
Pernikahan yang seharusnya berjalan lancar. Namun, di kacaukan oleh dalang pembuat keributan. Aida yang melihat Lidya mendorong Keisha tersenyum jahat dan berniat membalas wanita gila itu. Tanpa ragu Aida memutari jalurnya, ia mendekati Lidya yang sedang berbaur bersama teman-teman sosialitanya. Aida memukul bahu Lidya cukup keras, dan langsung mengalihkan perhatian teman-teman wanita jahat itu
Aida berkacak pinggang "Hi parasit apa kabar?" Sapa Aida tersenyum kecut. Spontan saja teman-teman Lidya semakin penasaran tentang apa yang terjadi diantara mereka?Dan siapa yang di bilang parasit?
"Kamu siapa?" Tanya Lidya sedikit heran tidak mengenali wajah itu
"Kamu kaget ya,oh ya kenalin, aku sahabatnya dari pengantin wanita.Aida!" Sambung Aida memperkenalkan diri lalu tertawa lebar
"Lalu siapa yang kamu bilang parasit?" tanya yang lain
"Ini wanita parasit, yang menempel hidup di harta orang lain"
"Maksudnya?"
"Wanita gila ini merebut suami orang, menghancurkan keluarga yang harmonis dan hari ini ia juga merusak kebahagiaan orang lain,aku tidak mengerti apa dia hidup hanya untuk itu? Sungguh menyedihkan!" Teman-teman Lidya terlonjak kaget
"Ada apa denganmu Lidya?" Tanya mereka
"Saran aku sih ya, kalian hati-hati aja karena seorang yang terbiasa mencuri hak milik orang lain tidak akan pernah merasa puas sekalipun ia sudah mendapatkannya" Tutur Aida dan berlalu pergi meninggalkan mereka. Teman-teman Lidya mulai tersenyum dan memandang ejek kearahnya, seraya berbisik satu sama lain.
"Katanya suamimu Duda? Mana yang benar?"
"Ayolah Lidya?"
"Apa kamu yang membuat seseorang menjadi janda?"
"Menjijikkan!" Ucap beberapa orang teman-temannya lalu mereka tersenyum ejek
Lidya tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Wajahnya memerah menahan malu. Anak kecil yang baru dewasa mempermalukannya. Bahkan ia sendiri tidak mengenal gadis yang menghinanya itu.
Lidya bergegas pergi dan kembali mencari keberadaan Aida. Emosinya bertambah kala melihat Aida tersenyum puas menikmati makanan seorang diri.
Karena saat ini, Aida berada di sisi sebelah ujung dari gedung itu. Tangan Lidya mengambil segelas air tepat berada di depan Aida. Beberapa detik kemudian Air di gelas itu sudah berpindah ke wajah Aida
"Biar mulut kamu bisa bicara yang baik-baik,siapa kamu bisa menghinaku?" Ucap Lidya semakin geram
__ADS_1
Lidya berkacak pinggang lalu berdecih "Apa kita saling kenal? Hallo, saya tidak mengenal anda" Sambung Lidya semakin emosi
Aida tersenyum ejek "Kamu si sampah itu bukan? Benarkan?" Balas Aida mempermainkan kembali Lidya seraya ia menyeka air di wajahnya
"Apa?"
"Wanita sampah yang bersarang di rumah Keisha dan wanita pencuri itu bukan? Sepertinya benar ini kamu" Ujar Aida langsung mendorong Lidya hingga terjatuh kelantai
"Oh ya, tadi kamu juga melakukan hal yang sama kepada Keisha! Adil bukan?" Aida tersenyum jahat
"Kau..."
"APA" Teriak Aida menatap tajam
"Jika kamu menyakiti Keisha, maka aku juga bisa menyakiti kamu lebih dari itu, hidup ini harus imbang" Ucap Aida langsung menumpahkan minuman bewarna ke kepala Lidya saat itu juga.
Lidya semakin malu dan marah. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Aida sudah pergi, mengejar pun juga tidak berguna. Rambutnya sudah berantakan.
Lidya bergegas menuju kamar hotel. Sesampai disana wanita itu berteriak histeris. Anak kemarin sore sudah berani mempermainkannnya.
Keisha duduk di ranjang tidur. Kedua telapak tangannya menutupi wajahnya yang sedari tadi menahan malu,ia hanya berpura-pura kuat menutupi kesedihannya.
Tangan kekar Albi langsung membuka high heel yang di pakai Keisha. Perlahan Albi memijat pergelangan kaki istrinya,ia melihat kaki itu sudah membiru, Albi menoleh sekilas kearah Keisha, ternyata dia wanita yang bisa menyimpan luka begitu hebat. Namun, tetap saja tidak ada suara yang di keluarkannya.
Tiba-tiba saja Keisha menangis dengan posisi tangan masih di tempat yang sama
Disaat orang terdekatnya menyakitinya, kini ada satu orang yang membantunya lagi walaupan tanpa pertanyaan, kamu kenapa? Apa yang sakit? Tidak seperti itu,
Albi masih nyaman dengan keheningannya. Setelah cukup lama Keisha menangis pria itu membuka tangan yang menutupi wajah istrinya.
Albi memberikan sapu tangan dan melihat make-up Keisha yang sudah berantakan. Kemudian memutar badannya ke arah jendela hotel yang terbuka lebar, suasana hotel menawarkan keindahan yang mengagumkan. Albi tidak akan bertanya apa yang terjadi pada istrinya.Karena ia tidak suka ikut campur urusan orang lain
Keisha menatap Albi yang begitu cuek tetapi ada sedikit perhatian. Dengan menghela nafas, Keisha tidak berniat kembali ke acara pernikahannya. Masih mengenakan gaun pengantin. Keisha menggeser badannya dan berbaring di tempat tidur.
Karena lelah menangis ia langsung terlelap.Albi membalikkan badannya, mendekat kearah Keisha lalu ia menyelimuti tubuh Keisha dengan selimut.
__ADS_1
Pria berwajah dingin itu keluar kamar dan kembali ke acara pernikahannya. Kali ini Albi menerima tamu seorang diri. Untung saja waktu semakin sore dan tamu sudah banyak yang pulang.
Pak Rudi yang sedari tadi mencari Keisha dan Lidya terlihat kebingungan.
Sedangkan keluarga Albi sibuk menerima rekan bisnis dan teman-temannya.
"Keisha kemana?" Tanya Pak Rudi menghampiri menantunya
"Ada di kamar,katanya sedang tidak enak badan" Mendengar itu Pak Rudi bergegas menemui putrinya. Raut wajah khawatir mulai terlihat.
Pak Rudi mengetuk pintu beberapa kali. Namun, tidak ada jawaban. Ia langsung saja masuk dan mendapati anaknya sedang tertidur. Buliran air mata tiba-tiba saja jatuh di kedua pipinya, Pak Rudi mengambil tissue dan mencoba membersihkan sisa make-up yang menempel di wajah anaknya.
"Kenapa kamu menangis lagi?" Tanya Pak Rudi dalam keheningan
Hari ini Keisha terlihat persis seperti Mamanya. Wajah cantik Keisha begitu mewarisi wajah Mamanya. Begitu saja Pak Rudi seperti merindukan istrinya kembali.Mamanya akan senang jika melihat Keisha secantik hari ini
"Kei" Panggil Pak Rudi mengusap rambut putrinya. Spontan Keisha kaget dan langsung terduduk
"Kamu sakit?" Keisha menggelengkan kepala, menatap sendu kearah papanya
"Di hari pernikahan ini pun kalian masih mempermalukan aku!" Ujar Keisha kembali menangis lagi
"Apa maksud kamu? Apa ada sesuatu yang terjadi,dia menyakitimu?"
"Tidak, istri muda Pak Rudi yang menyakiti aku ia sengaja membuat aku terjatuh dan di tertawakan oleh orang-orang" Ia memperlihatkan kakinya yang memar
"Kei kenapa kamu bicara seperti ini lagi?"
"Kenapa, masih mau membela dia?"
"Kei jangan bicara seperti ini sama Papa, mungkin dia tidak sengaja melakukannya"
"Lalu aku harus bicara apa? Tidak cukup satu perempuan yang Papa sakiti? Dan Papa bilang tidak sengaja?"
"Keisha...."
__ADS_1
"Anak yang Papa buang ini mau tidur, silahkan keluar " Tutur Keisha kembali membaringkan tubuhnya dan langsung menarik selimut menutupi wajahnya.