
Hujan sudah reda, pagi sudah mulai menyapa kembali. Sisa hujan semalam masih tersisa. Albi masih memeluk istrinya. Keisha ingin lepas dari cengkraman pria itu. Namun, pelukan Albi begitu kuat.
Keisha kembali tersenyum manis begitu memandangi wajah suaminya dari jarak yang sangat dekat.
Tidak ada bekas jerawat di wajahnya. Alis yang tebal dan hidung yang mancung membuat Keisha ingin menyentuh, andai saja ini pernikahan karena cinta, Keisha akan menjadi orang yang paling beruntung, bisa mencium tanpa ragu, memeluk lelaki tampan itu setiap hari, membayangkannya saja, membuat Keisha tersipu malu.
Baru saja Keisha ingin menyentuh bibir indah suaminya. Albi membuka mata dan kaget melihat Keisha ada di sampingnya.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Albi langsung duduk seperti ingin menjauhi diri dari Keisha
"Kamu menarik aku..."
"Oh karena hujan semalam" Ujar Albi sedikit cuek. Keisha mengangguk seraya tersenyum sebal
"Terimakasih" Ujar Keisha berjalan ke arah ranjangnya. Albi hanya terdiam.
Tak lama kemudian "Keisha?"
"Kenapa?"
"kamu masih masa puber?" Tanya Albi yang merasa gadis itu selalu berpikir mesum ketika di dekat dirinya
Keisha memandangi wajah lelaki itu dengan meringis "Ada apa denganmu? Tandanya aku normal dong, emang kamu" Ucap Keisha menghentikan ucapannya
"Kenapa denganku?"
"Aku rasa Mas Albi tidak normal"
"Tahu apa kamu?"
"Tahu kalau Mas Albi tidak normal"
"Keisha"
"Kenapa?" ucap Keisha juga ikutan kesal melihat sikap Albi
"Kamu benaran ingin melakukan itu?" tanya Albi seakan Keisha selalu menantangnya
Keisha berkacak pinggang "Ya" ucap Keisha dengan berani lalu membalikkan badannya ke arah balkon rumah
Keisha melongo kita menydari Albi sedang berada di belakangnya, ia terdiam dan membeku kala sebuah tangan besar melingkar di perutnya dan sebuah kepala bersandar di pundaknya, keberanian Albi membuat Keisha diam seketika dengan cepat Albi membalikkan tubuh Keisha menghadapnya, kaki Keisha langsung lemas, Albi sedang menguji adrenalinya
"Se-sedang apa kamu?" tanya Keisha langsung gugup
"Kamu takut Keisha?" tanya Albi dengan senyuman aneh,
__ADS_1
Albi mengangkat dagu Keisha yang tertunduk dengan jarinyaa, lalu mendekatkan wajahnya, ketika bibir mereka ingin bertemu, Keisha menoleh kearah samping dan langsung membuat Albi tersenyum kecil dan melepaskan tangannya dari Keisha
"Kamu takut?" tanya Albi seperti sedang menyindir
"Tidak, hanya saja"
"Hanya saja apa?" Keisha terdiam
"Jangan memancing orang Keisha"
"Aaaa, sebenarnya kamu juga takut melakukannya kan" ucap Keisha berlari menuju kamar mandi, Albi kembali tersenyum
Aktivitas seperti biasa mulai terjadi. Albi ke kantor Keisha ke kampus. Bik Ira sudah mempersiapkan sarapan untuk mereka.
***
Beberapa minggu telah berlalu setelah hari pernikahan mereka. Namun, hubungan suami-istri itu seperti jalan di tempat.Albi sibuk dengan dirinya sendiri begitu juga Keisha.
Keisha menikmati sarapan seorang diri. Dan sepagi ini sudah ada tamu yang datang mengunjungi rumah mereka, tidak seperti biasanya. Pak Herman menghubungi saluran rumah bahwa ada tamu yang mencari Albi. Keisha mempersilakan masuk. Tanpa melihat siapa dulu tamu itu, Keisha bergegas memanggil suaminya.
Terlihat Albi sudah berpakaian rapi dan bersiap-siap mau berangkat ke kantor.
"Mas Albi" Panggil Keisha selembut mungkin
"Ada tamu"
"Tamu?" Tanya Albi melihat Keisha membawa sepotong roti di tangannya
"Makan itu duduk,nanti pencernaan kamu sakit" ucap Albi melihat Keisha sedang mengunyah
"Iya"
Mereka berdua keluar dari kamar. Keisha mengikuti langkah suaminya. Albi ke arah pintu sedangkan Keisha kembali melanjutkan sarapan pagi.
Seorang wanita cantik berambut panjang sedang menunggu Albi di teras rumah. Begitu Albi membuka pintu, raut wajahnya langsung berubah kaget. Iya, Friska datang menemuinya setelah dua tahun menghilang dari kehidupannya. wanita yang pernah di tunggunya, wanita yang meninggalkan luka dengan hebat, tidak hanya dia yang terluka tetapi juga keluarganya. Dan kini wanita itu berdiri di hadapannya dengan badan yang terlihat semakin kurus
"Albi" Sapa Friska tersenyum kecil dan ia merasa bersalah telah menyakiti lelaki itu
"Aku sudah bercerai dengan dia" Ujar Friska menunjukkan wajah murung dan penyesalan.
Albi masih terdiam, ia memandangi wanita itu cukup lama.
Friska kembali menghela nafas "Aku juga tahu kamu sudah menikah dari teman-teman kita"
"Friska aku sibuk" ucap Albi tidak tahu arah
__ADS_1
Perut sudah kenyang. Keisha mengambil tasnya dan bergegas menuju pintu. Keisha sedikit bingung kenapa Albi tidak mengizinkan tamunya untuk masuk.
Baru saja mau bertanya, Keisha membesarkan matanya melihat perempuan itu kembali. Perempuan yang pernah di Stalkingnya.
Keisha sedikit ragu untuk mengganggu mereka. Ia menghela nafas dan berpura-pura tidak tahu siapa perempuan itu.
"Kenapa tamunya nggak di bawa masuk Mas? "
Tanya Keisha menghampiri mereka. Friska menatap Keisha dalam-dalam. Sangat berbeda dengan cara berpakaiannya. Friska lebih suka mengenakan pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuhnya dan polesan bibir yang bewarna merah merona.
Sedangkan Keisha lebih suka berpakaian santai. Apalagi cuma pergi ke kampus.
"Tidak perlu, dia juga mau pergi" ucap Albi
"Albi" Sahut Friska seraya merangkul lengan pria itu
"Aku sibuk saat ini" Ucapnya menepis tangan Friska
"Kamu sudah siap?" Tanya Albi menggenggam tangan istrinya. Keisha mengangguk seraya mengernyit heran.
Albi dan Keisha menaiki mobil yang sama. Friska hanya menatap dengan raut wajah sedih. Keisha semakin bingung kala Albi hanya terdiam sepanjang perjalanan. Pria itu tidak ada menjelaskan apa yang terjadi. Keisha hanya menghela nafas dan sesekali menoleh ke wajah tampan suaminya. Ia tahu Albi selalu bersikap dingin. Namun, hari ini ia benar-benar keterlaluan. Albi bukannya menurunkan Keisha di kampus, tetapi pria itu membawa istrinya ke kantor.
"Kamu ngapain ikutin aku?" Tanya Albi melihat Keisha masih ada di sampingnya
"Kamu yang membawa aku kesini"
"Astaga"
"Apa karena wanita tadi?" Tanya Keisha, Albi hanya terdiam. Melihat pria itu masih dengan keheningannya. Keisha turun dari mobil Albi dan berjalan ke arah jalan raya. Mereka yang sudah memasuki tempat parkir kantor. Lumayan membuat Keisha berkeringat menuju Halte dan beberapa kali juga Keisha mengalihkan pandangannya berharap Albi mendatanginya.
"Kei" Panggil Agra melihat gadis itu berdiri dengan raut wajah cemberut
"Hi" Sapa Keisha tersenyum dan kembali berpura-pura baik lagi,
"Ayo masuk" Keisha bergegas masuk ke mobil Agra. Setidaknya dia tidak akan menaiki taxi
"Kok bisa disini?" Tanya pria itu
"Kamu sendiri ngapain disini?" Tanya Keisha kembali
"Rumah aku melewati jalan ini" Keisha mengangguk kecil. Agra tahu gadis itu lagi banyak masalah. Agra tersenyum geli kala melihat Keisha memanyunkan bibirnya
"Kamu mau bebas hari ini?" Keisha menoleh ke arah Agra yang masih senyum-senyum sendiri.
__ADS_1