
Alan menatap dalam wajah Amel yang tengah merona.Alan tersenyum tipis saat Amel menundukan kepalanya untuk menutupi wajah merahnya.
"Cantik"gumam Alan.
"Boleh Mas peluk kamu?"tanya Alan saat melihat wajah cantik yang begitu menggemaskan milik Amel.
Deg....
Jantung Amel terasa berhenti berdetak kala Alan dengan lantang nya meminta ijin untuk memeluknya.Rasa takut dan juga malu bercampur menjadi satu didalam diri Amel.
Dan Amel pun hanya bisa menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Alan.Perlahan Alan pun mulai menarik tubuh Amel masuk kedalam dekapan nya.
Hangat dan juga harum nya tubuh Amel begitu menenangkan untuk Alan.Alan merasa benar benar tenang dan nyaman saat memeluk Amel.
"Mas Alan..."Amel memanggil suami nya lirih.
"Hhmmm,apa sayang?belum tidur ya?"jawab Alan yang masih berusaha mengatur degup jantung nya dan juga menetralkan perasaannya yang kini begitu menggebu.
__ADS_1
"Ja_jatung Mas Alan berdegup sangat kencang,apa Mas Alan baik baik saja?"tanya Amel yang memang wajahnya berada didada Alan yang secara langsung bisa mendengar degup jantung Alan dengan begitu jelas.
"Mas tidak baik baik saja Dek dan kamu tahu kenapa Mas bisa begini?"tanya Alan balik yang membuat Amel kebingungan.
"Tidak,Memang Mas Alan kenapa?sakit?"
"Bukan,jantung Mas kaya gini itu karena kamu Dek"
"Karena Amel?memang Amel kenapa?"tanya Amel yang sontak mendongakkan kepalanya menatap bingung pada wajah Alan yang juga tengah menatapnya.
"Boleh?"tanya Alan lagi dan dengan perasaan yang tak menentu Amel pun akhirnya menganggukan kepalanya yang masih berada didalam dekapan Alan.
Mendapat lampu hijau dari Amel,Alan pun mulai menyentuh dagu Amel yang menariknya ke atas sehingga Alan bisa melihat dengan jelas wajah cantik nan ayu milik Amel yang kini tengah merona.
Perlahan Alan pun mendekatkan wajahnya kewajah Amel dengan lembut Alan mulai menyatukan bibirnya dan juga bibir ranum milik Amel.
'Manis' satu kata yang Alan rasakan disaat untuk pertama kalinya dia merasakan bibir Amel.Tidak mendapat penolakan dari Amel Alan pun mulai memperdalam ciuman nya.
__ADS_1
Walaupun masih terlihat kaku dan juga kikuk namun Amel mencoba mengimbangi permainan Alan dalam pergumulan panasnya saling bertukar nafas dan bertukar saliva.
Mulut Amel pun mulai mendesah saat Alan mulut Alan mulai menjelajahi leher jenjanya dan meninggalkan beberapa jejak dileher putih mulus Amel.
Setelah cukup puas menjelajahi leher jenjang Amel Alan pun kembali menarik wajahnya mensejajarkan wajahnya dengan wajah Amel.
"Bolehkah aku memiliki mu seutuhnya malam ini?menjadikan mu miliku seutuhnya?"bisik Alan disela nafasnya yang memburu.
"Aku milikmu Mas dan kamu berhak atas diriku kapanpun kamu menginginkanku aku akan selalu menyambutmu dengan tubuh yang terbuka Mas"jawab Amel yang begitu paham apa yang dibuituhkan dan di inginkan seorang pria apalagi kini mereka telah sah dalam ikatan suci pernikahan.
Alan pun mulai melancarkan aksinya kembali dengan kembali ******* dan menyesap bibir ranum milik Amel.
Dan kini tangan nya pun sudah mulai berani bergriya diseluruh tubuh Amel dengan menyentuh beberapa titik sensitif tubuh Amel yang mampu membuat tubuh mungil Amel menggeliat nikmat.
Pergumulan diantara keduanya pun makin panas dengan keadaan yang telah sama sama polos dan hanya tertutup selimut tebal milik Alan.
Dan akhirnya setelah beberapa kali mencoba dengan sebuah kegagalan Alan pun akhirnya berhasil membobol gerbang bersegel milik Amel yang membuat Alan menjadi candu akan rasa nikmat itu.
__ADS_1