ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
KAMU MENCINTAI AKU?


__ADS_3

"Saat ini strategi tatap muka langsung dengan pelanggan sedang viral"


"Dan banyak juga selebritas dan influencer mempromosikan produk kita di media sosial oleh karena itu kita bisa mendapatkan respons positif lebih cepat dari perkiraan" ucap ketua pemasaran


"Beberapa minggu ini penjualan kita mulai stabil, kita juga akan memperkuat strategi marketing dengan menyewa model untuk merek kita" sambung Karin tersenyum manis karena ia melihat sendiri bagaimana perjuangan rekannya beberapa minggu ini


Albi yang sedari diam memikirkan bagaimana respons Keisha begitu mengetahui apa yang di lihatnya, Darwin memanggil bossnya menyadari itu Albi menoleh sebentar lalu "Ide bagus! Produk kecantikan sangat mengandalkan kepuasan masing-masing setiap orang, jadi saya ingin di pertahanankan terus karakteristik unik produk kita"


Albi melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, mereka pun menyelesaikan rapat terakhir hari ini, sedangkan di rumah Albi. Keisha mencoba untuk membuatkan makan malam untuk suaminya, ia melihat berbagai resep dari media sosial tetapi tetap saja gagal ia mengeksekusi.Keisha melihat berbagai resep dari yang mudah sampai yang paling sulit, tetap saja tidak ada yang masuk dalam ingatannya.


Kepanikan semakin menyelimuti Keisha ketika semua peralatan masak sudah memenuhi setiap kubikel dapur, berantakan dan kotor sudah menjadi pemandangan yang tidak menyejukkan, dan semakin membuat ia menghela napas panjang ketika hasil masakannya tidak terlihat sama sekali.


Dan beberapa saat yang lalu Keisha menyuruh Pak Herman untuk pergi ke swalayan terdekat membeli beberapa sayuran. ketika Pak Herman kembali ia bingung harus menyemangati Keisha atau membantu Keisha.Pak Herman hanya berdiri bingung


"Pak Herman sudah kembali?"tanya Keisha dan matanya masih fokus menonton youtube


"Ada sayurnya?"


"Ada non"


Pak Herman menggarut kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali lalu ia mencoba untuk memanggil Keisha kembali "Non Keisha"


Keisha menoleh sekilas "Iya"


"Ada yang bisa saya bantu? seperti mencuci piring, membersihkan lantai" Keisha langsung menggelengkan kepalanya


"Tidak perlu, silahkan kembali ke pos" suruh Keisha tersenyum lebar


Baru Pak Herman membuka pintu depan, ia juga melihat Albi baru turun dari mobil "Ada apa?" tanyanya


"Itu tuan tadi di suruh non Keisha"


"Ngapain?"


"Beli sayur, non Keisha lagi masak" Albi menaikkan kedua alisnya dan langsung bergegas masuk

__ADS_1


Bruuukkkk!


Telor jatuh ke lantai, di susul perbawangan juga ikut menggelinding, Keisha merungut lalu berjongkok membersihkannya, Albi yang baru tiba mencium aroma ikan goreng yang telah gosong bahkan dari pintu masuk aromanya sudah tercium. Ia berjalan kearah dapur melihat Keisha telah memporak-porandakan dapurnya.


Gadis itu bahkan mengabaikkan penampilan yang selalu ia jaga, saat ini ia memakai kaos putih oblong yang sudah lecek dengan beberapa noda menempel disana, rambut acak-acakan dan tentu tanpa riasan di wajahnya.


Albi menggelengkan kepala mendengarkan gerutuan Keisha "OMG!! Shiit!"


"Haaaa, aku membenci dirimu Keisha!" ucapnya lalu menoleh kearah samping, disana Albi tengah berdiri seraya berkacak pinggang


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Albi langsung mematikan api kompor


Keisha mendengus "Mas Albi tidak lihat aku mencoba membuat makan malam"


"Tidak perlu repot-repot, kita bisa makan di luar" ucap Albi lalu memegang lengan Keisha dan menyuruh dia untuk berdiri


"Mas Albi menyepelekankan aku? Emng kamu aja yang bisa masak aku juga-" Keisha menghentikan ucapannya lalu menunduk lesu melihat ikan sudah berubah warna


"Aku juga tidak bisa masak"


Keisha mengangguk lalu tersenyum sumbang "Oh ya tadi aku ke kantor Mas Albi mengantar beberapa berkas mu yang ketinggalan, jadi aku penasaran seperti apa ruang kerja suamiku" tuturnya sebelum Albi bertanya


"Itu bukan tempat istimewa hanya ruangan kerja biasa" Keisha hanya tersenyum lalu melanjutkan memotong sayuran


"Kamu tidak apa?" tanya Albi kembali


Keisha tersenyum "Ya, aku baik-baik saja"


"Apa kebetulan kamu melihat foto itu?" Keisha terdiam lalu menoleh menatap lelaki itu


"Aaaa foto itu, aku tidak sengaja melakukannya lain kali aku akan meminta izin sebelum menyentuh barang-barang Mas Albi"


"Tadi pagi Friska meminta bantuanku karena ia di aniaya oleh mantan suaminya" mendengar ucapan itu Keisha mendongak kesal


"Kamu benaran mau aku bunuh? Dasar pembohong, tadi pagi kamu berkata meeting di luar tetapi"  tanya Keisha mengarahkan pisau ke dada Albi

__ADS_1


"Ya bunuh saja, aku telah melakukan kesalahan!" Albi memegang tangan Keisha, dengan cepat, tangan Keisha ia tekankan pada dadanya, Keisha langsung panik dan mencoba menarik tangannya, Albi tersenyum menatap Keisha menutup mata


"Silahkan, kamu bebas, silahkan tusuk aku" mendengar itu tangan Keisha bergetar


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan Mas"


"Keisha kamu kehilangan kesempatan hari ini jika tidak melakukannya"


"Ya, tidak apa" Albi mengambil pisau itu lalu meletakkannya kemudian ia menggenggam tangan Keisha dan menatapnya


"Bersihkan dirimu, biar aku yang membuatkan makan malam" suruh Albi tersenyum manis


Keisha mendongak bibirnya berkedut beberapa kali, mengatakan hal yang selalu di pendamnya lebih baik "Mas Albi rasanya kamu lebih pantas bersama Friska"


Albi menghentikan bersih-bersihnya lalu menatap Keisha dengan serius "Kenapa kamu berfikir begitu lagi?"


"Aku tahu Mas Albi selalu menahannya, kamu tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain selain Friska, bahkan setelah dia menyakitimu kamu pun masih peduli, aku memikirkan kisah cinta kalian yang begitu kuat" Albi terdiam melihat Keisha tersenyum


"Keisha, kenapa kamu secepat itu menyimpulkannya?"


"Karena aku menyadari setiap bersamanya kamu begitu bersemangat"


"Tidak seperti itu Kei-"


"Kamu mencintai aku?" Tanya Keisha kembali membuat Albi terdiam


Lalu Keisha kembali tersenyum karena ia sudah mengerti jawabannya apa "Mas Albi jika ingin bersamanya silahkan! Hidup dengan orang yang kita cintai lebih baik, dan aku minta ceraikan aku baik-baik, karena terlalu menyakitkan ketika melihat kamu bersama wanita lain"


"Keisha apa-"


"Aku tidak ingin menjalankan hidup seperti orang tuaku, kumohon pikirkan baik-baik" ucap Keisha lalu pergi menuju ke lantai dua


Albi memijit pelipis matanya, ia tidak menyangka Keisha akan berkata seperti ini,ia membantu Friska atas dasar kemanusiaan. Tidak ada niat lain. Dan ia memberitahu Keisha agar tidak ada kesalah pahaman di kemudian hari. Namun keisha mengartikannya dengan cara yang berbeda.


Bagi Albi. Makna mencintai seseorang itu adalah ketika kamu bisa berbagi kebahagiaan dengannya dan ketika datang hari yang melelahkan ada tempat untuk bersandar, tidak perlu lagi berjalan sendirian. Dan ketika mecintai seseorang kamu akan mengingat apapun tentangnya, dan hal yang paling menyenangkan ketika hanya dengan menatapnya bisa membuat kamu tersenyum bahagia. Bagi Albi itu sudah cukup, ketika bersama Keisha dia menemukan itu semua.

__ADS_1


__ADS_2