ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
KONYOL! ITU HARGA DIRIKU


__ADS_3

Lidya dan Friska berjalan memasuki sebuah restoran khas makanan lokal, dari depan sudah terlihat tempat itu banyak di kunjungi oleh pengunjung yang silih berganti,selain itu restoran itu juga terletak di kawasan perkantoran dan tempat umum lainnya.


Lidya tersenyum seraya mendorong pintu masuk "Aaah aku sangat lapar" Ujarnya seraya melirik kanan kiri untuk mencari tempat yang masih kosong


Dari siang kedua wanita itu sudah merencanakan pertemuan mereka, Friska meminta Lidya untuk menemaninya ke suatu tempat yang tentu juga akan di sukai oleh Lidya. ya, mereka akan mengunjungi salah satu mall termewah di kota itu, Lidya tidak sabar ingin menghamburkan uang yang di berikan suaminya. karena beberapa hari belakangan ini ia selalu diam di rumah. Dan beberapa belakangan ini suaminya juga pergi keluar kota.


Hari ini saatnya ia balas dendam, menyenangkan dirinya sendiri.


Mereka berdua sama-sama berdiri kesal "Ramai bukan,kita pindah ke restoran cepat saji saja" Keluh Friska


Lidya langsung menahan tangan Friska yang sudah membalikkan badan "No, no, wajar karena tempat ini list favorit setiap orang,selain makanannya yang enak tempatnya juga nyaman"


"Pokoknya aku mau memanjakan lidahku di restoran ini" Friska hanya menghela nafas melihat sikap kekeh Lidya


"Itu kosong" ucap Lidya


Tepat di paling sudut ruangan ada meja kosong, mereka berdua mempercepat langkah kaki agar tidak di dahulukan oleh orang yang berada di belakang mereka


Baru saja duduk, Lidya menyeringai melihat Keisha dan Aida duduk di samping meja mereka, begitu juga Keisha mendongak menatap musuh dalam hidupnya


Dan sudah waktunya juga bagi Lidya menggoda Keisha "Selamat sore anak tiriku!" Sapa Lidya tertawa geli, Keisha hanya menunjukkan senyuman tipis namun matanya menatap tajam seperti mengatakan enyah dari hidupku


Aida menaikkan satu alisnya, bibirnya juga ikut berkedut beberapa kali, ia tersenyum jahat menatap kearah Lidya "Wooah, ada yang belum kapok juga nih?" Lidya langsung terlonjak kaget mengingat kejadian yang tempo hari,rasanya hari ini Lidya ingin menjambak rambut Aida


"Kenapa kau menatapku?" tanya Aida


"Iiihhh, aku menatap yang lain jangan percaya diri deh" balas Lidya mengalihkan tatapannya ke daftat menu


Keisha menatap lekat ke arah Aida untuk tidak perlu melawannya


"Rupanya anak tiriku setelah jatuh sakit sedikit ada perubahan, baguslah!" mendengar itu, Keisha menghentikan suapannya, lalu menatap Lidya dengan tatapan seperti elang.

__ADS_1


Friska menghela napas kasar, lalu menarik tangan Lidya untuk segera berhenti dari perdebatannya


"Jangan mencari keributan, disini tempat umum" Ucapnya sedikit malu, karena beberapa pasang mata mulai melirik ke arah mereka


"Kenapa? Bukankah kamu juga ingin menjambak dia karena telah merebut hati Albi?" Lidya mencoba membuat Friska terpancing emosi


Friska menyibak rambutnya lalu tersenyum sumbang "Konyol! Aku masih punya harga diri" Hardik wanita itu


"Baiklah, baiklah! Aku diam"


"Aku benar-benar muak melihat dua orang itu, satu perebut suami orang, yang satu lagi merasa tersakiti dan ingin kembali.." Gerutu Aida menatap tajam


"Aida udahlah" Pungkas Keisha tidak ingin mencari masalah di tempat umum


Aida mengangguk lalu menggeser kursinya kebelakang, ia menyilangkan kaki dan matanya menatap ke arah pintu masuk, tak lama ia melihat Pak Rudi bersama seorang perempuan yang masih terlihat muda. Aida berdecak kesal menatap mereka berdua.


Lagi, dan lagi Pak Rudi berulah


Keisha mengangkat wajahnya, melihat muka tegang dari sahabatnya "Ada apa?"


"Apa?" Keisha menoleh dan langsung melotot, ia bangkit dari kursi dan berkacak pinggang "Papa?" Ucapnya begitu menyedihkan


"Ada apa lagi dengannya?" Tanya Lidya belum menyadari itu, ia masih menikmati makanannya dengan lahap


Aida yang sedari tadi kebingungan, berdehem lalu berdiri "Kei jangan emosi, ingat ini tempat umum"


"Benar-benar bikin malu si tua bangka ini" Gumam Keisha sembari meraih pergelangan tangannya dan mengikat rambutnya


Lidya sekilas menoleh kearah Keisha yang sudah di penuhi amarah, perempuan itu lalu tersenyum mengejek


Kemudian Keisha mengepalkan tangan, merasa geram. Tidak masalah ini tempat umum, karena ia sudah biasa ribut dan di tonton oleh banyak orang.

__ADS_1


Keisha mengambil tasnya dan berjalan kearah pintu keluar, Pak Rudi yang masih melihat kanan kiri, menangkap seorang wanita garang sedang menuju kearahnya, Pak Rudi terlonjak kaget, Keisha mengeram marah menatap dua orang itu penuh dendam "Keluar dari sini atau aku bunuh kalian berdua" Ucap Keisha


Pak Rudi menarik tangan Keisha untuk segera keluar, sedangkan Keisha masih menggumamkan sumpah serapah,


"Kenapa dia?" Tanya Friska yang baru kembali dari toilet


"Mungkin melihat suaminya menggandeng wanita lain" Ucap Lidya masih tertawa lepas


"Heee Albi tidak seperti itu, dan kalau di lihat itu bukan Albi" Ucap Friska, Lidya menoleh dan melihat lelaki itu yang telah di tutupi oleh badan Keisha dan Aida


"Bisa jadi suami kamu berulah lagi" Ejek Friska tersenyum geli


Begitu sampai di luar Keisha melotot, lalu melihat wanita itu dari ujung kaki sampai kepala, perawakannya tidak jauh berbeda dengan Lidya "Wanita j*lang mana lagi yang Papa pungut" Tanya Keisha di penuhi emosi.


Gadis itu benar-benar malu menghadapi papanya yang tak kunjung berubah,


Perempuan itu tersenyum kecil, mengabaikan hinaan itu, ia sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini, tak berselang lama Lidya berdiri di belakang mereka, Lidya berdiri kaku melihat pemandangan yang menguras emosinya, rumah tangganya di hancurkan oleh orang lain, Lidya seperti hilang arah. Ia kehilangan banyak tenaga melihat ini semua


Kemudian Lidya mendekat menarik lengan kemeja suaminya "Mas? Ini semua apa?" Tanyanya, Pak Rudi kembali terlonjak kaget begitu menyadari darimana datang Lidya


"Kamu berani mengkhianati aku?" Lidya berteriak


"Dan kamu, saya akan membuat perhitungan denganmu!" Ucapnya kembali berteriak melihat wanita itu


Keisha tersenyum menyebalkan, ia kembali teringat betapa tersakitinya hati Mamanya begitu mengetahui suaminya mendua dengan wanita lain, Keisha memandangi mereka lalu berucap lirih "Kamu sedih? Jangan sedih, kamu tidak cocok terlihat begitu, bukankah ini karma atas perbuatanmu sendiri?"


Lidya menoleh menatap wanita di depannya itu "Apa kamu tidak punya perasaan?"


"Perasaan? Seorang pencuri membicarakan perasaan?"


"Keisha" teriak Lidya

__ADS_1


"Bagaimana rasanya? Niat tidak sejalan dengan kenyataan?" Lidya seperti di hantam sebuah pukulan yang mematikan, benar-benar membuatnya sakit hati dan sedih secara bersamaaan


Ia tidak tahu harus kemana mencari pembelaan, karena sang suami juga ikut bungkam, tak lama Pak Rudi menarik tangan Lidya ketika menyadari orang-orang mulai memperhatikan mereka, Pak Rudi meninggalkan wanita itu begitu juga Keisha, Aida dan Friska hanya terdiam.


__ADS_2