
Di pagi yang cerah ini, Keisha membuka tirai kamarnya, sehingga mentari masuk melalui celah kaca. Sinar itu mengganggu tidurnya Albi.
Albi mengerutkan dahinya karena silau itu mengenai wajah tampannya, perlahan Albi membuka mata dan ia mendapati Keisha sedang berjongkok merapikan pakain Albi yang berserakan di bawah lantai. Kemudian menyimpannya di sebuah tempat dimana pakain kotor di simpan.
"Kamu memecat semua ART di rumah ini" Tanya Keisha, sedari bangun Keisha tidak melihat ARTnya satu orang pun bahkan sarapan di meja pun juga ikut kosong
"Sekarang tanggal 15, sudah waktunya mereka libur" Ucap Albi bangkit dan duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya. sudah menjadi kebiasaan Albi untuk menyuruh Bik Ira dan Bik Mila untuk berlibur di tanggal 15-17,tetapi tetap mendapatkan gaji full, sedangkan para penjaga rumahnya hanya bisa libur secara bergantian dan di tanggal yang berbeda
"Kenapa begitu?"
"Aku membebaskan mereka semua dari lelahnya pekerjaan" Ucap Albi seraya mengambil segelas air putih di nakasnya
"Lalu siapa yang akan menyiapkan semuanya?" Keisha mendongak menatap Albi, sedang minum pun ia terlihat tampan
"Ada kamu" Keisha melirik ke arah Albi, Albi yang melihatnya tersenyum seakan mengerti bahwa gadis itu tidak akan bisa membuatkannya sarapan
"Mas Albi jangan berharap banyak kepadaku" melihat Keisha tersenyum, Albi juga ikut tersenyum manis yang menghiasi wajahnya
"Apa yang kamu bisa?"
Keisha terkekeh geli lalu meletakkan kedua tangannya di pipi "Aku hanya bisa cantik!"
"Apa dengan cantik saja bisa membuat kita kenyang?"
"Tidak, tetapi bisa membuat kamu bahagia ketika menatapnya" Albi membalas dengan anggukan kecil
"Kalau begitu apa perlu kita ke rumah mama?" Keisha menggelengkan kepala lalu mendengus
"Jika nanti Mas Albi tidak akan ikut makan bersama, lebih baik tidak usah"
"Iya" ucapnya
Keisha menggelengkan kepala lalu bergegas menuju kamar mandi, ia bersenandung kecil ketika desiran air membasahi rambutnya. Tiba-tiba saja sebuah ingatan yang mengerikan memenuhi isi kepalanya. Keisha berteriak lalu menutup mulutnya
Hari dimana ia mencium Albi dengan berani, ia mengingat itu. Memalukan sekali desah Keisha
Keisha melihat pantulan dirinya di kaca, ia memajukan bibir lalu memundurkannya lagi, hal itu ia ulangi beberapa kali. Keisha merasa bibirnya mulai membuncit "Apa karena efek itu?" Keisha bertanya-tanya. Keisha memejamkan matanya lalu membuka kembali, ia ingin sekali mengingat perkataan Albi yang terdengar samar-samar saat ini, semakin ia mencoba semakin hilang apa yang di ingatnya itu.
__ADS_1
Melihat Keisha tengah mandi, Albi pun pergi ke dapur dan hari ini ia akan melihatkan sisi kepandaiannya yang lain. Dahulu jika ia merasa tidak nyaman maka Albi akan memasak untuk dirinya sendiri dan memakannya juga sendiri. Albi memasak dengan semangat yang menggebu, ia akan memasak masakan yang menyehatkan untuk Keisha.
Ketika selesai mandi ia melihat Albi sudah tidak ada lagi, Keisha pun turun ke lantai satu dan ia melihat Albi sedang memakai apron yang terlihat cocok dengan badan atletisnya.
Keisha tersenyum manis, tidak percaya melihat Albi bisa melakukan apapun, kekagumannya bertambah saat itu juga. keisha mengalihkan pandangannya menatap bibir Albi, ingatan itu kembali muncul di kepalanya
Keisha memukul kepalanya "Bodohnya" gumamnya
"Apa yang kamu suka?" tanya Albi melihat gadis itu menatapnya, Keisha terkejut dan mencoba menenangkan diri melupakan ciuman yang menghantui pikirannya itu
"Apa saja" ucap Keisha mendekati pria yang tengah memegang pisau dan buah
"Mau sandwich?" tanya Albi langsung mengambil sayur, keju, telur dan daging asap di lemari pendingin
Keisha kembali kagum melihat kepandain Albi yang terpendam "Apa yang tidak kamu bisa?" tanya Keisha, dan Albi mulai menyombong "Entahlah, aku bisa dalam semua hal, aku rasa tidak ada yang tidak aku bisa"
Keisha tertawa semringah "Hhhmmm Mas Albi dasar pembohong" kata Keisha mendelik gelik
Albi mengernyitkan dahi melihat gadis itu menertawakannya
"Ya ada satu yang tidak kamu bisa?"
"Apa?" tanya Albi meletakkan pisau dan menatap Keisha yang sedang tersenyum
"Melupakan orang di masa lalumu!" Albi terdiam dan ia kembali memasak makanannya. Tidak mendapatkan jawaban, kemudian Keisha duduk menemani Albi di dapur. Dalam hati Keisha mengapa seakan Albi selalu menghindar jika di tanya soal itu,
Sandwich dan segelas susu, tidak ketinggalan potongan buah segar sudah tersusun di atas meja makan, Keisha tersenyum lalu bertepuk tangan "Woooah sepertinya enak" ucap Keisha
"Makanlah"
Keisha menggigit potongan pertama, ia kembali tersenyum kemudian memberikan kedua jempol kearah Albi yang sedang menyendok buah ke mulutnya "Enak?" tanya Albi
"Hhhmm enak"
"Syukurlah kamu menyukainya" ucap Albi kembali tersenyum menatap Keisha yang begitu lahap
**
__ADS_1
Aida melangkah pelan sambil menikmati pemandangan di sekeliling, sesekali ia tebar pesona mengibas rambut sepanjang jalan. Ketika tiba di gedung fakultas bisnis, alis Aida sontak mengernyit dan langkahnya kembali mundur.
"Mati aku" desah Aida sambil menyilangkan tangan di kepala
"Aida" panggil Keisha melihat gadis itu melamun, dan saat itu Keisha sedang bersama Agra.
Aida langsung berpura-pura mengangkat telepon dan berlari kearah berlawanan. Agra yang melihat itu tersenyum geli "Si Aida kenapa?" tanya Keisha penasaran
Dua hari yang lalu
Melihat kondisi Aida yang tidak memungkin untuk mengendarai mobil sendiri. Agra menawarkan bantuan untuk mengantarkan gadis itu pulang. Sepanjang perjalanan mereka saling diam tetapi Aida beberapa kali mencuri perhatian menatap lelaki tampan di sampingnya.
Tiba-tiba saja "Bolehkah aku menyukaimu?" tanya Aida terlihat gugup
Agra tertawa lepas "Silahkan" karena ia kerap kali mendengar kata-kata itu dari para wanita yang mendekatinya
Aida sedikit berfikir keras ketika mendengar kata pertama dari lelaki itu "Kak Agra aku serius dengan ucapanku" Agra menoleh sekilas dan melihat raut wajah serius dari gadis itu
"Aku tidak percaya akan mengatakan ini, tetapi ucapanku sungguh-sungguh"
"Bolehkah aku yang bertanya padamu kali ini" tanya Agra
"Apa itu?"
"Mengapa harus aku? Kamu tahu aku menyukai sahabatmu? Aida kamu bisa memilih lelaki lain selain aku" Agra tersenyum
"Lalu kenapa? Aku hanya menginginkan kamu yang aku sukai"
"Aida..."
"Aku tidak meminta kak Agra untuk menyukaiku juga, dan biarkan aku menyukaimu dengan caraku sendiri"
Agra menghentikan mobilnya, ketika GPS menunjukkan sudah sampai di tempat tujuan, Aida kembali mendesah "Dan kak Agra juga bisa mencintai Keisha dengan caramu sendiri"
"Disini aku yang menyukaimu, jadi kamu tidak perlu memikirkan itu, mengabaikannya lebih baik" Aida tersenyum
"Terimakasih tumpangannya" Kata Aida kembali tersenyum ramah, Aida memasuki perkarangan rumahnya, sedangkan Agra masih terdiam, berfikir sejenak, apa yang terjadi dengan gadis itu sampai berani berterus-terang kepadanya.
__ADS_1