Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu
BONUS Part 3 KIA DAN DEO


__ADS_3

Berhubung ada yang minta cerita Kia dan Deo. Oke lah




Kia Anjarsari, 23 tahun, adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup sebatang kara.



Gadis berparas manis dengan kulit sawo matang ini. Berkepribadian lembut dan baik hati.



Dengan postur tubuh kecil. Dengan tinggi 150cm dan berat 42kg. Kia menjadi gadis paling mungil.



Dibekali otak cerdas, cekatan dan mandiri, membuat ia bisa lolos seleksi dan bekerja sebagai sekretaris di PT Persada Anugrah. Salah satu anak perusahaan dari PT. Bramantyo Grup.



Deo Pramono, pria dengan status duda beranak satu, usia 29 tahun. Pria dengan paras tampan dengan kulit eksotik.



Tubuhnya sedikit kurus namun kekar. Pria ini hanya memiliki seorang ibu, sedang ayahnya sudah meninggal ketika ia masih remaja.



Deo bekerja di sebuah perusahaan kontruksi sebagai kepala bagaian pembangunan.



Deo bertemu dengan Kia ketika proyek pembangunan rumah sakit terbesar di kota itu.



Kia yang manis dan lembut, mencuri perhatian pria berstatus duda itu. Terlebih ketika Deo harus membawa putri semata wayangnya ke kantor.



Pria itu melihat seorang gadis menggendong anaknya dengan penuh kelembutan.



"Mba Kia!" panggilnya.



Kia menoleh. Ia nampak meninabobokan bayi berusia 7 bulan. Deo ternganga melihatnya.



"Kia ...," cicit Deo lirih.



Kia tersenyum setelah meletakan bayi dalam boxnya.



"Pak Deo, putrinya lucu sekali, boleh tau namanya siapa?" tanya Kia ramah.



"Namanya Sabrina Ayana Pramono," jawab Deo sambil tersenyum.



"Wah ... namanya cantik sekali, sama dengan wajahnya," ujar Kia memuji.



"Terima kasih, Mba!" ucap Deo lagi.



Mereka sesaat terdiam. Reena saat ini tengah pergi bersama dengan Jak entah kemana.



Deo menatap Kia secara intens. Pria itu benar-benar menindai gadis yang kini tengah berdiri mematung. Sungguh jantung keduanya berdegup begitu kencang.



"Mba Kia!" panggil Deo.



"Panggil Kia saja Pak!" ujar Kia cepat.

__ADS_1



"Kia ... maaf jika saya lancang. Tapi, jujur, saya memiliki perasaan lebih padamu," aku Deo.



Blush ....



Rona merah menerpa wajah Kia. Kepalanya tertunduk. Tanpa ia sadari. Deo sudah berada di dekatnya.



Pria itu mengangkat dagu Kia dengan jemarinya.



"Kia ... mau kah engkau menjadi kekasih ku!"



Netra Kia berkaca-kaca. Selama hidupnya ia tak pernah mendapat pengungkapan seperti ini.



Dengan berani pria itu mencium bibir gadis itu dengan lembut.



Kia memejamkan matanya. Air matanya menetes. Ini adalah ciuman pertama untuknya.



"Kia!" panggil Deo dengan suara lembut.



Kening mereka menyatu. Tampak Deo mengusap bibir yang baru saja ia rasakan manisnya.



"Sayang ...."



"Pak ...."




"Mas!"


"Iya, Sayang."



Baru saja Deo merapatkan bibirnya pada bibir Kia, tiba-tiba Sabrina menangis. Deo dan Kia tersenyum lebar.



Lalu, dengan penuh kelembutan, Kia menggendong Sabrina sambil mencium kening dan menenangkan bayi itu.



Mereka tak sadar. Kegiatan mereka berdua tadi dilihat sepasang manusia yang juga tengah jatuh cinta.



Jak menoleh pada Reena, begitu juga sebaliknya.



Jak menatap bibir gadis yang kemarin melamarnya. Melihat pandangan Jak, Reena sangat tahu apa yang pria itu inginkan.



"Sabar ya, Bang. Nanti akan ada saatnya. Tidak hanya bibir ini. Tapi, seluruh tubuh ini adalah milikmu secara halal!" tegas Reena.



Jak tersenyum. Pria itu mengangguk setuju.



"Aku akan sabar menunggu."



\*\*\*\*\*

__ADS_1



Pembangunan rumah sakit sudah 100%. Bahkan pembukaannya juga telah disiarkan di seluruh media elektronik.



Reena yang kini mengandung anak keduanya, begitu sangat puas. Pembangunan berjalan dengan baik tanpa ada satu kendala pun.



Proyek yang berjalan selama tiga tahun lebih ini, menguras otak dan tenaga. Terlebih ketika kehamilan pertama dan kini ia tengah menanti anak keduanya.



Setelah peresmian rumah sakit itu. Reena langsung pulang, sedang Jak, suaminya tengah bersama Devan untuk melakukan survei ke negara lain.



Saat ini, Kia bersama Deo. Mereka berdua tengah menikmati makan malam romantis.



Mereka bercengkrama dengan begitu mesranya. Deo tak berhenti memuji kecantikan gadis yang telah menjadi kekasihnya selama tiga tahun ini.



"Sayang ... kau sangat cantik malam ini!" pujian Deo membuat pipi Kia merona.



"Seperti janjiku. Aku sudah resign dari pekerjaanku, bahkan aku sudah lolos dan akan menjadi salah satu karyawan di perusahaan yang sama denganmu," ujar Deo panjang lebar.



"Kia mau kah engkau menjadi istriku?" Deo meminang Kia langsung.



Mendapat pinangan langsung dari pria pujaan hati, membuat gadis itu bahagia bukan main.



Dengan wajah berbinar, Kia mengangguk tegas.



"Iya, aku bersedia!"



Deo tersenyum mendengar jawaban Kia. Dia langsung mencium buku tangan gadis itu.



"Terima kasih, Sayang. Minggu depan aku dan ibu akan mendatangi kediaman kakakmu dan meminang mu langsung," jelas Deo panjang lebar.



"Mas Deo!" sebuah suara tiba-tiba menyela kebahagiaan mereka.



Deo dan Kia menoleh asal suara. Perubahan wajah Deo terlihat jelas dalam pandangan Kia.



"Siapa dia, Mas?" tanya Kia dan wanita itu secara bersamaan.



BERSAMBUNG.



hayooo loh ... siapa tuh???



hai-hai ... othor balik lagi. Kali ini kisahnya seputar Kia dan Deo ya


...



jadi kehidupan Devan dan Aira tidak terekspos dikisah ini.



boleh like, Love, komen and vote.


__ADS_1


makasih.


__ADS_2