
Pada akhirnya Keisha kembali ke rumah orang tuanya. Walaupun disana ada seseorang yang di benci, tetapi itu tidak menjadi halangan.
Lidya semakin lama semakin berani terhadap Keisha.
Begitu juga Keisha, rasanya ia ingin menangkap kejahatan dari ibu tirinya.Setiap pertemuan mereka selalu berdebat untuk hal yang sama.
keisha membenci Lidya, Lidya juga membenci Keisha
mereka saling bertatapan, menahan kesal di hati, Lidya kesal kenapa Keisha kembali lagi ke rumahnya. sangat mengganggu harinya yang tenang pikir Lidya
"Kasihan sekali, lagi sakit tapi di usir suami" sindir Lidya
"Kasihan ya, kasihan dong!" dari kamar Pak Rudi menatap mereka kembali ribut
"Lidya hentikan!"
"Kalau sakit nanti kita ke rumah sakit lagi tetapi di antar Pak Supri, papa malam ini mau berangkat keluar kota" mendengar itu Lidya langsung tersenyum puas, setidaknya ia bisa bebas menghina Keisha yang tidak akan bisa melawannya
"Papa mau menemui klien yang cukup penting, kamu tidak apa papa tinggal disini bersama Bik Sur?" Keisha hanya mengangguk
"Kamu ikut aku, biarkan Keisha dengan nyaman di rumah ini" ucap Pak Rudi menatap Lidya yang langsung tertunduk lesu, malam itu juga Pak Rudi dan Lidya berangkat keluar kota, Keisha merasakan kembali aura positif dari rumahnya.
Sudah dua hari berlalu, Keisha merasakan kembali kenyamanan saat berada di rumahnya.
Perlahan juga kaki Keisha semakin membaik.
Keisha mengambil izin kuliah, dan sore ini Agra mengunjungi rumahnya. Di hari kemarin Aida dan Mamanya juga mengunjungi Keisha.Tidak ada Lidya membuat ia semakin tenang berada di rumah itu.
Tepat pukul lima sore Agra datang sesuai dengan alamat yang di kasih Keisha.
Agra dengan senyuman manisnya turun dari mobil seraya membawa Buket bunga mawar putih yang menunjukkan kasih sayangnya yang tulus, tidak lupa campuran bunga mawar berwarna pink kesukaan Keisha.
Keisha tersenyum manis kala Agra memberikan bunga itu, perlahan Agra mendorong kursi roda yang di naiki Keisha ke sebuah taman yang terletak di sebelah rumah megah gadis itu. Iya, taman bunga kesayangan Mamanya. Dan kini Bik Sur yang merawat taman itu.taman itu begitu banyak di tanami dengan berbagai bunga, mulai dari yang harga terjangkau sampai mahal. ketika berada di taman itu, siapa saja akan merasakan kenyamanan dan ketenangan.
Agra meminta Keisha untuk turun dari kursi roda dan menyuruh dia berjalan perlahan. Agar kakinya semakin kuat.
Perlahan tapi pasti, Keisha melangkah satu persatu. Di depannya ada Agra yang memberikan semangat.
Hal yang tidak pernah dilakukan suaminya. Dan sudah dua hari Albi menghilang, ia tidak pernah mengunjungi Keisha atau memberikan kabar. Lelaki itu sibuk dengan pekerjaannya, jangankan menghubungi Keisha untuk makan saja ia sering lupa. ia berangkat terlalu pagi dan pulang larut malam. Albi membiarkan Keisha untuk mencari ketenangan sementara di rumahnya.
"Anak bayi lagi belajar jalan" Goda Agra seraya melingkarkan tangan Keisha ke lengan kekarnya
__ADS_1
"Anak bayi yang ternistakan" Balas Keisha terkekeh geli
"Masih kuat?"
"Masih dong?"
"Kenapa kamu pulang?" Tanya Agra disaat mereka berhenti sejenak
"Ini rumah aku kak, rumah itu hanya numpang buat tidur"
"Keisha"
"Hmmm"
"Sabar dan ikhlas dua kata yang sederhana, tapi tidak semua orang bisa melakukannya, termasuk aku" Ucap Agra
"Aku ingin melepaskan kamu tetapi kamu selalu membuat aku khawatir"
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, aku adalah wanita yang paling kuat" Ucap Keisha tersenyum lebar
"Sekuat apa kamu sampai masih bisa tersenyum menutupi lukamu?"
"Pertama papa selingkuh, kedua mama pergi untuk selamanya, ketiga papa menikahi selingkuhannya dan keempat...." Keisha menghentikan ucapannya
"Tidak, keempat aku takut menyakiti orang yang mencintaiku"
"Kei kamu percaya semua itu hanya tentang waktu, dan orang yang mencintai kamu tidak akan pernah meninggalkan kamu"
Keisha hanya terdiam dan mereka kembali melanjutkan perjalanannya. Beberapa menit kemudian Albi datang kesana setelah menemui Bik Sur dan menanyakan keberadaan Keisha.
Pria itu melihat di atas kursi roda ada buket bunga, spontan saja Albi mengambilnya dan membuang ketempat sampah tepat di belakangnya.
Baru saja tangan Agra mau menyentuh pundak Keisha, tangan panjang Albi langsung menyingkirkan itu.
Albi menatap Agra sangat marah dan langsung saja pria itu mengangkat tubuh istrinya, dan mendudukkannya ke kursi roda kembali.
"Tunggu!" Ucap Keisha mencoba mengambil kembali buket bunga itu, lalu ia tersenyum dan menoleh kearah Agra
"Kak Agra ayo" Ajak Keisha, Agra mengangguk dan mengikuti mereka dari belakang
"Kei aku pamit ya"
__ADS_1
"Iya, makasih bunganya loh" Ucapnya kembali tersenyum.
Lagi-lagi Albi menggendong Keisha ke lantai dua, untuk pertama kalinya ia memasuki kamar Keisha yang bernuansa feminim.
Kamar yang bercat putih dan hanya menggunakan warna full white , pada elemen-elemen utama interior memberikan kesan bersih saat melihat kamar gadis itu,
Apalagi pajangan feminin yang menonjol di setiap sudut dan dan dinding. Seperti figurin, boneka, dan bunga.
Bahkan yang lebih menarik bagi Albi ketika ia menatap foto masa kecil Keisha.
Beberapa menit kemudian Albi membuka roal gorden jendela kamar istrinya. Mukanya yang sudah merah menahan marah, seperti halnya ketika kutub es yang sudah meleleh akibat suhu panas.
"Kamu pulang untuk menemui dia?" Tanya Albi masih membelakangi Keisha
"Kenapa kamu tiba-tiba marah? Kamu cemburu?" Balas Keisha
"Jika marah ini adalah cemburu, maka ia aku cemburu" Mendengar itu Keisha langsung menoleh ke arah suaminya. Persekian menit Keisha tertawa kecil
"Sebenarnya mau Mas Albi ini apa?"
"Padahal sudah ada orang yang di cintai tetapi masih menginginkan orang lain, tidak baik serakah Mas"
"Sesekali serakah demi sesuatu hal yang kita inginkan tidak apa"
"Dan mencintai seseorang bukan berarti harus memilikinya juga" Sahut Albi menatap Keisha dalam-dalam
"Saat ini kamu istri aku, tanggung jawabku dan sekarang kita pulang ke rumah kita" Mendengar kata kita membuat Keisha banyak mengartikan hal lain. Kita adalah kata gabungan dari aku dan kamu. Berarti seseorang itu adalah orang yang spesial.
"Tanggung jawab? Tapi hilang tanpa kabar" Jawabnya ketus
"Pekerjaanku lagi banyak, aku harap kamu mengerti"
"Ayo pulang"
"Aku mau disini"
"Kei"
"Jika aku istri kamu, maka kamu juga suami aku. Dan ini rumah aku, kamu juga berhak untuk tinggal disini"
"Aku tidak suka main-main"
__ADS_1
"Yaudah silahkan kamu pulang, aku berada di tempat yang aman" Tutur Keisha. Albi menggelengkan kepala dan langsung menghubungi Pak Bowo untuk mengantarkan beberapa bajunya ke rumah Keisha. Keisha tersenyum mendengar percakapan mereka.