidak perlu menunggu lama mobil Alan pun sudah terlihat memasuki halaman rumah itu.
Zian maupun Ayu mengerutkan dahinya saat melihat Alan turun dari mobil bersama dengan seorang wanita beserta koper besar juga menyertai kehadiran mereka.
"Kakak kemana saja?kenapa tidak biaa dihubungi?"gerutu Ayu begitu Alan mendekat ke arahnya.
"Assalamualaikum dulu dong Dek.Baru lanjut ngomelnya"
"Wa'alaikumsalam.Mamang Kakak dari mana?kenapa bisa bersama dengan Dokter Amel?hai Dok apa kabar?"gerutu Ayu lagi namun berubah manis saat menyapa wanita yang ada disamping Alan saat ini.
"Panggilnya jangan Dokter lagi Dek.Tapi panggil Kakak Ipar"jelas Alan meralat ucapan Amel.
"Ka_kakak Ipar?maksud kakak?"tanya Ayu cukup kebingungan.
"Maaf tidak melibatkan kalian kemari karena acara nya memang dadakan dan perkenalkan ini Dokter Amelia istri Kakak.Belum sah secara hukum sih baru sah secara agama tapi tenang saja besok akan Kakak urus berkas berkasnya ke KUA agar pernikahan kami sah secara hukum dan agama"jelas Alan yang sontak membuat Ayu dan juga Zian kaget dibuatnya.
__ADS_1