
Awal baru bagi Keisha dengan status sudah menikah,Namun, tidak akan ada yang mengetahuinya kecuali teman-teman SMAnya. Di tempat Keisha kuliah cuma ada beberapa temannya yang mendaftar disana. Itu pun juga dengan jurusan yang berbeda.
Tapi tidak untuk Aida, kedua anak pengusaha itu mengambil jurusan yang sama.
Keisha keluar dari mobil dan menghirup aroma kampus yang khas dengan berbagai drama.
Dan hari pertama juga bagi Albi menyandang status suami ketika ia menginjak kaki di perusahaan Papanya.
Albi di temani sekretaris pribadinya, menuju keruang meeting yang sudah di tunggu oleh Papa dan ketiga Kakak laki-lakinya.
Mereka berlima sudah berkumpul dalam satu ruangan, Pak Fadly menatap satu persatu anaknya lalu tersenyum manis. Pak Fadly adalah pemilik perusahaan Abrisam Group yang bergerak di berbagai bidang
"Perusahaan yang bergerak di bagian kosmetik biar di ambil alih oleh Albi" Ucap Pak Fadly,dari rautnya terlihat kebahagiaan
Bara Kakak kedua Albi yang selama ini menjalankan perusahaan kosmetik itu seperti tidak menerima, dari awal ia tidak menginginkan adiknya untuk terjun ke dunia bisnis, dan Bara juga terkenal suka mencari ulah kepada kakak pertama dan adik ketiga yang sama-sama jaya di usia muda mereka.
"Apa ini tidak terlalu cepat?" protes Bara
"Biarkan Albi yang mengelolanya, kamu fokus saja di bagian konstruksi lagian kamu juga keteteran mengurus selama ini" sambung Pak Fadly melihat kerugian beberapa bulan belakangan ini
"Iya aku setuju juga pa" Sambung Kakak pertama dan ketiga
"Papa minta lakukan dengan baik, sekarang kamu akan berdiri sendiri, seluruh hak karyawan ada di tanganmu, perlakukan karyawanmu dengan baik maka dia akan menghargaimu sebagai atasan"
"Tugas dan bebanmu akan bertambah, jika ada yang tidak di mengerti jangan ragu untuk bertanya"
"Dio, Bara dan Dewa mendapatkan ini semua tidak mudah, mereka selalu berusaha untuk mempertahankan hasil yang baik"
"Tentunya, sekarang bersikaplah dewasa" sambun Bara terlihat sombong
Albi menyikapi dengan senyuman kecil, ia tahu persis Bara tidak menyukainya. Dahulu dua orang itu sering berantem karena sifat Albi yang terlalu aneh baginya.
Setiap kampus pasti ada yang namanya pria favorit kaum hawa. Begitu juga sebaliknya.
Wajah Keisha yang cantik mulai menarik bagi pria yang melihatnya. Sekali lagi, Keisha tidak suka menjadi pusat perhatian di kalangan lelaki buaya darat.
Sesuai E-mail yang di terima Keisha, gadis itu langsung menuju ruangannya.
Wanita yang tidak kalah cantik lainnya sudah menunggunya sedari tadi.
"Pagi pengantin baru" Goda Aida menyenggol sahabatnya lalu terkekeh geli
__ADS_1
"Apaan sih" balas Keisha cemberut
"Kenapa? Malam pertama kamu kurang memuaskan?"
"sangat kurang" Keluh Keisha
"What? Jadi kamu sudah?" Tanya Aida seraya menyatukan kedua telunjuknya.
"Belom, Dia nggak doyan sama orang" Bisik Keisha sangat lemah. Kalau bersama Aida, gadis itu tidak bisa merahasiakan apapun. Baginya Aida adalah pribadi yang hebat.
"What?" Teriak Aida langsung berdiri dari tempat duduknya. Spontan saja yang ada di ruangan itu menatapnya dengan aneh
"Kamu serius Kei?" Tanya Aida masih tidak percaya
"Iya, dia sendiri yang bilang"
"Hah, astaga ternyata wajah tampan, badan berotot nggak menjamin ya, ini semua gara-gara sidoom itu" Omel Aida memukul meja
"sidoom apaan?"
"Ibu tiri kamu. Si doyan om-om" Mendengar itu Keisha tertawa lepas, bersama Aida ia selalu tertawa tanpa beban,
"Tidak masalah Kei. Mari kita cari pasangan di kampus ini, tebarkan pesonamu mulai hari ini.
kedua kamu ceraikan suami kamu" Ujar Aida penuh semangat
"Oke"
Mata kuliah pertama di mulai. Semuanya masih menyenangkan karena masih tahap perkenalan.
Disaat selesai jam kuliah Keisha dan Aida menghabiskan waktu di taman kampus.
Mereka melihat sekeliling, Ada yang sedang berpacaran, dan ada juga yang sedang membuat tugas dan masih banyak hal lain yang mereka lakukakan.
Aida menangkap pemandangan langka. Pria berwajah asia tenggara, kulit putih dan mata terlihat sipit. Reynan Agra ketua senat kampus yang biasa di panggil Agra. Siapa yang tidak kenal dia. Saat ini Agra berada di semester enam. Bahkan setiap wanita di kampus itu menginginkan untuk menjadi pacarnya.
"Kei lihat itu" Tunjuk Aida ke arah Agra di kerumunan mahasiswa yang lain
"Siapa?" Mata Keisha langsung mengikuti arah telunjuk sahabatnya. Jika di bandingkan dengan ketampanan albi masih dibawah suaminya. Keisha hanya mengangkat bahunya. Pikirannya belum stabil soal yang lain.
__ADS_1
"Waaah.. Bakalan nyaman kuliah nih" Tutur Aida masih menatap Agra dari kejauhan
"Ayo pergi" Ajak Keisha yang sudah lebih dulu beranjak dari tempat duduknya
Hari pertama kuliah masih perkenalan. Setelah menghabiskan waktu di kampus baru. Akhirnya pulang juga, Keisha melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul lima sore.
Ia mempercepat langkah kakinya menuju parkiran. Tepat di sebelah mobilnya, ada mobil Agra. Dan di saat itu juga ia melihat Agra dari dekat.
Tidak buruk seperti dugaan Aida, melihat Keisha memandanginya. Agra melemparkan senyum manisnya. Keisha membalas dengan sedikit mengangkat bibirnya. Statusnya sekarang bukan anak gadis lagi melainkan sudah menjadi istri orang.
Agra mulai tertarik melihat Keisha yang tidak terlalu peduli terhadapnya. Sangat berbeda dengan wanita yang lain.
Butuh satu jam perjalanan untuk sampai ke rumah Albi. Tidak terlalu macet sehingga Keisha tidak perlu mengeluh.
Melihat Keisha sudah datang pintu gerbang langsung terbuka. Mobil Albi belum ada dan sebelum pulang kerumah Keisha sudah mengisi perutnya terlebih dahulu.
"Bik kamar tamu bagaimana" Tanya Keisha menghampiri Bik Ira di dapur
"Masih sama non"
Keisha menghela nafas. Langkahnya berat menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Begitu pintu terbuka bau khas dari ruangan itu sudah tercium wangi.
Keisha langsung mandi dan mengistirahatkan tubuhnya setelah itu.
Tidak terasa sudah tiga jam ia tertidur. Albi belum juga terlihat. Sedangkan asisten rumah tangga sudah pada pulang ke rumah masing-masing.
Rumah itu kian sunyi. Keisha mulai merinding. Entah butuh berapa lama ia harus beradaptasi dengan rumah barunya.
Keisha memilih menunggu Albi di teras rumah. Bahkan satu jam sudah berlalu. Namun, tanda-tanda Albi datang belum kelihatan.
Kini sudah satu jam setengah Keisha menunggu suaminya. Ia mulai mengantuk dan kedinginan. Dua orang satpam di pos mereka terus memandangi nyonya barunya, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Tepat jam sepuluh malam Albi pulang. Pak Herman berlari membukakan gerbang
"Tuan, Non Kei sepertinya ketiduran" Kata Pak Herman ketika Albi membuka kaca mobilnya
"Ketiduran?"
"Iya tuan sudah dua jam non Kei di luar"
__ADS_1
Albi memarkirkan mobilnya di samping mobil Keisha. Raut wajah lelah terbaca dari Albi. Benar saja kata Pak Herman,gadis itu sudah tertidur.
Untuk kedua kalinya ia mengangkat tubuh istrinya.