Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu
Malam Pertama Amel dan Alan


__ADS_3

"Iya Mas tahu Mas sadar akan hal itu,beri Mas kesempatan sayang Mas janji akan selalu terbuka apapun itu Mas kan cerita sama kamu,ya".


"Kalau Ayu tidak memberi Mas kesempatan buat apa Ayu ada disini bahkan mau dipeluk kaya gini sama Mas"jawab Ayu seraya membenamkan wajahnya didada bidang Zian dan hal itu membuat sebuah senyuman terbit diwajah tampan Zian yang kini semakin terlihat matang.


"Terima kasih,terima kasih sayang"ucap Zian memeluk erat tubuh Ayu sembari menghujani wajah Ayu dengan ciuman.


"Sudah geli"protes Ayu pada Zian yang terus meciumi wajahnya.


"Ini yang terakhir"jawab Zian dan detik kemudian Zian sudah membenamkan bibirnya di atas bibir ranum Ayu.


Zian menuntun Ayu perlahan menuju ke arah ranjang dan mendudukan wanita yang kini tengah hamil tua itu dengan perlahan dan hati hati tanpa melepas pangutan diantara keduanya.


Ayu yang memang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari sang suami begitu terlena saat tubuhnya kembali dibuai sayang oleh Zian.


Keduanya pun kembali meraih madu cinta yang selama beberapa bulan ini mereka pendam karena permasalahan didalam rumah tangganya yang membuat Ayu terpaksa pergi demi kebahagiaan Zian


Dan kini semua kesalahpahaman diantara pasutri itu pun telah diluruskan dan Ayu pun sudah kembali kedalam pelukan sang suami.

__ADS_1


*


*


Berbeda dengan yang ada dikamar Ayu dan Zian dimana ada sebuah aktifitas panas diatas ranjang, kedua pasutri itu tengah bergumul panas dengan saling bertukar peluh dan juga saliva.


Sedangkan disebuah kamar didalam rumah mewah lain nya nampak sepasang pasutri baru yang nampak sama sama gugup hingga tidak tahu apa yang harus mereka lakukan saat ini,tidur tentu saja tidak karena mereka berdua sama sama tidak merasa ngantuk sama sekali,mereka hanya salinh diam satu sama lain merasakan perasaan gugup satu sama lainnya.Dan mereka adalah Dokter Amel dan Dokter Alan.


Amel begitu gugup kala harus tidur satu kamar dan juga satu ranjang dengan seorang pria.Meski pun Amel seorang janda namun Amel tidak pernah tidur satu ranjang dengan seorang pria sekali pun itu suaminya.


"Mel,ba_bagaimana kalau kita tidur sekarang?ini sudah larut malam"ucap Alan memecah keheningan diantara keduanya.


"Hah,ah i_iya Mas"jawab Smel terbata karena kegugupan nya.


Alan pun mulai merangkak ke atas ranjang dan memposisikan dirinya dikasur sebelah kanan sedangkan sebelah kiri Alan peruntukan untuk Amel.


Amel pun segera mengikuti jejak Alan,merangkak ke atas kasur bagian nya.Perlahan Amel menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Dengan degup jantung yang berpompa cukup cepat Amel membaringkan tubuhnya tepat disamping Alan yang yang sudah berbaring terlentang terlebih dahulu.


Amel pun memiringkan tubuhnya membelakangi Alan guna menutupi rona merah diwajah dan juga rasa gugupnya.


"Kamu membenciku ya?"tanya Alan yiba tiba membangunkan Amel kembali yang sudah mau mengatupkan matanya.


"Nggak,kenapa aku harus benci sama Mas?Mas sudah banyak membantuku,jadi mana bisa aku membencimu Mas"jawab Amel masih dengan posisinya membelakangi Alan.


"Kalau begitu kenapa membelakangiku?hadap sini kalau memang kamu tidak membenciku"titah Alan yang sontak membuat tubuh Amel memutar secara perlahan.


Alan menatap dalam wajah Amel yang tengah merona.Alan tersenyum tipis saat Amel menundukan kepalanya untuk menutupi wajah merahnya.


"Cantik"gumam Alan.


"Boleh Mas peluk kamu?"tanya Alan saat melihat wajah cantik yang begitu menggemaskan milik Amel.


*

__ADS_1


__ADS_2