
Pagi harinya...
Alan terbangun lebih dahulu,pemandangan pertama yang dia lihat saat membuka mata adalah wajah cantik sang istri walaupun tanpa polesan makeup.
"Cantik"gumamnya.
Alan pun memajukan wajahnya untuk mencium kening kekasih halalnya itu.Seorang Dokter wanita muda yang mampu membuat hati nya luluh dan bibirnya tersenyum dengan sendirinya kala melihat wajah cantiknya.
"Eeuugghhh"merasa terusik oleh tingkah Alan yang terus saja menciumi wajahnya Amel pun mulai membuka matanya.
"Pagi sayang"ucap Alan disaat mata Amel terbuka sepenuhnya.
Amel terkesiap saat membuka matanya dia melihat wajah Alan dengan jarak yang begitu dekat.Sempat ingin berteriak namun begitu ingat kalau mereka sudah resmi menikah Amel pun mengurungka niatnya.
"Ma_mas sudah bangun?"tanya Amel yang begitu gugup mendapati wajah suaminya begitu dekat dengan nya.
"Sudah sedari tadi"jawab Alan yang semakin mempererat pelukan nya yang berada dibawah selimut yang menutupi butuh polos mereka.
"Ma_Mas,Ja_jangan begini"ucap Amel yang semakin gugup saat kulit tubuhnya bersentuhan kembali dengan kulit tubuh Alan.
__ADS_1
"Kenapa?Mas suka tahu kalau kita kaya gini"dengan santai dan cueknya Alan semakin menempelkan tubuhnya ketubuh Amel.
"Apa kamu menyesal?"tanya Alan tiba tiba yang membuat Amel yang tadinya menunduk mendongakkan kepalanya.
"Maksud Mas?menyesal apa?"tanya Amel balik.
"Menyesal sudah melakukan nya denganku dan menjadikan aku yang pertama untukmu?"
"Kenapa berpikir seperti itu?dan kenapa harus menyesal?Mas adalah suamiku sekarang dan sudah menjadi kewajibanku melayani mu kapanpun kamu membutuhkan aku"
"Benarkah kamu tidak menyesalinya?"
"Minta apa,hhmm?selama aku bisa dan aku mampu aku akan memberikan apapun yang kamu mau"
"Jangan,jangan pernah tinggalkan aku dan menduakan aku Mas,bisa?"
Alan terkesiap mendengar permintaan sederhana namun penuh dengan makna dari istrinya.Sungguh Alan beruntung bisa mendapatkan seorang Amel yang hanya memintanya untuk setia padanya.
"Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang dan Mas pastikan Mas tidak akan pernah ada wanita lain selain kamu didalam hidup Mas"
__ADS_1
Amel menatap haru pria yang baru saja beberapa bulan dia kenali namun begitu menyayanginya dan menerima keadaan nya saat ini.
Sudah tidak bisa lagi menutupi rasa bahagianya Amel pun berhambur masuk kedalam pelukan Alan dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Alan.
Keduanya pun saling memeluk satu sama lain.Memberikan kehangat dan kenyamanan bagi tubuh masing masing.
Sungguh pagi yang begitu indah untuk pasangan pasutri baru itu.Menikah tanpa cinta bukan berarti tidak bisa mencinta.Selama kita ikhlas menjalani dan menerima jalan nya takdir maka semua akan terasa indah.
*
*
Sementara dirumah yang lain nampak seorang wanita yang sedari dini hari tadi terus saja mondar mandir didalam kamarnya dengan ringisan menghiasi wajah cantiknya yang kini sedikit memucat.
"Sayang apa sebaiknya kita kerumah sakit sekarang?wajah kamu sudah mulai pucat"ucap Zian yang sudah mulai khawatir melihat kondisi Ayu yang kini tengah merasakan kontraksi.
"Nanti deh Mas kalau aku sudah nggak kuat jalan baru kita kesana.Ini aku masih bisa kok,lagi pula disana juga akan sama saja kan sebelum pembukaan nya sempurna aku akan dibiarkan merasakan rasa yang begitu dahsyat ini sendirian.Jadi lebih baik disini dulu saja"jawab Ayu disela ringisannya menahan rasa sakit akibat kontraksi diperutnya.
Zian pun hanya bisa pasrah dan tetap siaga disamping sang istri yang akan kembali berjuang melahirkan anak kedua mereka.
__ADS_1