ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
ADA APA DENGANNYA?


__ADS_3

Pernikahan itu telah usai. Semua tamu telah pulang. Dan dua keluarga beristirahat di kamar masing-masing.


Keisha masih tertidur bersama gaun pengantinnya.


Albi yang tidak terlalu tertarik mengurusi urusan istrinya terlihat masa bodoh. Begitulah sikap Albi. Sikap dinginnya belum ada satu orang pun yang bisa menghancurkan.


Namun, di satu sisi dia pria yang perhatian dan baik tetapi tidak di perlihatkannya.


Setelah selesai mandi. Albi langsung beristirahat di sofa kamar yang lumayan cukup menampung badannya. Tidak menunggu lama matanya langsung terpejam akibat kelelahan.


Pak Rudi juga memasuki kamarnya. Raut wajah marah tidak bisa di sembunyikan.


Begitu melihat Lidya yang sedang tidur, Pak Rudi membuka secara kasar selimut yang menutupi badan istrinya.


"Lidya bangun" Panggil Pak Rudi sedikit menaikkan nada suaranya


"Kenapa? Pasti anak kamu sudah menjelekkan aku lagi?" Balas Lidya yang merasa tidak bersalah


"Apa yang kamu lakukan?"


"Anak kamu aja yang ingin mempermalukan kita,menuduh aku seenaknya saja"


"Lidya.."


"Kamu mau memarahi aku lagi?" Tanya Lidya. Pak Rudi menghela nafas beratnya. Bagaimana pun juga sikap Lidya tidak jauh berbeda dengan Keisha. Tidak mau saling mengalah karena umur yang berbeda lima tahun.


Pak Rudi langsung masuk kedalam kamar mandi. Ia tidak ingin membuat keributan di hari bahagia anaknya.


Keisha terbangun dari tidurnya, dan melihat Albi tertidur di sofa. Spontan saja Keisha mengendus-endus badannya, takut aja kalau ia bau makanya Albi menjauh darinya. Ia sendiri bingung kenapa Albi memilih tidur disana, padahal ranjang hotel ini begitu empuk dan nyaman.


Albi tidur begitu nyenyak, Keisha tidak sampai hati membangunkannya.


Sebelum mandi Keisha memberikan selimut kepada Albi, ia menyelimuti badan suaminya sangat hati-hati, lalu Keisha tersenyum menatap ketampanan suami yang baru di kenalnya.


Selesai mandi Keisha duduk di tepi ranjang dan memandangi kembali wajah tampan Albi. Mau dari sudut mana saja, ia tetap terlihat tampan. Walaupun saat ini rambutnya berantakan. Matanya terpejam, tidak mengurangi nilai plusnya.


Keisha tersipu malu, ia menepuk pipinya dengan lembut. Beberapa saat kemudian Keisha berjongkok dan melihat Albi dari dekat. Keisha kembali terpesona lalu ia tersenyum malu-malu


Kenapa yang menjadi milikku pun terlihat susah untuk di gapai? Kenapa hanya dengan menatapnya saja membuat aku tersenyum manis, apa yang salah? aku jatuh cinta kepadanya? hehehe! Siapa yang tidak menyukai wajah tampannya ini gumam Keisha


Albi membuka kedua matanya, Keisha terperangah kaget, disaat ingin berdiri, gaun panjang itu menghalangi langkahnya, Tangan Albi langsung meraih lengan Keisha yang mulai kehilangan keseimbangan

__ADS_1


"Untunglah" teriak Keisha


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Albi kembali, Keisha meringis lalu menggelengkan kepalanya.


Brruuk...


Albi melepaskan pegangannya, tubuh Keisha langsung disambut oleh kerasnya tembok "Ada apa denganmu?" Tanya Keisha menatap kesal, lelaki itu kembali memejamkan kedua matanya,


Keisha ingin berdiri, tetapi kakinya kembali sakit terkena benturan lantai. Keisha meringis, menatap kesal kearah pria itu, Albi kembali membuka matanya, ia langsung mendapatkan pelototan dari Keisha


"Ngapain kamu masih disana?"


"Kamu lupa kakiku sedang sakit, dan kamu kembali membenturkannya ke tembok? apa kamu sedang mencoba melakukan kekerasan kepadaku?"


Albi menghela nafas, bangun dari tidurnya dan mengangkat tubuh gadis itu kembali "Berhenti bicara omong kosong!" Albi menjatuhkan badan Keisha begitu saja


"Aaaaaa sakit" Keisha meringis, Albi tidak peduli


"Ada apa denganmu?" Albi menghela nafasnya dan kembali melanjutkan tidur


"Aku mau ganti baju" ucap Keisha, Albi membuka matanya melihat aneh kearah Keisha


*** 


Tidak ingin berlama-lama di hotel itu, Albi memutuskan siang ini untuk kembali ke rumahnya. Sebelum pulang, Albi menemani Keisha ke rumah Pak Rudi untuk mengambil beberapa barang miliknya.


Bi Sur sudah mempersiapkan semuanya dan membawa barang-barang nona mudanya ke lantai satu.


Butuh satu jam perjalanan untuk sampai ke rumah Keisha.


Rumah itu masih kosong, Pak Rudi dan Lidya belum kembali pulang.


"Ayo masuk" Ajak Keisha menatap suaminya. Albi mengangguk dan mengikuti langkah Keisha dari belakang


Bik Sur dan Pak Supri tersenyum manis kala melihat pengantin baru itu.


"Bik udah semua ya?"


"Sudah non"


"Pak Sup masukin ke dalam mobil ya"

__ADS_1


Pak Supri dan Bik Sur, sibuk membawa barang Keisha kedalam mobil Albi. Sedangkan Albi memilih menunggu di ruang tamu bersama kesunyiannya. Dan Keisha memasuki kamarnya untuk terakhir kali.


Kenangan manis bersama Mamanya, akan ia bawa ke rumah suaminya.


Lantai dua yang biasanya menjadi tempat favorit Keisha sekarang akan kosong. Dan rumah besar itu sebentar lagi akan sepi.


Semuanya selesai, Keisha berpamitan. Ia memandangi Rumahnya dan tersenyum kecil.


"Bik Sur jagain papa ya, aku percaya sama Bibik" Pinta Keisha menggenggam tangan Bibik yang sudah menjaganya selama ini


"Iya non, non jaga diri juga. Dan sering-sering main kesini"


"Bik, aku mohon jagain Papa dari wanita jahat itu"


"Iya non pasti"


"Kalau ada apa-apa kabarin"


Setelah berpamitan Keisha langsung masuk kedalam mobil, dan Albi sendiri yang mengendarainya. Sedikit pun Albi tidak tersenyum dan berkata apa-apa. Sepanjang perjalanan cuma helaan nafas yang menemani mereka berdua.


Beberapa kali Keisha menoleh menatap suaminya berharap pria itu mengeluarkan satu kata saja.


Keisha semakin penasaran sama kehidupan Albi yang serba tertutup. Apa dia bisa masuk? Dan meruntuhkan sikap dingin suaminya. Cuma waktu yang bisa menjawab, tapi tidak tahu kapan waktu itu akan berpihak kepadanya.


Untuk sekarang Keisha akan menikmati hidupnya. Ia, akan menamatkan sekolahnya dari perguruan tinggi. Dan belajar tentang perusahaan. Keisha juga ingin membuat Lidya angkat kaki dari keluarganya. Hari ini gadis itu akan mencoba mengalah demi Papanya yang tega berbohong.


"Aku lapar" ucap Keisha membuka obrolan


Albi hanya diam "Kamu mau membunuh aku karena kelaparan" lagi-lagi Albi menghela napas, kenapa mamanya begitu kejam memilihkan jodoh kepada dirinya


"Aku lapar" teriak Keisha


Tidak jauh dari lampu merah, Albi melihat restoran cepat saji, ia menepikan mobilnya. Keisha langsung tersenyum dan baru ingin membuka pintu mobil "Kamu tunggu disini" ucap Albi


Albi turun sendiri, ia membelikan Keisha burger berukuran besar dan satu gelas coca cola, Keisha memanyunkan bibirnya "Aku mau nasi"


"Itu dulu" ucap Albi, kembali menarik pedal gasnya


Keisha hanya mengangguk kecil, dan mulai menggigit burger itu, Keisha menoleh sekilas menatap Albi, ia kembali bertanya-tanya, kenapa dia begitu kejam sebagai Suami?yang ia lakukan hanya diam, diam dan diam


"Berhenti menatapku" ucap Albi, Keisha hanya mendengus lalu mengalihkan pandangannya kearah burger yang di genggamnya

__ADS_1


__ADS_2