ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
ALASAN DARI KESEPIAN


__ADS_3

Malam ini,hari pertama bagi Albi tidur di rumah istrinya. Sedikit canggung. Namun, tidak ada masalah baginya.


Malam itu juga Lidya dan Pak Rudi kembali dari luar kota.


Pak Rudi tersenyum kala ia melihat mobil menantunya.


Seperti permintaan Keisha, Bik Sur menyiapkan makan malam di meja makan yang berada di lantai dua. Karena Albi tidak akan nyaman jika makan bersama orang lain.


Guyuran air terdengar membasahi tubuh pria itu. Keisha perlahan turun dari kursi roda dan menaiki ranjang tidurnya.


Beberapa menit kemudian Albi keluar dari kamar mandi. Seperti biasa pria itu hanya mengenakan handuk dan membiarkan dada bidangnya terlihat begitu saja. Bahkan itu sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi Keisha.


"Mas Albi makan malam sudah di persiapkan" Ucap Keisha menarik selimut dan menutupi sebagian tubuhnya


"Aku langsung istirahat" Sahut Albi seraya memakai kaos polos bewarna putih


"Kamu tidak nyaman?" Tanya Keisha melirik sekilas kearah suaminya. Albi mengangguk dan langsung melirik kanan kiri mencari tempat tidur


"sebaiknya aku tidur di sofa"


"kamu yakin?" tanya Keisha, lalu Albi menggelengkan kepala


"kalau begitu, tidur disini lebih baik" ia berbaring di samping Keisha. Sebagai pembatasan di antara mereka, Keisha memberikan boneka Teddy Bear bewarna cokelat yang berukuran besar di tengah-tengahnya


"Mas,meja makan ada di lantai dua kok, dan kamu tidak perlu bertemu siapa-siapa" Lagi-lagi Albi terdiam seraya memejamkan matanya. Keisha hanya menghela nafas berat.


"Mas Albi" Panggil Keisha perlahan


"Hmmm" Sahut pria itu dengan mata yang masih terpejam


"Sejak kapan kamu tidak nyaman makan bersama orang lain?" tanya Keisha begitu penasaran


"Beberapa tahun belakangan ini" ucapnya seraya berfikir sejenak


"Kenapa?walaupun bersama keluarga sendiri"


"Tidak seburuk itu, kadang ikut makan bersama mereka tetapi-" Albi menghentikan ucapannya

__ADS_1


"Tetapi apa?"


"Tetapi tidak sering"


"Apa karena alasannya wanita itu?" Albi menggelengkan kepala dan tidak ingin membahas itu lagi, ia kembali memejamkan kedua matanya


"Mas Albi pernah nonton drama korea yang berjudul my love from the star?" Mendengar pertanyaan aneh Keisha, Albi membuka matanya. Sebelum menjawab "Tidak", Albi menatap gadis itu cukup lama


"Kenapa dengannya?"


"Lelakinya sama seperti Mas Albi, tidak bisa makan sama orang lain, punya teman hanya satu orang, lalu ketika ia mencium pasangannya, ia akan menggigil kesakitan, sama bukan?". Albi tersenyum miring menanggapinya,hal aneh apa yang di ucapkan Keisha, ia sepenuhnya tidak seperti itu


"Jika iya sama, apa kamu akan meninggalkan bumi juga?" Tanya Keisha terkekeh geli membayangkannya,ketika Albi pergi ke planet lain lalu menemuinya kembali, dunia imajinasi Keisha sedang berkembang saat ini


"Hei! Aku ini manusia,itu hanya drama" ucap Albi membuyarkan hayalan istrinya


Keisha masih tersenyum lebar "Tapi..." Tiba-tiba saja Albi mendekatkan wajahnya kearah keisha, perlahan ia kembali mencium bibir gadis itu, kali ini bukan hanya kecupan manis, tetapi Albi begitu bergairah ******* bibir lembut keisha,Keisha melongo tetapi ia menikmati setiap permainan Albi


"Terbuktikan aku bukan alien?" Ucap Albi tersenyum kecil, Keisha masih terpaku, apa yang barusan terjadi, kenapa pria mesum itu menciumnya lagi.


Dan lagi-lagi Keisha menikmatinya,


Lelaki gila ini menertawakan aku setelah membangkitkan jiwa menggairahkan ku gumam Keisha menggigit bibirnya


"Jangan kebanyakan nonton drama,belajar biar lulus dengan IPK terbaik"


"Apa salahnya aku kesepian dan nggak ada hubungannya dengan belajar"


Albi tersenyum ketika Keisha mengucapkan kata itu "Bukankah ada aku, pria tampan yang selalu kamu tatap diam-diam dan akhir-akhir ini pria tampan itu juga yang membuat jantung kamu berdebar lebih kencang"


"Heeoool,sungguh kamu begitu percaya diri" Balas Keisha tertawa lepas namun pipinya merah merona, langsung membayangkan hal yang aneh-aneh


"Lagi dan lagi kamu memikirkan itu?" ucap Albi menyentil kening Keisha,


"Aaaaaaa" ucap Keisha meringis


"Jauhkan pikiran mesummu itu sekarang juga" Ucap Albi mendelik geli,dan langsung di sambut tawa oleh Keisha

__ADS_1


**


Albi sangat berbeda akhir-akhir ini, pria itu begitu berani melakukan hal yang iya suka, apa ia sudah terpancing dengan Godaan Keisha.Jika iya itu akan membuat Keisha menjadi pemenangnya.


Mata yang tadi memandang Albi perlahan tertutup.


Keisha juga tidak ingin rumah tangganya berakhir seperti orang tuanya.


"Apa lelaki itu mencintaimu?" Tanya Albi kembali dan masih menatap Keisha sangat dalam


Keisha membuka matanya menatap pria itu lekat-lekat "Soal itu, aku tidak mengerti dan bukankah jika kita menggenggam sesuatu yang seharusnya tidak milik kita pada akhirnya akan lepas juga"


"tetapi kamu terlihat bahagia ketika di dekat dia?"


"Iya, banyak hal yang membuat aku tersenyum kala bersama dia,dia pria baik yang pernah aku temui"


"Lalu bersama aku?"


"Aku juga bahagia, karena Mas Albi selalu menjaga aku dalam ketakutan,Mas Albi kadang baik kadang jahat"


"Iya sampai membuat kamu terjatuh dan aku tidak ada disana...."


"Tidak apa Mas"


"Karena orang yang kita cintai lebih penting? Dan saat itu Mas menemui dia bukan?" Ucap Keisha memotong pembicaraan Albi. Albi terdiam, sedangkan Keisha menarik selimutnya sampai menutupi wajah.


Begitu akhir cerita mereka malam ini. Keisha tertidur pulas di samping Albi, walaupun tidak saling bersentuhan.


"Aku menemui dia hanya untuk pekerjaan" Ucap Albi membuka selimut yang menutupi wajah istrinya


Begitu beruntungnya Friska menjadi wanita yang di cintai Albi si pria tampan itu. Walaupun sudah menikah dan saat ini sudah menjadi janda, ia selalu memiliki tempat sempurna di hati Albi. Bagaimana pun juga Friska adalah cinta pertamanya.


Cinta pertama adalah cinta yang sama sekali tidak akan hilang dari kenangan setiap orang. Pertama kali jatuh cinta, pertama kali merasakan cemburu, pertama kali patah hati, semuanya serba pertama.


Dan ada yang beruntung karena cinta pertamanya berhasil jadi cinta terakhirnya. Namun tak banyak juga yang merasakan tak terwujudnya impian menjalani hidup bersama sang cinta pertama.


Cinta pertama adalah hal sakti yang mampu membuat kamu terjebak nostalgia. 

__ADS_1


Tidak begitu dengan perjodohan, kita sama sekali tidak mengenal dia luar dan dalam. Tidak mencintainya bahkan tidak tahu kapan kita akan mencintainya, semua masih terlihat kaku, jalan di tempat dan ada juga yang setiap harinya seperti perang dunia. Perjodohan itu ibarat kita kalah dalam permainan sama orang ketiga, dan sebagai konsekuensinya kita harus menerima itu. Hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaan dari kata aku telah mencintai orang itu.


__ADS_2