
Baru saja Keisha membuka pintu, ia sudah di kejutkan dengan sosok Albi yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Pria itu tetap saja memasang wajah dingin dalam keadaan apapun.Tidak peduli hujan, panas, petir, badai sekalipun, raut wajahnya akan tetap seperti itu, rasanya wajah menyebalkan itu sudah di pahat sedemikian rupa.
Merasa tidak ada yang perlu di bicarakan Keisha langsung saja menuju kamar. Spontan Albi juga mengikutinya.
Menghela nafas sebentar, lalu Keisha langsung menuju kamar mandi beberapa menit kemudian dia keluar lagi.
"Darimana?" Tanya Albi seraya menarik kursi kerjanya
"Rumah Papa"
"Oh" jawabnya singkat, padat, tapi tidak jelas
Keisha mendengus kesal "Mulai besok aku tidak berniat datang lagi ke rumah keluarga kamu" Tutur Keisha seraya menarik selimut
"Iya" jawaban singkat dari Albi yang membuat Keisha mendecih geli
"Menyebalkan" Gerutu Keisha seraya melotot menatap suaminya,ia tidak akan mengalihkan pandangannya sampai Albi bicara lagi
Satu menit, tiga menit, lima menit, mata Keisha mulai mengeluarkan air mata tetapi ia tidak akan menyerah, setidaknya Albi harus minta maaf dulu karena telah meninggalkannya begitu saja
Albi meletakkan penanya dengan kasar lalu menoleh kearah tatapan Keisha yang mengganggu "Kenapa" tanyanya
Keisha bernafas lega, ia mengedipkan matanya beberapa kali, matanya serasa mati rasa, bibirnya kembali berkedut "Kenapa kamu tanya?"
Albi mengangguk "Ya kenapa?"
"Kamu tidak merasa bersalah?"
"Tidak, rumah orang tuaku juga rumahmu,jadi kalian perlu mendekatkan diri lebih jauh lagi"
"Orang gila ini" gerutu Keisha menatap tajam seperti elang
"Iya"
Begitu cara Albi mengakhiri pembicaraan di antara mereka setiap hari.
Keisha langsung memejamkan matanya. Hari esok ia akan kuliah, melawan Albi hanya membuat ia stres, jika sudah stres urusanya bisa panjang,bukan lagi Albi yang gila tetapi dia juga akan ikut gila Karena menghadapi psikopat aneh itu. jadi diam dan tidur lebih baik. Sedangkan Albi kembali sibuk bersama laptopnya, Albi membuka kaca mata, memijat pangkal hidungnya kemudian ia mengalihkan perhatiannya kearah Keisha, ia tersenyum kecil melihat gadis itu sudah terlelap.
__ADS_1
Pagi mulai menyapa dunia dengan hangatnya. Begitu juga Keisha menyapa suaminya dengan cara melihat saja. Sama-sama tidak teraba namun menenangkan.
Seperti pagi biasa, Keisha selalu melewatkan sarapan pagi.
Jika dulu hayalan Keisha ketika sudah menikah, ia akan mendapatkan pelukan hangat dan kecupan mesra setiap pagi siang malam dan setiap waktu pertemuan. Kini hayalan itu hanya tinggal hayalan. keinginan itu akan ia kubur ke lubang paling dasar, karena mengharapkannya kepada Albi bagai mimpi indah di siang bolong. Ia menikahi orang yang tidak dia cinta begitu juga sebaliknya, Tampan tidak menjamin kebahagiaan. Albi terlalu cuek kepada dirinya.
Berangkat sendiri ,pulang pun sendiri, tidak ada senyuman yang mengantar kepergiannya dan menunggu kedatangannya.
Tidak masalah Kei, kamu juga sudah terbiasa. Lagi-lagi menyemangati diri sendiri lebih baik ketimbang berharap di semangati orang lain
Begitu cara Keisha menyemangati dirinya sendiri sebelum keluar dari rumah. Menikah hanya status di rumah. Tidak untuk di kampus.
Setelah sampai di kampus Keisha memarkirkan mobilnya,membuka cincin pernikahannya lalu tersenyum indah . Begitu ia turun, gadis itu menengadahkan wajahnya ke langit. Bahkan burung yang beterbangan di atas sana terlihat berpasangan-pasangan.
"Burung aku iri sama kalian yang berpasangan di atas sana" Gumam Keisha
"Langitnya tidak akan runtuh" Ucap Agra membuyarkan lamunan gadis itu
Keisha menoleh "Hmmmm" Balas Keisha tersenyum simpul
"Tidak ada bedanya, sama-sama diciptakan oleh Tuhan yang satu" Agra tertawa lepas mendengar jawaban gadis itu. Ketika ia tertawa matanya ikut menghilang. Keisha hanya mengangkat bahu bahkan baginya tidak ada yang lucu dari jawaban itu,
Melihat Keisha mengernyit, Agra menghentikan tawanya. Bagi lelaki itu Keisha sudah menarik hatinya.
Agra si pria populer di kampus belum pernah sekali pun berpacaran, ia tidak ingin melibatkan diri dengan hubungan yang belum jelas arahnya kemana. Ketika semua wanita menginginkannya, ia hanya sibuk dengan aktivitas yang ia sukai setiap hari.
"Aku Agra" Ucap Agra mengulurkan tangannya
"Keisha" Balasnya lalu melepaskan kembali
"Besok malam ada penyambutan mahasiswa baru. Jangan lupa datang"
"Oh ya?" Keisha tersenyum manis, akhirnya ia menemukan kebahagiaan sendiri
Agra mengangguk seraya tersenyum. Lalu mereka berdua berjalan bersama ke tempat tujuan yang berbeda. Beberapa pasang mata mulai melirik mereka. Ada yang berbisik-bisik ada juga yang ingin menyatakan perang dingin segera di mulai kepada Keisha.
__ADS_1
Keisha tidak mempedulikannya, Agra hanya senior tidak akan ada kata lebih.Namun,tatapan wanita itu benar-benar mengganggunya
"Mata kalian bisa keluar jika seperti itu terus dan kami hanya berteman, hentikan tatapan kalian yang menyebalkan itu" ucap Keisha mendengus kesal, Agra langsung tersenyum melihat itu, Keisha benar-benar unik dari yang lain
"Kak Agra aku mau ke perpustakaan" Ucap Keisha Ketika mereka melewati dua persimpangan.
"Iya" Agra melambaikan tangan
Perpustakaan kampus yang terletak di lantai tiga. Membuat Keisha harus menaiki tangga seorang diri dengan napas yang tidak beraturan.
Perpustakaan selalu tenang. Banyak mahasiswa yang sedang belajar atau membaca. Ada juga yang hanya numpang tidur dan berkencan.
Keisha memilih duduk di dekat jendela, bukannya belajar Keisha membuka ponselnya dan mencari artikel tentang Albi. Tidak banyak yang bisa di dapatkan Keisha. Semua artikel tentang diri suaminya berisi hal positif. Namun, Keisha menemukan artikel tentang perjalanan asmara Albi. Ia, suaminya pernah berpacaran dengan seorang model selama tiga tahun. Waktu yang cukup lama, Keisha melihat-lihat foto mantan Albi.
Friska Vrisilia, model kelahiran Australia. Memiliki wajah nan cantik dan lekuk tubuh yang sesuai dengan pekerjaannya.Siapa saja lelaki yang melihatnya,pasti aku menyukai.
Apa Albi begitu mencintainya? Pertanyaan itu mulai menghantui Keisha.
Lalu Keisha menutup ponselnya, ia menghela nafas dan mengarahkan pandangannya ke arah lapangan basket. Disana Agra sedang tersenyum memandanginya.
"Hallo" Bisik Aida di telinga sahabatnya
"Astaga"
"Lihatin apa sih?" Tanya Aida ikut melihat ke arah yang sama
"Kei, jangan-jangan..... Hi, kamu itu sudah punya suami" Omel Aida mengecilkan volume suaranya
Keisha membuka kembali ponselnya, lalu memperlihatkan foto Friska,Aida memandanginya lekat-lekat "Siapa? Kamu mengenalnya?"
"Tidak!"
"Lalu, apa kamu iri melihat kecantikannya" Goda Aida terkekeh kecil
"Sssstt!" Keisha menutup mulut sahabatnya
Kemudian mereka berdua keluar dan menuju ruang belajar yang sudah di tentukan. Pikiran Keisha masih tertuju kepada Friska. Walaupun Friska sudah menikah. Tetapi bukankah orang bisa bercerai dan kembali kepada cinta pertamanya.
__ADS_1