ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
KENAPA LELAKI SEENAKNYA SAJA?


__ADS_3

Senyuman Keisha begitu saja menghilang ketika Albi berdiri di depannya. Albi menatap Keisha dengan ekspresi dingin.


Agra sudah menebak kalau pria itu pasti suami Keisha.


Keisha sedikit khawatir melihat mereka saling berpandangan dengan tatapan penuh benci.


"Ini istri orang" ucap Albi begitu saja


"Lalu kenapa kamu tidak bisa menjaganya?" balas Agra


"Itu urusanku"


Keisha menggenggam tangan Agra untuk tidak melanjutkan perdebatan mereka lagi, Albi yang melihat itu menarik tangan Keisha dengan kasar, Keisha langsung meringis kesakitan


"Apa begini caramu memperlakukannya di rumah? kasar sekali anda, dia ini wanita" tangannya sudah mengepal menunjukkan urat-uratnya


"Kak Agra udah, pulang sana sudah malam" Ucap Keisha mencoba mengalihkan mereka agar tidak terjadi baku hantam dj antara mereka


"Hmmm, kamu cepat sehat" Agra menyentuh rambut Keisha, spontan saja tangan Albi kembali menepis tangan pria itu.


Agra hanya tersenyum simpul dan pergi meninggalkan mereka


"Ini sudah malam, kenapa kamu keluar?" Tanya Albi ketus seraya mendorong kursi roda Keisha


"Aku bosan dan Mas Albi bisa nggak sih menghargai orang"


"Tidak jika itu dia, kamu bosan lalu menemui pria itu,hebat sekali kamu Keisha menguatkan badan demi bisa bertemu dia"


"Mas Albi" Keisha menatap tajam


Albi berhenti mendorong kursi rodanya "Kei kamu itu sadar sama posisi kamu yang sudah bersuami. Kalau keluarga kita melihat apa yang terjadi? Apa kamu akan melakukan hal yang sama seperti Papa kamu?"


Keisha menahan amarahnya, ucapan Albi sudah melewati batas, padahal ia tidak ada bedanya, ia juga melakukan hal yang sama "Kenapa lelaki itu seenaknya saja dan urusanya apa sama kamu melibatkan Papaku?"


"Apa maksud kamu seenaknya saja, nyatanya memang begitu bukan?"


"Lalu kamu sendiri bagaimana, menemui wanita janda itu dan berbohong perihal itu?hebat sekali kamu Mas Albi menyalahkan orang lain tetapi tidak melihat kesalahan sendiri"


"Dia bukan janda"


"Haaan mantan kekasihmu bukan janda,lalu apa, apa sama dengan Lidya?"

__ADS_1


"Keisha kamu bisa nggak..."


"Apa? Harus bisa mengerti bahwa kamu menemui mantanmu? Begitukah?"


"Tidak seperti yang kamu pikirkan"


Mas Albi berhenti" Pinta Keisha, dadanya sedikit sesak mendengar Albi yang terus membela perempuan itu


"Kamu mencintai dia? Jawab aku jujur" Tanya Keisha kembali. Albi perlahan menganggukkan kepalanya.


Keisha tidak bisa berkata apalagi, ia mencoba mendorong kursi rodanya sendiri. Albi mengikuti Keisha dan membantu istrinya kembali


"Kamu mencintai pria itu jugakan?" Tanya Albi membuyarkan keheningan


"Kalau iya, apa kamu mau melepaskan aku dan menyudahi pernikahan gila ini,kamu tahu setiap hari aku mengharapkan perceraian ini"


"Keisha"


"Kenapa? Kamu takut perusahaan yang di berikan Papa kamu akan di ambil kembali?" Tanya Keisha membuat Albi melepaskan genggamannya dari pegangan kursi roda


"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan membantumu soal itu,aku pastikan kamu tidak akan kehilangan jabatan dan kekasih di masa lalumu"


"Aku tidak peduli soal jabatan, aku hanya memikirkanmu, dan jika itu mau kamu, apa kamu sudah siap menjadi janda di usia 18 tahun?" tanya Albi yang tidak bisa lagi mengontrol emosinya Keisha Lalu tersenyum lirih


"Baiklah, aku akan mengikuti keinginan mu" Kata Albi kembali mendorong kursi roda. Pria itu berhenti ketika mereka sudah sampai di depan pintu kamar ruang inap


Melihat Albi hanya diam, Keisha mengetuk pintu dan langsung saja Bi Sur membukakannya. Keisha meminta tolong kepada Bi Sur untuk membantunya menaiki ranjang tidur. Albi masih terdiam di depan pintu yang kini sudah terbuka lebar.


Keisha langsung mengubah posisi tidurnya menghadap ke arah jendela. Ia tahu ini pernikahan konyol. Namun, dadanya begitu sesak begitu Albi masih mencintai mantannya. Entah itu cinta atau bukan, tetapi perasaan itu bergejolak tanpa sebab.Begitu juga Albi ia begitu menyesali setiap ucapannya yang baru saja keluar.


Albi mendekati Keisha, dan melihat gadis itu langsung menutup matanya "Kei aku minta maaf, aku yang salah" ucapnya tidak mendapatkan jawaban


 


Tiga hari kemudian Keisha di perbolehkan pulang. Memikirkan kemungkinan terbesar, Keisha meminta Albi untuk menyiapkan kamar tamu sebagai tempat tidur Bi Sur. Ketika Albi mengabulkan permintaannya. Keisha juga ikut tidur bersama Bi Sur di lantai satu. Bukan hal yang baru bagi Keisha tidur bersama pembantunya. Dulu ia kerap kali menyuruh Bi Sur tidur bersamanya kala ia ketakutan.


"Non Keisha tidak apa tidur disini?" tanya Bi Sur sedikit ragu


"Iya Bik"


"Non Keisha menikah itu berat bukan?"

__ADS_1


Keisha tersenyum "Rasanya tidak akan berat Bik, jika menikahi orang yang tepat dan yang mencintai kita" Bik Sur mengangguk setuju


Dan seperti hari biasa Albi mulai bekerja dan seperti biasa juga pria itu pulang larut malam.


Ketika Albi memasuki kamar, Keisha tidak ada disana. Beberapa kali Albi memanggil istrinya, dan Keisha pun muncul bersama kursi rodanya.


"Ada Apa?" Tanya Keisha melihat Albi berdiri di anak tangga


"Kenapa kamu tidur di kamar tamu?"


"Tidak ada bedanya di kamar kamu, kita juga tidur di ranjang yang berbeda"


"Keisha..."


"Mas albi berhenti berpura-pura kamu membutuhkan aku.


Lakukan seperti di awal keinginan kamu.


Kamu hanya memanfaatkan aku untuk mendapatkan saham bukan?"


"Kei..."


"Aku ini perempuan, dalam beberapa perkara aku harus membatasinya.


Cepat selesaikan rencana kamu, agar aku tidak salah mengartikannya lagi"


"Kamu benar-benar keras kepala dan selalu menguji kesabaranku"


Albi berlari menuruni anak tangga. Tidak menunggu waktu lama. Pria itu mengangkat tubuh Keisha menuju kamarnya. Ia, tidak menghiraukan Keisha yang terus-terusan memberikan perlawanan. Albi berfikir Keisha adalah tantangan yang menarik baginya.


Albi membaringkan Keisha di ranjang tidur yang biasa di tempati istrinya.


Entah apa yang di pikirkan pria dingin itu. Keisha tidak ingin mencari ribut, ia memilih memejamkan mata seraya menarik selimut.


Albi berdiri tegak dengan kedua tangan di masukkan ke dalam kantong celananya. Ia memandangi Keisha yang saat ini sedang membelakanginya.


Pria itu seperti tertantang dengan ucapan Keisha. Ia ingin Keisha tetap tinggal bersamanya walaupun rasa cinta itu akan datang dengan seiringnya waktu.


Beberapa menit kemudian Albi membaringkan tubuhnya di ranjang yang sama. Albi memeluk Keisha dari belakang. Spontan saja Keisha merubah posisi tidurnya. Tidak ada jarak di antara mereka. Badan mereka sudah menempel, Keisha langsung menutup bibirnya. Sedangkan Albi hanya menatap istrinya, dengan tatapan yang begitu dingin namun hangat ketika di rasakan.


"Kenapa?" Tanya Keisha menggeser badannya. Albi hanya menggelengkan kepala dan menarik badan Keisha kembali kedekapannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tiba-tiba,aku jadi takut kepadamu?" tanya Keisha


"Kemana larinya keberanianmu?"


__ADS_2