ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
PEMBELAAN YANG SALAH


__ADS_3

Langit yang menggantung di atas sana terlihat biru indah. Di tambah angin sepoi-sepoi yang menggoyangkan pepohonan di setiap jalanan.


Sore di hari minggu adalah waktu dimana jalanan mulai macet. Orang-orang terlihat sibuk dengan aktivitas masing-masing, ada yang berkumpul di kafe dan taman, Mall pun terlihat penuh,mereka memanjakan diri dari penatnya bekerja.


Keisha gadis yang tidak terlalu nyaman ketika menaiki taxi,ia terlihat mulai risih,ada alasan di balik itu. Waktu ia berumur enam tahun, Keisha pernah di bawa kabur oleh seorang sopir taxi. Untung saja saat itu tidak terjadi apa-apa.


Hati yang tidak nyaman, akhirnya sampai juga di rumah Pak Rudi, rumah yang selalu di rindukan gadis itu.


Ketika Keisha menunggu satpam rumahnya membukakan gerbang. Sebuah mobil merek Bugatti Veyron dengan harga yang sampai puluhan miliar terlihat menunggu juga.


Pak Hans membukakan gerbang dan mobil itu juga ikut masuk ke dalam.


Benar dugaan Keisha, dia adalah Lidya yang sudah mulai menjajakan diri dengan kemewahan sejak kepergian Keisha dari rumah itu.


Lidya tersenyum ejek, seolah menunjukkan ia sudah mendapatkan semua keinginannya "Eh anak kesayangan Mama ada apa kesini" Ucap Lidya kala ia melihat Keisha masuk ke dalam rumah


"Bik Papa mana?" Tanya Keisha melihat Bik Sur menghampirinya


"Belum pulang non, non Kei Bibik masak kesukaan non loh"


"Oh ya? Nanti pasti aku makan" balas Keisha tersenyum ramah


"Papa kamu nggak akan pulang, ia keluar kota" Sahut Lidya yang sok asyik sendiri


"Kapan angkat kaki dari rumah saya?" Balas Keisha menatap Lidya penuh kebencian


"Tidak akan pernah dan tidak akan pernah sama sekali" Lidya tersenyum lebar dengan percaya diri


Keisha berkacak pinggang lalu tersenyum aneh "Anda yakin Pak Rudi tidak akan selingkuh lagi?"


"Keisha" Teriak Lidya yang terus meremehkannya


"Kenapa? Takut ya? Duduk yang manis aja Ibu tiri, biarkan karma yang memainkan perannya"

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan wanita lain merebut suamiku"


Keisha menepuk bahu Lidya, spontan wanita itu terlonjak kaget "Hei bangun, bangun ibu tiri, diluar sana banyak yang lebih menggoda dari pada Anda, taukan tukang selingkuh tidak akan pernah puas dengan satu orang saja, tau dong masa enggak! Kan sudah berpengalaman juga" Ujar Keisha mengulurkan lidahnya, Lidya semakin marah mendengar setiap kata yang keluar dari anak tirinya


"Itu juga berlaku sama Albi,kamu kira Albi akan diam saja melihat godaan itu" Serangan balik dari Lidya. Mereka seperti dua pemain yang tidak mau mengalah


"Saya tidak mencintai dia maupun hartanya. Jadi saya tidak perlu takut. Berbeda sama anda yang begitu mencintai harta Pak Rudi"


"Keisha keluar kamu dari rumah saya!" Teriak Lidya semakin lantang


 


Keisha tersenyum geli. Seorang tamu tidak di undang berani mengusirnya. Sudah lama Keisha ingin mencakar dan menjambak Lidya.Hari ini kekesalannya bertambah.


Tangan panjang Keisha menarik rambut Lidya. Begitu Lidya mau membalas tangan kiri Keisha langsung menangkap tangan wanita ****** itu


"Aaahh sakit" Teriak Lidya meringis kesakitan


"Ini belum sesakit apa yang anda torehkan kepada Mama saya"


"Ini belum mulut anda yang saya sobek" Tutur Keisha meninggalkan Lidya yang masih gemetaran. Lidya sebenarnya takut melihat keberanian Keisha. Namun, dia selalu bertahan untuk kekayaan yang di miliki Pak Rudi.Jika ia diam maka Keisha akan semakin seenaknya saja. bagi Lidya tidak apa kalah asal bisa melawan Keisha. Lidya juga senang mempermainkan Keisha, ia tidak ingin mengalah walaupan Pak Rudi sudah menyuruh untuk tidak meladeni Keisha. Karena jika di lawan hanya iya yang merasakan kesakitan akibat cakaran dari Keisha


Keisha anak yang baik dan penurut. Namun, ketika hatinya sudah sakit, sikap bar-barnya keluar begitu saja. Apalagi menyangkut soal menyakiti keluarganya,ia tidak pernah takut untuk menindas orang itu.


keisha menuju kamarnya seraya bersenandung kecil. Lidya tidak melawan lagi. Yang bisa ia lakukan memutar balikkan fakta nantinya.


Senja kini sudah berlalu, langit malam begitu pekat. Setelah bermalas-malasan di kamarnya Keisha kembali ke rumah suaminya.


Keisha turun tangga seraya memainkan ponselnya. Lidya berbohong perihal Pak Rudi keluar kota.


"Kei" Panggil Pak Rudi yang baru pulang dari kantor. Ia melirik ke arah suara, rasanya ia ingin mengeluh kepada Papanya soal suaminya yang memiliki banyak ketidaknyamanan. Melihat Pak Rudi sehat-sehat saja Keisha sedikit lega


"Aku tadi menjambak rambut istri Papa" Ucap Keisha mendekati Pak Rudi sebelum Lidya bicara yang aneh-aneh

__ADS_1


"Kei kenapa kamu selalu ribut sama Lidya?"


"Wanita itu berani mengusir aku dari rumah yang aku tempati selama delapan belas tahun"


"Dia tidak bermaksud begitu nak"


"Aku tidak butuh pembelaan dari Papa"


"Keisha"


"Pak Supri antar aku kerumah Albi. Dan Papa jaga kesehatan jangan bekerja terlalu letih" Ucap Keisha melangkahkan kakinya begitu berat. Lagi-lagi ia adu mulut sama Papanya akibat wanita itu


"Apa suami kamu memperlakukan kamu dengan baik?" Tanya Pak Rudi. Keisha menghentikan langkahnya,untuk sejenak ia terdiam menundukkan kepala


Keisha menoleh kearah Papanya lalu tersenyum kecil "Hmmmm dia baik" Jawabnya walaupun penuh keraguan


"Syukurlah!" Tutut Pak Rudi ikut tersenyum bahagia


"Lain waktu bawa dia menginap di rumah kita"


"Iya" jawab Keisha tidak begitu yakin, karena melihat Albi yang tidak ingin tidur dengan dirinya,ya kali tidur di kamar tamu? yang ada Lidya semakin merendahkannya.


Keisha pulang di antar sama Pak Supri. Di dalam mobil Keisha menghapus air matanya yang jatuh begitu saja. Dadanya sesak untuk hal yang sulit di jelaskan.Rindu dan gengsi,dua kata yang sulit di artikan,ingin memeluk dengan erat, namun gengsi terlalu tinggi.


"Pak Supri jagain Papa ya!" Pinta Keisha


"Iya non pasti" Jawab Pak Supri merasa iba melihat nona mudanya,Pak Supri juga tidak menyukai Lidya, sering kali ia dan istrinya mengerjai Lidya ketika wanita itu sedang di rumah sendiri, bagaimana pun juga ia telah mengambil kebahagiaan keluarga Keisha yang telah baik kepada keluarga Pak Supri. ketika Bu Jasmine masih ada, setiap 3 bulan sekali mereka mendapatkan bonus, sedangkan bersama Lidya mereka selalu di omeli.


Keisha sampai di rumah Albi.


Mobil Albi sudah terparkir di garasi.


Ia menarik nafasnya dalam-dalam. Jika tadi melawan Lidya dengan kekerasan. Sekarang Keisha harus berhadapan sama manusia berdarah dingin.

__ADS_1


Keisha membuka pintu rumah, di ruang tamu Albi tengah menunggunya.


__ADS_2