
Hari yang telah ditetapkan tiba. Sebuah perhelatan sederhana tengah diselenggarakan.
Acara ijab kabul yang diadakan begitu sakral. Tampak Jak menjadi saksi untuk gadis yang telah menjadi sekretaris istrinya itu.
Bondan menjabat erat tangan laki-laki yang hendak menjadikan adiknya sebagai istri.
Ketika Deo melafalkan ijab qobul dengan lantang dan hanya satu tarikan napas saja. Maka terdengar kata "Sah" dari para saksi.
Ucapan hamdalah terlontar dari penghulu berikut doa-doa kelanggengan rumah tangga.
Acara pun berlanjut. Tampak Sabrina tengah tenang dalam gendongan Kia. Balita itu tidak mau lepas dari dekapan ibu sambungannya tersebut.
Semenjak Deo datang, balita itu berhambur ke dalam rengkuhan Kia. Bahkan bujukan sang nenek malah membuat gadis mungil menggemaskan itu menangis.
Untuk melancarkan acara, mereka pun membiarkan Sabrina tetap dalam dekapan Kia.
Entah apa yang membuat balita cantik itu nyaman pada Kia. Bahkan, interaksi gadis itu dengan anak sambungnya sangat jarang, hanya beberapa video call saja.
Deo yang kini duduk di pelaminan tampak menatap Kia dengan pandangan bahagia.
Jak undur diri. Pria itu harus cepat pulang karena kandungan Reena makin besar dan sudah menuju bulan kelahiran sang bayi.
"Maaf Saya undur diri, Kia!" ujarnya.
"Oh iya, Tuan. Terima kasih, dan salam untuk Nyonya Reena!" ujar Kia sambil menyalim Jak, begitu juga Deo.
Pria itu hanya mengulas senyum tipis, lalu pergi meninggalkan keriuhan pesta.
Waktu berlalu, malam pun datang. Acara telah usai beberapa jam lalu.
__ADS_1
Kia dan Deo telah berada dalam peraduan mereka.
Deo menunggu Kia di hamparan sajadah. Pria itu mengajak istrinya untuk shalat isya berjamaah untuk pertama kalinya sebagai sepasang suami istri.
Kia keluar dari kamar mandi. Wajahnya yang segar dan tanpa polesan membuat ia malin cantik.
Gadis itu mengenakan mukenanya. Deo memulai gerakan sholat dengan bertakbir.
"Allahu Akbar!"
Keduanya khusyuk dalam ibadah mereka. Usai salam terakhir. Kia mencium punggung tangan suaminya dengan takzim, sedang Deo mencium kening istrinya penuh kelembutan.
Pria itu mengangkat dagu Kia dengan jemarinya. Netra mereka saling tatap dan mengunci.
Secara perlahan Deo mendaratkan kecupan manis di bibir gadis yang telah halal untuk ia sentuh itu.
Cukup lama, hingga pria itu mulai memagut pelan benda kenyal, yang kini mulai memabukkannya.
Kia melenguh dan mendesah. Tubuhnya bergetar mana kala tubuh sensitifnya disentuh bahkan diremas oleh Deo, suaminya.
Secara perlahan namun pasti, Pria itu menidurkan Kia di atas sajadah.
Ya, mereka tidak bisa membawa kenikmatan surgawi ke atas ranjang yang telah dihias cantik.
Sabrina tengah terlelap di atas sana. Gadis kecil yang cantik dan menggemaskan itu benar-benar tidak mau lepas dari pelukan ibu sambungannya.
Maka mau tak mau, Deo dan Kia merelakan malam pertama mereka di atas sajadah.
"Mas ...," Kia memanggil dengan suara mendesah.
__ADS_1
"Ssst ... jangan berisik, Sayang!" titah Deo berbisik. "Nanti Sabrina bangun."
"Jangan di sini, Mas. Kia ada kasur lipat di atas lemari!" bisik Kia sambil menahan desahannya.
Deo menghentikan cumbuannya.
"Di mana?" tanya pria itu tak sabaran.
Kia bangkit secara perlahan membenahi pakaiannya yang berantakan akibat ulah suaminya itu.
Mereka berdua berjalan secara pelan dan hati-hati. Sesekali menoleh ke arah ranjang. Tindakan mereka persis pencuri.
"Itu Mas!" bisik Kia sambil menunjuk benda yang di maksud.
Deo mendongak. Secara perlahan pria itu menurunkan kasur tersebut. Lagi-lagi mereka berjalan berjinjit.
Tiba-tiba Sabrina sedikit merengek. Kia buru-buru menepuk-nepuk pelan paha montok gadis kecil itu.
"Ssshh ... ssshh!"
Setelah yakin Sabrina tertidur. Deo yang sudah tidak tahan langsung melucuti baju istrinya, lalu menggiringnya ke atas kasur lipat yang tadi diambilnya.
Deo ******* bibir gadis itu mesra. Kia kembali merasakan gelenyar aneh dari tubuhnya. Gadis itu merespon semua sentuhan Deo.
Hingga ketika Deo ingin melakukan penyatuan tiba-tiba.
"Mama sama Papa ngapain?" sebuah suara imut dan lucu menginterupsi kegiatan yang terjadi.
TAMAT.
__ADS_1
hahahaha.... yaaa gemana tuh...
pusing pusing dah tuh kepala Deo!