ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
HANYA OMONG KOSONG


__ADS_3

Di tempat lain, di rumah besar Pak Rudi, Lidya mengamuk, membanting setiap barang yang ada di hadapannya, ia berteriak histeris tidak mengerti apa yang salah dari dirinya sehingga suaminya kembali berselingkuh.


"Wanita sialan!!" teriak Lidya, pak Rudi menyikapi dengan tenang


"Mas, katakan kepada selingkuhanmu untuk menghilang dari kehidupanmu atau aku akan membunuhnya" pak Rudi tertawa kesal mendengar ancaman itu


"dan apa aku masih kurang bagimu?" tanya Lidya menangis sesak


Pak Rudi bangkit dari duduknya "dasar bodoh! Seharusnya kamu duduk tenang di rumah ini, menikmati kemewahan dengan nyaman, mengapa kau mengaturku?" ucap pak Rudi menunjukkan watak aslinya


"Haaaa! Apa jangan-jangan kau ingin menjual diri lagi di luar sana?" tuduhan itu begitu keji di rasa oleh Lidya


"jangan mengatur hidupku, jika tidak enyahlah dari rumah ini!" Lidya terlonjak kaget, membelalakan bola matanya mendengar ucapan yang menyakitkan itu


"saya sudah berbaik hati denganmu, menutupi kebodohanmu dari putri saya! Kamu kira saya tidak tahu apa? Kamu yang mendorong Keisha kedalam kolam? Dasar wanita gila!"


Kakinya terasa lemah, penglihatan buram, Lidya terjatuh ke lantai rasanya ia tidak kuat lagi menopang tubuhnya


"kau melupakan cctv di rumah ini" Lidya semakin terlonjak kaget,


Beberapa hari setelah kejadian itu, Pak Rudi kehilangan salah satu berkas kerjanya yang cukup penting,Pak Rudi begitu yakin jika hilang di rumah. Ia membuka CCTV dan menonton rekaman sebelum Keisha jatuh ke dalam kolam. begitu kagetnya Pak Rudi ketika melihat apa yang di lakukan Lidya kepada anaknya, kebaikan Pak Rudi seakan di manfaatkan oleh wanita itu. Pak Rudi mengepalkan tangan menahan amarahnya.


"dengar, kamu berhutang nyawa kepadaku, jika tidak ingin hidup seperti dulu cukup melihat dan diam saja"


"mengapa kamu menilaiku begitu hina? Aku tidak serendah itu"


"cukup!!" ucap pak Rudi, kemudian ia kembali keluar dari rumah itu. Lidya berteriak sekeras mungkin lalu menangis tanpa henti, Bik Sur melihat pemandangan itu hanya menghela napas kasar


**


Ketika pagi menjelang siang, Keisha terbangun dan melihat Albi sudah tidak ada. Kepalanya terasa pusing, Keisha melupakan kejadian yang semalam, ia juga terlihat malas untuk berangkat ke kampus namun tetap ia lakukan, karena tidak ada obat untuk rasa malas.


Ketika sampai di kampus Keisha langsung memasuki kelasnya, tidak berapa lama, Aida datang ia terlihat muram

__ADS_1


"Hei, wanita gila! Kamu masih berani untuk tersenyum?" ucap sang sahabat melihat Keisha tersenyum sedari tadi tanpa henti


Keisha masih tersenyum menanggapi ucapan Aida "kenapa? Kapan-kapan kita ke club lagi" ajaknya begitu antusias


Aida memukul bahu Keisha "kenapa katamu? Dan tidak untuk kesana lagi" tiba-tiba Keisha meringis kesal mengingat tingkahnya yang memalukan itu


"Aaaah! Mengapa aku! Aku bodoh,, bodoh dan bodooh" teriak Keisha dengan mengerjatkan kakinya di kursi kayu itu


"apa ciuman pertama? Dada yang menjulang?" Aida menatap sinis


"kumohon diam!" pinta Keisha meletakkan jari telunjuknya di bibir Aida


"Aida apa semalam aku segila itu?"


"aaaa, sangat gila, tidak hanya Albi tetapi Agra juga ada disana"


"what?" Keisha tidak mengerti lagi, ia membuka mulutnya dan tatapannya begitu kosong


"lupakan ketidak warasanmu, jadi bagaimana kamu pulang dengan Albi?"


Di sisi lain Albi tengah berada di ruangan favoritnya, Albi begitu menyukai ruangan kerjanya, tak begitu lama Dania datang membawakan beberapa berkas yang di minta Albi beberapa menit yang lalu, Dania menatap sekilas, ia melihat Albi tengah tersenyum kecil, wajahnya begitu segar dan ramah untuk di pandang berlama-lama. Dania merasa paling beruntung karena ia bisa melihat bossnya setiap hari kerja


"terimakasih kerja kerasmu!" ucap Albi, Dania tersenyum kemudian ia pamit dari hadapan bossnya


Albi mencoba mengalihkan pikirannya dari kegilaan Keisha semalam, ia kembali menatap layar monitor. Namun, Albi kembali tersenyum mengingat dimana ketika Keisha berkata akan membunuhnya kemudian Keisha juga mencium bibirnya, dan di saat Albi membalas ciuman itu, Keisha melakukan penyerangan balik, ia memegang bahu Albi dan menolak untuk melepaskan pagutan yang di lakukan Albi, ia tidak seperti Keisha yang biasanya. Ketika di cium ia hanya diam


Dan hari kemarin Keisha membalas ciuman dan permainan dari bibir Albi, hingga pada akhirnya Albi melepaskan pagutannya. Ia tidak ingin terjadi kejadian yang berlebihan. Mengingat Keisha masih di bawah pengaruh alkohol.


**


Keisha sengaja pulang larut malam, ia pulang dengan ragu, Keisha masuk ke dalam rumah dan mendapati Albi di ruang tamu tengah asyik dengan laptopnya, Keisha melirik kearah Albi kemudian mendelik kearah lain. Keisha pun bergegas pergi menuju kamar, Albi yang menyadari itu tersenyum kecil.


Setelah selesai mandi Keisha kembali mengambil laptopnya dan duduk di sofa yang berada di kamar itu, tiba-tiba pintu kamar terbuka, ia terkejut namun mencoba bersikap tenang

__ADS_1


"jadi kapan kamu akan membunuhku?" tanyanya membuat Keisha merinding


"aaaaa,, tidak seperti itu, aku benar-benar mabuk! Maaf" ucap Keisha terlihat menyesal


"jika itu yang membuatmu senang, lakukanlah!" tutur Albi tersenyum manis lalu ikut duduk di samping Keisha


"benarkah?" tanya Keisha serius


"hhhmm, ya coba saja" Albi memegang tangan Keisha lalu meletakkan pada lehernya


"aaaa... Keisha kamu mencekikku" ucap Albi penuh drama


"sembarangan" pukul Keisha tepat di dada bidang pria itu,lalu Albi kembali menggenggam tangan itu dan menatap Keisha, mereka berpandang satu sama lain


"syukurlah istriku kembali tersenyum"


"ada apa dengamu akhir-akhir ini? Apa Mas Albi menyukaiku?" tanya Keisha tersipu malu,Albi tersenyum kecil lalu menjentik dahi gadis itu


"Aaaaaa! Sakit!"


"Mas Albi, papa selingkuh lagi!" ucapnya, lalu Albi menoleh menatap serius


"Lidya?"


"Selingkuhan papaku juga"


"Tunggu, katanya papamu seorang duda"


"Ya, tetapi sebelum mama meninggal mereka sudah main belakang dan kemarin papa melakukan hal yang sama dengan wanita yang berbeda" Albi terdiam, sebelum menikah dengan Keisha ia sempat melihat profil Pak Rudi, artikelnya mengatakan pria itu begitu menyayangi keluarga dan juga setia kepada istrinya sampai maut memisahkan mereka


Ternyata?


Itu hanya omong kosong!

__ADS_1


"Aku masih ingat semuanya dan itu menyesakkan setiap kali aku mengingat kejadiannya" Albi menghela nafas, lalu menggenggam tangan Keisha


"Kei, setiap kali kamu mengingat rasa sakitnya, setiap kali juga, pintu terbuka untuk dunia yang penuh dengan permulaan, dan juga kesempatan baru selalu datang, lupakan perlahan, dan jalan yang terbaik adalah memahaminya, dan kamu percaya apa pun yang mungkin menyakitimu hanya akan membuat kamu lebih kuat pada akhirnya" mendengar ucapan Albi, membuat Keisha tersenyum manis, ia seperti mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi semuanya.


__ADS_2