ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
TOLONG LAKUKAN DENGAN BENAR!


__ADS_3

Setelah kejadian hari itu, Keisha tidak pulang ke rumah Albi dan juga tidak pulang ke rumah orang tuanya, Keisha di temani oleh Aida menginap di salah satu apartemen milik keluarga sahabatnya itu.


Tiga hari telah berlalu, setiap hari Albi menunggu kedatangan istrinya, tetapi setiap hari juga Keisha tidak mendatangi dan menghubunginya


"Keisha dimana?" tanya Albi kepada ART dirumahnya


"Beberapa hari ini tidak pulang tuan" ucap Bik Ira


Albi hanya terdiam, ia menatap kosong pada pintu kamar yang di tutup Bik Ira


Ada apa dengan dirinya? Dia selalu membela Friska dan melupakan fakta bahwa ia telah menikah, orang yang bermasalah itu adalah dirinya. Albi mengingat setiap perdebatan dengan kedua wanita itu. Kepribadian mereka sangat jauh berbeda, Keisha suka berterus terang tanpa mempedulikan ucapanya yang keluar sedangkan Friska lebih suka tertutup jika ada masalah karena memikirkan ucapannya menyakiti orang lain atau tidak.


***


Agra secara bergantian menoleh kepada kedua orang wanita di hadapannya, Keisha tidak berhenti menghela nafas beratnya sedangkan Aida sibuk menunduk ke bawah seakan ada barangnya yang hilang


"Hi, busungkan dada kalian!" suruh Agra


"Hhhaaaaahhh!" mereka mendengus secara bersamaan, Agra mengarahkan ponselnya kepada kedua wanita itu, lalu kembali menoleh kearah wanita yang masih termenung


"Apa yang kalian pikirkan?"


Keisha sekilas menoleh tetapi ia enggan untuk menjawab sedangkan Aida memilih untuk menggelengkan kepala, kesabaran Agra yang setipis tissue di bagi dua sedang di uji, ia memijat pangkal hidungnya, lalu tersenyum aneh


"Bagaimana kalau nanti malam kita berpesta? Merayakan hari nggak jelas kalian?" Agra begitu bersemangat


"Aku tidak berminat!" balas Aida


"Hmmmm, aku menjadi bodoh setelah selesai pestanya"


Agra membuang napasnya "Setidaknya kalian harus tetap waras, apa yang terjadi?"


Mereka berdua memasang wajah memelas "Kita lapar!" ucapnya berdua saling berpandangan, Agra mengerutkan kening, tertawa kesal melihat kedua wanita aneh itu


Agra membawa mereka ke sebuah restoran BBQ yang tidak terlalu jauh dari kampus. Keisha dan Aida kembali tersenyum semringah ketika sampai di restoran itu, pramusaji mulai menyajikan alat panggang beserta daging, sayuran hijau, acar lobak, telor dadar dan beberapa menu tambahan lainnya


Agra melihatkan kelihaiannya dalam memanggang daging, Keisha dan Aida tidak sabar menunggu, ia menggoyangkan kepalanya ketika potongan daging masuk ke mulutnya


"Aaaahhh enaknya!"

__ADS_1


"Hhhmm benar, mulutku ini sangat menyukai daging" sambung Aida


Agra tersenyum "Kalian berdua benaran orang kaya?" lagi-lagi mereka berdua dengan kompak menggelengkan kepala


"Tidak, yang kaya orang tua kita, kami hanya menumpang hidup" balas Aida terkekeh geli, tidak berhenti memasukkan makanan ke mulutnya


"Tidak apa makanlah!"


"Terimakasih" ucap mereka kembali secara bersamaan.


"Kalian mau tambah?"


"Hhhhmmm, kita menyayangimu Kak Agra" ucap mereka berdua membentuk tanda hati dari tangan, Agra membalas dengan senyuman manisnya


Beberapa saat kemudian, Aida permisi untuk ke toilet, sesampai disana ia memandangi dirinya di kaca, mengelus dadanya, "Kerja bagus Aida" gumamnya lalu tersenyum. Ternyata berpura-pura baik-baik saja setelah di tolak itu tidak mudah, namun Aida melakukannya dengan benar.  Aida merapikan rambutnya, menghela nafas ketika kembali ke tempat duduknya


Perut kenyang, pikiran tenang!


Mereka bertiga kembali ke kampus, setengah jam yang lalu Albi sudah menunggu Keisha di area kampus, Albi duduk di bawah pohon rindang dekat dengan gerbang masuk dari kampus itu, dari jarak yang tidak terlalu jauh, ia melihat Keisha sedang tertawa lepas tanpa ada beban yang di pikirkannya.


"Keisha" panggil Albi ketika melihat wanita itu tidak menyadari kedatangannya, mendengar panggilan, mereka bertiga sama-sama menoleh ke arah suara


"Kalian duluan aja!" Suruh Keisha


"Bagaimana kabarmu?" tanya Albi


"Baik, kamu masih sakit?" tanya Keisha kembali, seraya melihat bekas luka yang masih di perban


"Hhhmmm, kenapa kamu tidak datang kerumah sakit?" Keisha menunduk lalu tersenyum lirih


"Bukannya kamu mengusirku? Lalu untuk apa aku datang?"


"Aku minta maaf!"


"Untuk apa? Karena mengusirku?" Albi mengangguk


Keisha kembali tersenyum "Lalu bagaimana cara kamu menjelaskan hubunganmu dengan Friska?"


"Kei, dia melindungiku dari orang yang ingin membunuhku dan aku bingung cara berterimakasih kepadanya"

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mati hari itu?" tanya Keisha menatap Albi


"Keisha?"


"Kenapa? Kalau kamu mati aku tidak perlu menikah denganmu, tidak perlu ikut dalam cinta segitiga kalian!" Albi menatap tajam


"Sekarang lindungi dia, seperti dia melindungi kamu" Albi memijat pangkal hidungnya lalu mengalihkan pandangannya kearah lain


"Kenapa kamu diam? Biar aku yang mundur" Keisha bangkit dari duduknya, namun tangan Albi menahannya untuk tidak pergi


"Aku sudah pernah bilang, jangan berfikir untuk meninggalkanku! Keisha selamanya kamu istriku, sekali lagi percaya kepadaku"


"Bagaimana dengan perempuan itu? Kamu mau menjadikannya istri kedua? Serakah sekali kamu Mas Albi" ucap Keisha menarik tangannya, dan pergi meninggalkan Albi yang masih terdiam


Keisha menghentikan langkahnya ketika mendengar dering ponselnya, ia kembali menoleh ke arah Albi yang masih terdiam hari ini kamu pulang kerumah pesan masuk Dari Albi, Keisha tidak membalasnya dan kembali melanjutkan langkahnya


Albi tidak kehabisan cara, ia meminta mamanya untuk datang ke kampus Keisha, Albi mengunjungi rumah utamanya, ia melihat Bu Dini baru saja menaiki mobilnya "Ada apa kamu kesini?" tanya Bu Dini masih kesal


Albi menatap Mamanya dengan ekspresi datar "Keisha tidak mau pulang ke rumah"


"Bagus dong, pilihan dia sudah tepat"


"Ma" tutur Albi menyedihkan


"Mama mau pergi, itu urusanmu dan rumah tanggamu"


Bu Dini yang tadinya ingin mengunjungi rumah Dewa, memutar jalurnya ke arah kampus Keisha, begitu sampai ia menyuruh Keisha untuk keluar sebentar.


Ibu mertuanya kini ada di hadapannya, Keisha tersenyum ramah "Kei, mama mohon kamu pulang ya?" pintanya


Keisha menaikkan kedua alisnya, ia terdiam sesaat sembari memperhatikan wanita di hadapannya "Baiklah, aku akan pulang demi mama" ucap Keisha tersenyum


Mendengar itu Bu Dini tersenyum kemudian memeluk Keisha "Terimakasih Kei"


Di rumahnya, Albi mengobati lukanya seorang diri, Keisha sengaja pulang malam. Keisha menghela nafas ketika ia berdiri di depan pintu kamar. Tangannya membuka pintu dan melihat Albi sedang bertelanjang dada mengobati bekas lukanya, Albi tersenyum lega melihat siapa wanita yang berdiri di ujung sana


"Aku pulang karena mama, bukan karena kamu" ucap Keisha, Albi mengangguk bahagia


Melihat Albi yang tengah kesusahan, Keisha mendekat dan membantunya, entah kenapa Keisha merasa geram melihat tubuh suaminya babak belur karena membantu Friska, Keisha menatap sinis lalu meremas bagian yang di perban itu

__ADS_1


Albi meringis kesakitan "Aaaaahh, apa yang kamu lakukan"


"Aaaaiis" Keisha memukul lengan pria itu, lalu Albi tersenyum.


__ADS_2