ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
BERMAIN CURANG ATAU KALAH


__ADS_3

Mentari mulai menyapa dunia dengan cahayanya yang hangat. Hangatnya menenangkan dan membuat kita bersyukur masih di kasih kesempatan hari ini.


Energi yang bersumber dari Tuhan yang maha esa tidak pernah gagal membuat kita mengaguminya.


Keisha terbangun dari tidurnya. Perut lapar membuat ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Albi masih tertidur pulas bahkan pria itu terlihat sangat nyaman tidur di kamar Keisha.


Setelah menghubungi Pak Supri dan Bik Sur Keisha berhasil turun ke lantai satu berkat bantuan mereka berdua.


Tiba-tiba saja Keisha merindukan makan di meja makan keluarganya itu.


Dan sepagi ini Pak Rudi sudah berangkat ke kantor.


Pak Supri dan Bi Sur meninggalkan Keisha di ruang tamu. Lidya, terlihat masuk dari ruang depan. Ia baru saja mengantarkan suaminya.


"Aku dengar Friska sudah bercerai dan otomatis ia akan kembali bersama Albi dong" Ucap Lidya mengambil posisi duduk di depan anak tirinya. Keisha tidak merespon perkataan Lidya, ia tetap fokus pada layar ponsel


"Dan aku harap kamu selamanya duduk di kursi roda itu,karena ketika kamu bangun sangat merepotkan,menyebalkam dan aakhh memikirkannya saja membuat aku mual" Sambung Lidya semakin menjadi-jadi


"Perempuan gila, apa obatmu sudah habis?" Balas Keisha menatap Lidya penuh kebencian


"Gila katamu?" Lidya tersenyum jahat


"Kamu mau lihat kegilaan aku?" Lidya berdiri dari duduknya lalu mendorong kursi roda gadis itu ke arah kolam renang. Kolam renang yang terletak di sudut ruang santai keluarga dan begitu jauh dari dapur. Sehingga teriakan Keisha tidak terdengar oleh Bik Sur.


Pak Rudi yang berangkat terburu-buru meninggalkan beberapa berkasnya. Ia pun kembali ke rumah, untung saja belum terlalu jauh dari rumah.


Lidya semakin menjadi, Keisha tidak bisa melawan seperti biasa karena keadaannya yang tidak memungkinkan.


Tepat di depan kolam renang Lidya berbisik seraya tersenyum jahat


"Kamu jatuh kesana dan silahkan menyusul Mama kamu sayang"


"Lidya..." Keisha berusaha memukul tangan Ibu Tirinya sekuat mungkin


"Kenapa? kamu tidak bisa lagi menarik rambutku? ayo lakukan seperti biasa"


"Lepaskan tangan kamu dariku" ucap Keisha mencoba menahan Lidya agar tidak mendorongnya


"Ada apa denganmu hari ini? hanya melawan dengan mulut,kamu buang kemana tenagamu? ayo lakukan seperti biasa" ucap Lidya sembari tertawa lepas

__ADS_1


"Kau benar-benar wanita gila"


"Iya, dan nanti kalau Papa kamu menanyakan kenapa bisa jatuh? aku akan menjawab,tadi pagi tiba-tiba kamu menangis dan kamu sendiri yang pergi kesini lalu tergelincir,masalahnya selesai bukan?dan lambat laun Pak Rudi dan mamamu akan terlupakan"


 Brrruuukkk


Keisha jatuh ke dalam air, ia tidak bisa bergerak bebas, nafasnya mulai tersengal-sengal, melihat Keisha seperti itu ada kepuasan sendiri di hatinya.


Lidya kemudian tertawa lepas, kolam renang yang dalamnya seleher orang dewasa akan semakin menyulitkan Keisha untuk bernafas di tambah saat ini ia belum pulih total dari patah tulangnya.


Pak Rudi sampai di rumah dan beberapa kali memanggil Lidya, tetapi tidak ada sahutan dari satu orang pun yang ada di rumah itu.


Lidya menoleh kearah ruang tamu, ia melihat suaminya kembali pulang , Lidya, si wanita rubah langsung berpura-pura panik. Ia melompat kedalam kolam renang seraya berteriak meminta tolong,mendengar suara teriakan Lidya yang cukup keras, Pak Rudi berlari mencari sumber suara itu


Betapa terkejutnya Pak Rudi ketika melihat Keisha dan Lidya ada di bawah sana "Sayang kalian kenapa?"


"Sayang, Tolongin Kei jatuh ke dalam kolam" Ucap Lidya menutupi kejahatannya


Pak Rudi langsung melompat dan membantu anaknya. Ketika ia mengangkat Keisha ke dasar atas, Keisha sudah tidak sadarkan diri.


Pak Rudi berteriak memanggil Pak Supri. Mendengar keributan Albi terjaga dan berlari ke lantai satu. Ia mendapati Keisha sudah di pangkuan Pak Rudi yang basah kuyup. Pak Rudi menatap Albi sangat marah, pria itu berlari ke arah mobil dan membawa anaknya ke rumah sakit.


"Kamu apakan dia?" Tanya Albi menatap sekilas ke arah Lidya yang tengah kedinginan


"Kenapa kamu menuduh aku?"


"Bukankah kamu tidak menyukai Keisha?"


"Ya benar, tetapi aku tidak selicik itu juga"


"Lidya jangan main-main, kamu tahu? Aku tidak suka dengan orang yang bermain curang" Lidya terdiam mendengar ancaman Albi


Dua puluh menit perjalanan Keisha sampai di rumah sakit. Pak Rudi mulai khawatir menunggu anak gadisnya yang sedang di tangani oleh dokter.


Albi dan Lidya berlari ke arah Pak Rudi yang sedang menunggu.


"Saya sudah bilang jaga anak saya" Ucap Pak Rudi menatap menantunya


Begitu Lidya memegang tangan suaminya, Pak Rudi langsung menepis itu dan beralih menatap Lidya


"Saya akan membuat perhitungan dengan kamu" Lidya mulai ketakutan ketika mendengar ucapan suaminya

__ADS_1


Ia tidak ingin disalahkan sahingga ia berdalih "Kenapa aku? Kalau tidak ada aku Anak kamu sudah mati"


"Lidya" Teriak Pak Rudi


"Katanya dia akan menyusul Mamanya, jadi apa salahnya aku menolong dia" Ucap Lidya langsung pergi meninggalkan Pak Rudi


Tiga puluh menit berlalu, Keisha membuka matanya. Keisha melihat Albi sangat berantakan, rambutnya terlihat acak dan wajah yang tidak karuan, sedangkan Papanya terlihat kedinginan. Pak Rudi menggenggam tangan Keisha sangat erat dan beberapa kali mengucapkan kata maaf.


Keisha terlihat kebingungan melihat sikap Papanya. Dan saat itu juga Lidya tidak ada di ruangan itu.


"Kamu ada masalah apa sampai ingin menyusul Mama?" Tanya Pak Rudi di sela-sela menghapus air matanya


"Pa...."


"Untung Lidya cepat berteriak, dia tidak sejahat yang kamu pikir bukan?" Tutur Pak Rudi, Keisha tersenyum getir, faktanya sudah di putar balikkan oleh wanita itu


"Papa percaya dia?" Tanya Keisha


"Keisha, dia berarti bagi Papa begitu juga kamu, jadi papa mohon hargai dia"


"Oh ya, sekarang Papa keluar aku sudah punya suami yang akan menjagaku" Ucap Keisha melihat Papanya terus membela Lidya


Tidak ingin ribut dengan Keisha Pak Rudi memilih keluar, Keisha menepis air matanya


"Apa yang terjadi" Tanya Albi


"Tidak ada" Ucapnya


"Bagian mana yang sakit?" Tanya Albi membelai rambut istrinya , Keisha hanya terdiam, bicara pun percuma


"Lidya menyakitimu?"


"Kei jawab aku?"


"jika ada yang menyakitiku, apa Mas Albi akan berada di pihakku?"


"tentu saja"


"tepati janjimu suatu hari nanti" ucap Keisha menatap serius lelaki itu


Selama menikah dengan Keisha, Albi tidak mengetahui masalah apa yang terjadi antara anak dan Bapak itu, hanya saja Albi sering melihat mereka ribut. Seperti biasa Albi juga tidak akan bertanya kembali.

__ADS_1


__ADS_2