
Mobil marcedes-Benz B200 bewarna hitam melaju dengan kecepatan sedang,Pak Rudi dan Lidya baru saja pulang dari pertemuan salah satu kenalan mereka yang mengadakan sebuah pesta di hotel mewah. Mereka berdua kembali ribut kala Lidya mulai membahas wanita yang beberapa hari lalu bersama Pak Rudi, Pak Rudi kembali menanggapi dengan tenang, sedangkan Lidya begitu berapi-api membahasnya. Pak Rudi yang mulai mengantuk dan sangat malas mendengar ocehan istrinya, menarik pedal gas dengan kecepatan penuh.
"Kamu masih berhubungan dengan dia?" tanya Lidya
"Aku tidak akan pernah memaafkan kamu Mas jika masih menjalin hubungan bersama dia"
"Jika aku melihatnya, aku akan membunuhnya!"
Lidya menoleh ke arah samping melihat suaminya tidak menanggapi setiap ucapannya, ia memukul lengan Pak Rudi berulang kali,ketika Pak Rudi mulai emosi ia menoleh kearah Lidya lalu membentak wanita itu,
"Berisik, kamu sungguh menyebalkan!" teriak Pak Rudi
"Diam atau saya turunkan di sini!" ucapnya kembali dengan mata melotot. tanpa sadar sebuah mobil di depan mereka melaju dengan sangat lambat, Pak Rudi mulai kehilangan kendali, ia membanting stir kearah kiri. Namun dari arah belakang sebuah mobil melaju dengan cepat. Tabrakkan tidak bisa di hindari, mobil Pak Rudi terseret dengan sangat cepat sehingga membuat mobilnya terbanting ke sebuah bangunan kosong.
Jalanan mulai macet, Pak Rudi dan Lidya luka parah hingga tidak sadarkan diri, sedangkan mobil yang menabrak itu hanya terluka sedikit di bagian kening. Orang-orang mulai menepikan mobil mereka, membantu Pak Rudi dan Lidya untuk keluar dari mobil itu, tidak berselang lama mobil ambulans dan polisi juga datang di tempat kejadian, Pak Rudi dan Lidya langsung di larikan ke rumah sakit.
Di tempat lain, Keisha dan Albi sedang menikmati makan malam bersama, mereka kembali berbaikan setelah hari itu. Albi tersenyum manis kearah Keisha yang begitu menikmati makanannya, kemudian Keisha menghentikan suapannya untuk beberapa saat ia terdiam "Ada apa?" tanya Albi
"Tidak ada, hanya saja perasaanku tidak enak Mas tiba-tiba teringat Papa" ucap Keisha mengalihkan tatapannya ke ponsel
"Ayo makan lagi, itu mungkin hanya perasaan kamu saja" kata Albi, Keisha hanya mengangguk kecil
Beberapa media mulai mendatangi tempat kejadian, orang yang menabrak Pak Rudi juga di bawa ke rumah sakit. Ketika Pak Rudi sampai di rumah sakit, pihak rumah sakit langsung menghubungi ke rumahnya
"Hallo" Ucap Bik Sur menerima panggilan itu
"Ya selamat malam, kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu bahwa baru saja terjadi kecelakaan atas nama Rudi Irawan beserta istrinya" mendengar itu Bik Sur terduduk diam, tangannya gemetaran, ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Pak Supri datang dari arah belakang dan melihat wajah istrinya yang pucat
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanyanya seraya membantu Bik Sur untuk berdiri
Bik Sur mengatur nafasnya lalu "Cepat hubungi Non Keisha, beritahu bahwa tuan baru saja kecelakaan" ucapnya gagap
Pak Supri juga ikut terlonjak kaget, sebelum berangkat tadi ia tidak di perbolehkan pergi karena acaranya akan memakan waktu yang sangat lama.
Keisha membereskan piring di atas meja makan, karena para asisten di rumah mereka sudah pada pulang,begitu melihat ponselnya berdering perasaan Keisha kembali tidak tenang apalagi setelah ia lihat itu panggilan dari rumah utamanya
"Hallo Non" ucap suara yang tidak asing
"Ada apa?" tanya Keisha, benar saja mendengar apa yang di katakan Pak Supri membuat kaki Keisha langsung lemas, badannya langsung goyah, Keisha terjatuh ke lantai. Tangannya bergetar menahan ketakutan. Rasanya apa yang di dengar itu hanyalah mimpi. Albi yang saat ini sedang berada di ruang tamu begitu mendengar gelas jatuh ia langsung berlari melihat itu dan mendapati istrinya sudah menangis
"Ada Apa" tanya Albi kebingungan
Tak berselang lama ponselnya juga berdering, Papanya memberi kabar bahwa mertuanya baru saja kecelakaan, Albi tidak bertanya lagi ia langsung memeluk Keisha dan menenangkan istrinya
Keisha menepis air matanya lalu ia mendongak menatap Albi "Mas ayo ke rumah sakit, mengeluarkan air mata tidak akan menyelesaikan semuanya" Albi mengangguk lalu membantu Keisha untuk bangkit
Mereka berangkat ke rumah sakit di antar oleh Pak Herman karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengemudi, sepanjang perjalanan Albi menggenggam tangan Keisha, menguatkan istrinya bahwa semua akan baik-baik saja.
Hanya butuh waktu 15 menit mereka sampai di rumah sakit, Keisha dan Albi langsung di arahkan ke ruangan Pak Rudi. Ketika melihat ruangan operasi Keisha kembali menitikkan air mata, hatinya begitu hancur melihat itu dan disana sudah ada Om Ray yang menunggu bersama Pak Supri.
"Kenapa bisa terjadi om?" tanya Keisha
"Om tidak tahu kejadian yang sebenarnya tetapi orang yang menabrak mobil papa kamu saat itu berada di bawah pengaruh alkohol dan dia hanya luka sedikit!" jelas Om Ray
Keisha mengepalkan kedua tangannya, lalu ia berdiri dari duduk dan menanyakan dimana pria itu di rawat, Pak Supri mengantar kesana begitu juga Albi mengikuti Istrinya.
__ADS_1
Pak Supri menahan tangan Albi lalu berbisik "Tuan saat non Keisha marah ia sangat menakutkan" Albi membalas dengan anggukan
Tanpa kata permisi Keisha menerobos ruangan itu, Keisha berdecih begitu melihat lelaki itu masih muda, dan ia hanya terluka di bagian dagu dan kening. Lelaki itu langsung bangkit dari tidurnya dan kebingungan melihat mereka masuk
Plaaaak, satu tamparan mendarat di pipi pria itu, pria itu berteriak "Berani sekali kau"
"Haaaa, ternyata kau sudah sadar dari alkohol itu" Keisha juga berteriak
"Anda siapa?" tanya lelaki itu semakin bingung karena tiba-tiba saja perempuan gila itu menamparnya
"Saya akan membuat anda mendekam di penjara, merasakan kesialan setiap hari dari balik jeruji besi itu!"
"Orang gila ini" tutur lelaki itu
Albi menahan tangan Keisha ketika istrinya ingin melayangkan tamparan kembali
Keisha mencengkram lengan pria itu dengan kuat "Tidak bisakah anda mengemudi dengan baik?" tanyanya, lelaki itu baru mengingat kejadian yang baru saja terjadi kepadanya
"Maafkan aku" ucapnya mulai menunduk dan menyesal
"Jika tidak becus mengemudi jangan mengemudi, dasar pengemudi ugal-ugalan"
"Maafkan saya" ucapnya sekali lagi
"Calon pembunuh,jika terjadi hal yang tidak di inginkan kepada Papa saya, saya akan membunuh anda camkan itu!" kata Keisha melepaskan cengkeramnya dari pria itu kemudian keluar dari ruangan itu.
Albi terlonjak kaget ketika melihat keberanian Keisha, untuk pertama kalinya ia melihat Keisha begitu marah dan benar kata Pak Supri ia begitu menyeramkan saat marah. Di saat tiba di ruang tunggu operasi Keisha kembali terlihat murung. Beberapa saat kemudian Pak Fadly dan Bu Dini juga datang, Bu Dini langsung memeluk menantunya di saat itu juga Keisha kembali menangis. Tak berselang lama Aida juga terlihat datang, ia langsung memeluk Keisha dan ikut menangis.
__ADS_1