
Malam perayaan penyambutan mahasiswa baru itu datang juga, setiap mahasiswa baru atau pun lama terlihat hadir merayakan dengan meriah.
Pukul tujuh malam Keisha sudah bersiap-siap. Keisha menggunakan blus sabagai atasan yang ia padu padankan dengan rok panjang di bawah lutut. Keisha memilih rok bewarna pastel dan itu membuat ia terlihat anggun. Rambut panjangnya ia biarkan bebas terurai.
Jika di lihat ia sebenarnya lebih cocok menjadi adik Albi.
Albi belum juga pulang, Dan pria itu juga tidak akan mempedulikan kemana ia akan pergi pikir Keisha.
Kali ini, Keisha akan di jemput oleh Agra. Tadi siang ketika Keisha ingin pulang Agra menghampirinya.
"Keisha" panggil Agra ketika Keisha dan Aida sedang berada di berada di taman kampus
"Mau kemana?"
"Pulang, Ada apa?"
Agra tersenyum "Nanti malam berangkat bareng ya"
"Aduh nggak usah deh kayaknya!" ucap Keisha menolak dengan ramah, Namun, pria itu tetap memaksa
"Nanti pulangnya pasti malam,oh ya kamu juga mau di jemput?" tanya Agra mengalihkan pandangan kearah Aida
Aida menggelengkan kepala "Aku ada urusan keluarga, jadi nggak bisa ikut" ucapnya
"Jadi?" tanya Agra memohon
"Hhhm, ya udah deh nanti aku kirim alamat rumah ya" ucap Keisha lalu berpamitan untuk lebih dulu pergi
Baru saja setengah badan keluar dari pintu, Albi juga baru turun dari mobilnya. Ia melihat Keisha sudah berpakaian rapi dengan tas kecil yang di genggamnya.
Albi mengaangkat kedua alisnya lalu menatap sinis "Mau kemana?" Tanya Albi seraya menutup pintu mobil
"Acara kampus"
Ponsel Keisha berdering dan tertulis di layar Kak Agra. Sekilas Albi melihat nama itu.
"Mas Albi aku pergi ya?" ucapnya setengah berlari
"Aku antar"
Keisha menoleh ke belakang "Tidak perlu"
"Di jemput sama lelaki yang menghubungi kamu?"
"Hhmmm"
"Masuk, kamu itu sudah menikah. Dan tidak ada gunanya juga ikut acara seperti itu" ucap Albi dengan gerakan mata langsung membuat Keisha menunduk lemah
"Mas Albi"
"Aku bilang masuk" Raut wajah Albi seperti tidak nyaman. Mau tidak mau Keisha mengikuti keinginan suaminya
__ADS_1
Kemudian Keisha mengirimkan pesan kepada Agra untuk tidak jadi ikut, dengan alasan ada keperluan mendadak sama keluarganya.
Agra yang membaca pesan itu tersenyum kecil dan berlalu meninggalkan rumah mewah Albi.
Wajah Keisha di selimuti kekesalan. Di rumah Albi benar-benar membosankan. Ia hidup sebagai pasangan suami-istri tetapi terlihat seperti orang asing.Dan ketika Keisha ingin keluar bersama teman-temannya Albi selalu mencari alasan agar Keisha tidak pergi, sedangkan lelaki itu selalu menemukan alasan untuk selalu pulang telat
"Friska Vrislia siapa?" Tanya Keisha memancing Albi emosi Albi, sesaat Albi sempat terdiam dan Keisha langsung tersenyum melihat reaksi itu seperti ada yang di sembunyikan Albi
"Tidak kenal" Balas pria itu berlalu menuju kamar mandi. Keisha tersenyum simpul melihat kebohongannya
"Benaran nggak kenal?" Tanya ia kembali ketika Albi sudah keluar
"Iya"
"Mas Albi..." Ucapnya semakin kesal
"Apa?" Jawab lelaki itu dengan raut wajah mulai berubah dan seperti tidak nyaman ketika membahas nama itu
"Kenapa aku tidak boleh pergi, katanya Mas tidak peduli sama aku, kenapa tiba-tiba sok menjadi paling peduli?" omel Keisha menumpahkan kekesalannya karena Albi berbohong perihal wanita itu
"Tidak baik anak perempuan keluar malam-malam"
Keisha mendengus mendengar ucapan itu " Haaaahh ada apa denganmu? Tidak seperti biasanya" Ucap Keisha ketus dan berlalu keluar kamar.
Sarapan pagi dan makan malam selalu di sediakan Bi Ira. Namun, Keisha sering melewatkan jam makannya, Albi turun dari lantai dua dan ia melihat Keisha sedang makan sendirian.
Keisha, tahu Albi merasa tidak nyaman bila makan bersama orang lain. Gadis itu menyudahi makannya dan mengangkat piring yang masih penuh dengan nasi.
"Habiskan" Suruh Albi juga ikut menyendok nasi
Lagi-lagi Keisha menatap heran "Katanya kamu tidak nyaman makan siapa pun?"
"Mulai terbiasa jika itu kamu, wanita yang selalu menatap aku setiap pagi" Spontan saja Keisha batuk-batuk kecil. Bagaimana Albi bisa mengetahuinya, wajah Keisha merah merona menahan malu. Kebiasaannya setiap pagi mulai di lirik oleh suaminya
"Aku tidak melakukan itu,benaran Mas" ucap Keisha meyakinkan
"Haaaa, jadi ada orang lain di kamar itu" Ujar Albi tersenyum kecil semakin memperlihatkan ketampanannya
"Kamu tersenyum?" Tanya Keisha antusias melihat Albi tersenyum begitu manis bahkan Keisha belum pernah melihat senyuman itu sebelumnya
"Tidak, aku sedang mengunyah" Albi kembali memasang muka cuek
"Mas Albi apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Keisha tidak terlalu yakin, namun dalam ingatannya ia merasa pernah menemui Albi di suatu tempat
"Hmmm, di kafe 24 jam, gadis yang saat itu mengenakan seragam sekolah dan menatapku tanpa henti"
"Woaah. Haaa, aku ingat kamu pria tampan yang menarik hat.." Keisha menghentikan ucapnya ketika melihat Albi tersenyum kembali. Bagaimana bisa ia bisa menikahi pria itu, padahal dulu ucapannya hanya sebagai candaan
"Menarik apa?"
__ADS_1
"Wanita yang bersama kamu saat itu?"
"Orang yang akan di jodohkan"
"Sama Mas Albi?" Albi mengangguk
"Lalu?"
"Dia tidak ingin menikah karena aku memanfaatkan dia"
"Maksud kamu?"
"Sama seperti kamu. Aku menikahi kamu karena ahli waris"
"Apa?" Keisha kaget, tidak percaya dan ingin marah
"Papa kamu tidak berhutang sepeser pun. Ini permainan Mama dan Ibu tiri kamu"
Keisha semakin marah. Baru saja ia mendengar kata di manfaatkan dan beberapa detik kemudian kata permainan.
Keisha seperti wanita bodoh. Masuk kedalam perangkapnya sendiri.
Tidak hanya itu Albi juga mempermainkannya.
Papanya sudah menjual kebahagiaannya. Sedangkan Lidya semakin berkuasa.
Keisha menghentikan suapannya, gadis itu berlari menaiki tangga.
Ia, seperti berada di zona membingungkan. Di usianya yang baru delapan belas tahun begitu banyak kesulitan yang Keisha hadapi.
Keisha tidak akan menangis untuk hal bodoh yang sudah diterimanya. Keisha menertawakan diri, lagi-lagi Papanya termakan omongan Lidya.
Dan hari ini ia mengaku kalah kembali.
Begitu Albi memasuki kamar, Keisha juga berlari menuju kamar mandi.
Cukup lama didalam sana, Keisha memikirkan kedepannya bagaimana.
Begitu ia keluar,Albi sudah berbaring di ranjang tidur.
"Karena aku memanfaatkan kamu, maka kamu boleh juga memanfaatkan hal apapun yang kamu inginkan"
"Kenapa harus aku?"
"Aku minta maaf" Ucap Albi dan
Cuma terdengar helaan nafas Keisha, ia membaringkan tubuhnya dan membelakangi suaminya, tidak berselang lama mereka sama-sama tertidur hingga pagi menyapa.
Sebelum berangkat ke kampus Keisha menghampiri rumah orang tuanya.
Pak Rudi dan Lidya terlihat menikmati sarapan bersama. Tanpa ketukan pintu, Keisha langsung menerobos masuk.
__ADS_1