ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
KENAPA KAMU MENIKAH!


__ADS_3

Rumah berlantai dua yang terletak di kawasan elit. Dan rumah yang tidak sebesar rumah keluarga Keisha, tetapi suasana di rumah itu cukup sunyi dan menenangkan. Rumah yang akan di tinggalinya hari ini dan seterusnya , entah untuk waktu berapa lama.


Ia akan tinggal bersama pria berdarah dingin dan sulit di tebak jalan pikirannya itu.


Suka atau tidak Keisha akan tetap melihatnya sepanjang hari.


Satpam di rumah itu berlari membukakan gerbang yang bewarna putih kala melihat tuan mudanya datang.


Dua orang perempuan yang sudah berumur keluar dari dalam rumah menyambut kedatangan mereka dengan senyuman hangat.


Dari arah belakang satu orang laki-laki yang sudah berumur juga terlihat berlari membukakan pintu mobil.


Mereka adalah penjaga rumah Albi.


Mereka bertiga menurunkan barang-barang Keisha dan membawanya langsung kedalam kamar Albi.


Keisha mengikuti langkah Albi menaiki anak tangga. Sepanjang tangga tidak ada foto yang terpajang didinding bewarna krem itu. Hanya beberapa lukisan yang tidak di mengerti oleh gadis itu.


Namun, yang lebih mengejutkannya lagi ketika Keisha melihat dua ranjang tidur di kamar suaminya. Satu berada di dekat jendela dan satu lagi berada di tengah-tengah ruangan. Kamar yang luas dan tertata rapi.


"Kamu tidur di ranjang yang itu" Tunjuk Albi ke sebuah ranjang yang berada di tengah-tengah ruangan. Albi memberitahu sebelum Keisha bertanya


"Kenapa?" Keisha masih kebingungan, apa ini yang namanya menikah?


"Aku tidak biasa jika harus tidur berdua!"


"Kenapa? Lalu kenapa kamu menikah?" tanya Keisha mencari jawaban, Albi hanya terdiam


Keisha tersipu malu, kedua pipinya langsung memerah, tiba-tiba saja ia memikirkan hal di luar nalarnya, malam pertama menggairahkan, seperti yang di lakukan pengantin baru lainnya. Albi sedikit merinding melihat aura mesum dari gadis itu


"Hentikan pikiran kotormu itu" Ucap Albi melotot tajam melihat Keisha masih tersenyum aneh


"Kenapa? Why? Jangan-jangan kamu?" Keisha memberhentikan ucapannya, sedangkan pikirannya mulai semakin travelling kemana-mana


"Apa?" Tanya Albi seraya membuka jasnya


"Apa punya kamu tidak berfungsi?" Tanya Keisha mengerutkan keningnya kala melihat gelagat aneh suaminya. Albi menggelengkan kepala tidak percaya Keisha begitu berani tak lama kemudian ia berlalu ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Keisha semakin kebingungan di tambah sikap suaminya yang sulit di pahami namun sulit untuk di lewatkan.


"Jangan-jangan orang tua kamu menjodoh kita, karena dia tahu kamu" Ucap Keisha kembali seraya berdiri di depan pintu kamar mandi.


Keisha tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Ia masih tetap menunggu disana. Beberapa menit kemudian Albi keluar mengenakan handuk dan memperlihatkan dadanya yang terlihat bidang. Untuk sesaat Keisha tertarik melihat itu,


Apa yang terjadi denganku, kenapa aku terus menatapnya. Tunggu! Apa karena aku melajang terlalu lama, haaaa. Karena aku sudah lama tidak merasakan sentuhan lelaki, mungkin jantungku berdebar sejenak karena alasan itu. Gumamnya


Tetapi ada hal yang lebih penting,pertanyaan lain sedang menghantuinya.


 


Albi menggelengkan kepala ketika Keisha terus mengikutinya. Setiap langkah Albi, di ikuti oleh Keisha. Bahkan ketika Albi sudah mempelototinya.


"Aku mau pakai celana"


"Aku tidak peduli, ganti aja" Balas Keisha masih penasaran, Namun matanya tidak berkedip melihat pemandangan indah di depannya


"Atau kamu agak bengkok?" Tanya Keisha sekali lagi


"Iya aku tidak tertarik kepada siapapun, puas!" Balas Albi yang mulai risih melihat tingkah Keisha yang terus mengikutinya. Keisha membesarkan mata, mulutnya mengangah tidak percaya. Ia tidak habis pikir kenapa lelaki setampan itu tidak tertarik kepada siapapun. Andai saja ia tahu, Albi berbohong untuk hal itu


"Hmmmm" Sahut Albi, mendengar itu Keisha bergegas keluar dari kamar. Ia masih tidak percaya atas apa yang di dengarnya. Dan bagaimana bisa Papanya menjodohkan ia bersama pria aneh itu. Iya, semua gara-gara Ibu Tirinya. Keisha mulai kesal mengingat nama perempuan gila itu.


Seharian Keisha benar-benar bosan di rumah Albi. Suasana di rumah itu belum memikat hatinya. Di tambah pikirannya yang sedang tidak nyaman.


Matahari mulai tenggelam. Sedari tadi Keisha duduk sendirian di tepi kolam renang yang menghadap langsung ke sebuah taman rumah suaminya.


Begitu Albi turun ke lantai satu, ia melihat Keisha sedang menelepon seseorang,


Albi berdiri di satu sisi tiang rumahnya mendengarkan obrolan Keisha.


"Aku terus melakukan kesalahan dan menikahi orang yang tidak aku kenal, di usir dari rumah. Aku tidak bisa melakukan apapun, Aida dahulu aku berpikir aku orang yang kompeten dan ceria. Tapi sekarang aku merasa sangat bodoh, kenapa aku bisa seperti ini, aku merasa bodoh dan itu membuatku gila, Papaku pun lebih memilih istri mudanya, Aida aku kesepian dan tertekan"


Albi terdiam seraya menatap Keisha dari belakang, tak berapa lama ia kembali kelantai dua


...

__ADS_1



...


Beberapa menit kemudian Keisha juga kembali menuju kamar. Albi terlihat sibuk bersama laptop di depannya.


Keisha menarik selimut dan memandangi Albi. Keisha berfikir bagaimana bisa lelaki itu tidak tertarik dengannya yang memiliki body goals.


"Aku lapar" Ucap Keisha mengangkat kedua tangannya. Spontan saja Albi melirik ke arah istrinya yang sedang memasang mimik wajah kelaparan


"Aku lapar, aku lapar" Ucap Keisha kembali ketika tidak mendapatkan respons


"Mas albi nggak makan?" Sambung Keisha mulai sok akrab dan beramah tamah


"Aku juga tidak biasa makan bersama orang lain"


"Mas Albi sebenarnya manusia bukan, apa-apa nggak biasa" Albi lagi-lagi hanya diam membatu


Keisha mengerutkan wajahnya. Ia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Albi.


Dari luar ia nampak seperti orang normal bahkan nyaris sempurna. Tetapi dari dalam sulit untuk di mengerti.


Keisha berjalan sendirian ke arah meja makan. Meja makan terlihat penuh. Namun, pembantu sama sekali tidak terlihat.


Keisha mencoba mencari mereka kearah dapur. Tetap saja tidak di temukan satu orang pun. Sedangkan di luar rumah cuma ada dua orang satpam yang sedang berjaga.


Rumah besar itu benar-benar kosong dan sunyi.


"Pak" Panggil Keisha dari depan pintu. Satpam yang berjaga itu langsung berlari ke arah nyonya barunya


"Kok di dalam nggak ada orang?"


"Iya non, Bik Mila sama Bik Ira sudah pulang. Begitu juga sama Pak Bowo" Jelas Pak Herman


"Kenapa pulang?"


"Mereka hanya bekerja dari jam tujuh pagi sampai jam tujuh malam non. Habis itu pulang"

__ADS_1


"Ya udah Pak" Keisha langsung masuk dan kembali ke meja makan. Ia semakin merasa sikap Albi benar-benar di luar akal sehatnya.


Bukannya makan, Keisha memilih duduk melamun seraya menerka-nerka kebingungannya. 


__ADS_2