Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu
Ungkapan Cinta Alan


__ADS_3

"Kenapa lama?ayo sini kita tidur"ujar Alan saat melihat Amel keluar dari kamar mandi.


Amel tidak menjawab namun menuruti perintah Alan.Amel berjalan mendekati ranjang miliknya dan duduk ditepi ranjang cukup berjarak dengan Alan dan itu membuat kedua alis Alan menyatu.


"Kenapa duduknya jauhan sih?kamu lagi marah sama Mas?"tanya Alan pada Amel yang begitu jelas terlihat tengah menghindarinya.


"Ng_nggak.Ke_kenapa juga aku marah?"jawab Amel yang begitu gugup dan salah tingkah saat harus satu kamar dengan Alan untuk oertama kalinya.


"Kalau nggak marah sini dong deketan"ucap Alan lagi sembari menepuk nepuk tempat kosong disampingnya.


"Ta_tapi Mas a_aku malu"jawab Amel tertunduk malu.


Melihat tinggkah Amel yang terlihat malu malu membuat Alan merasa gemas.Alan pun menarik paksa tangan Amel hingga Amel beranjak dari tempatnya dan berakhir dipangkuan Alan.


"Kenapa harus malu?aku inikan suami kamu sekarang"ucap Alan sembari menyusupkan rambut Amel yang menghalangi wajah cantiknya kebelakang telinga.


Blusshhh....


Seketika wajah Amel merah merona karena perbuatan Alan yang tiba tiba dan itu cukup membuat Amel salah tingkah.

__ADS_1


Amel reflek memalingkan wajahnya ke arah samping guna menyembunyikan rona merah diwajahnya.Melihat itu tentu Alan begitu bersemangat menggoda wanita yang baru saja dipersunying nya sore tadi.


"Lihat sini dong,ga suka ya sama wajahku sampai sampai nggak mau lihat gitu sama aku"ucap Alan sembari menarik dagu Amel agar melihat ke arahnya.


Kedua netra itu pun kini saling bertemu dan saling mengunci satu sama lainnya.Alan mngulurkan tangan nya membelai sayang wajah merah Amel.


"Cantik"


Satu kata yang Alan lontarkan yang mampu mebuat hati Amel seakan terbang kelangit angkasa.


"Ka_katanya mau tidur"ujar Amel menundukan kepalanya saat sudah tidak bisa lagi menahan rasa bahagia yang membuat wajahnya memerah dan memanas..


Alan pun menurunkan tubuh Amel yang ada diatas pangkuan nya lalu membaringkan tubuh mungil Amel secara perlahan dan Alan pun ikut serat berbaring tepat disamping Amel lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


Alan menarik tubuh Amel masuk kedalam dekapan nya.Gugup tentu dirasa keduanya karena tanpa adanya ungkapan cinta diantara keduanya tapi kini mereka berada dalam ikatan suci pernikahan walaupun baru menikah sirih karena menikah dadakan tapi tetap saja Amel halal bagi Alan begitu pun dengan Alan yang halal bagi Amel karena pernikahan mereka sah dimata agama.


"Mas sudah tidur?"tanya Amel memecah keheningan diantara keduanya.


"Belum.Memang kenapa,hhmm?"jawab Alan yang berusaha sekuiat tenaga untuk tertidur namun entah kenapa rasa kantuk itu seperti hilang ditelan bumi.

__ADS_1


"Boleh aku tanya sesuatu?"


"Tanya apa?"


"Kenapa Mas mau menikahiku?akukan janda Mas"tanya Amel dengan nada sendu.


"Memang kenapa kalau kamu janda?kamu tahu kemarin ada yang bilang sama aku gini,


'jika kamu sudah yakin dengan kata hati mu maka lakukanlah.Terlepas kamu sudah ada cinta atau pun tidak diantara kalian tapi kalau kalian yakin dengan calon pasangan kalian ya maka lakukanlah segera karena rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalan nya waktu kalin bersama'.


Tapi sayang nya rasa cinta itu sepertinya sudah tumbuh disini makanya Mas yakin dengan pilihan Mas saat ini"jawab Alan sembari menarik tangan Amel dan menyimpan nya didada Alan yang dapat Amel rasakan degup jantung nya yang begitu kencang.


Mendengar penuturan Alan reflek Amel mendongakkan kepala nya untuk menatap wajah pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Maksud Mas"tanya Amel untuk meyakinkan kalau dia tidak salah dengar.


Alan mengubah posisi tidurnya menjadi miring kearah Amel hingga kini keduanya saling tatap dengan posisi Amel yang miring ke arah Alan dengankan Alan miring ke arah Amel.


"Mas sudah suka dengan kamu Dek dan mungkin Mas sudah mulai mencintai kamu"

__ADS_1


__ADS_2