ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
MALAM YANG BEGITU AGRESIF


__ADS_3

Keisha bernafas lega ketika melihat para dokter sudah keluar dari ruang operasi, selama tiga jam lebih Pak Rudi berada di dalam sana. Keisha kembali terdiam ketika dokter mengatakan bahwa papanya koma akibat kecelakaan itu dan mengalami cedera otak yang cukup serius. Penglihatan Keisha mulai kabur, kakinya terasa lemas, Albi yang berada di sampingnya membantu Keisha untuk duduk. Malam itu juga Keisha dan Albi tetap berada di samping Papanya.


Pak Rudi di pindahkan ke salah satu kamar terbaik, setelah yang lain meninggalkan rumah sakit kini hanya tinggal mereka berdua. Keisha tidak berhenti menatap papanya dengan sendu. Ia juga tidak berhenti mengucapkan kata maaf.


"Pa tolong bangun demi Kei,maafin kebodohan Kei selama ini" ucapnya dengan air mata yang tak kunjung berhenti


"Kei tidak punya siapa-siapa lagi selain papa, sekali lagi papa kuat ya" Albi menyeka air mata istrinya, meyakinkan Keisha bahwa pasti Papanya akan sadar kembali.


Melewati hari yang sulit dan waktu begitu cepat berlalu, sudah tiga hari Pak Rudi berada di rumah sakit dan setiap hari juga Keisha mengunjungi papanya. Hari ini Keisha berkunjung ke kamar Lidya, ia melihat Lidya masih sulit bergerak. Bekas lukanya mulai mengering tetapi ia masih belum sanggup untuk berdiri


"Apa yang terjadi?" tanya Keisha melihat Lidya sedang makan di temani oleh Bik Sur


"Aku tidak tahu dan sungguh itu sangat menyeramkan" jawab Lidya yang tidak ingin mengingat kejadian itu lagi


"Kemana keluarga mu?" tanya Keisha kembali ketika anggota besarnya mengunjungi Pak Rudi namun keluarga Lidya tidak ada yang datang satu orang pun


Lidya terdiam beberapa saat dan ia kembali melanjutkan makannya "Keluarga ku adalah kalian" ucap Lidya menunduk pilu


Keisha tersenyum aneh "Apa hari ini kamu akan menjual kesedihan mu?"


"Itu tidak akan berlaku untuk saya dan lebih baik simpan kesedihan mu baik-baik"


"Keisha!"


"Apa?"


"Hari ini kamu masih bisa makan enak sedangkan Papa belum tau arahnya kemana" ucap Keisha dan langsung keluar dari kamar itu


Melihat Keisha sudah menutup pintu, Lidya menepis air matanya dan menatap tajam "Dasar anak sialan itu" katanya dan langsung saja Bik Sur mempelototinya


"Nyonya benar-benar tidak tahu kata terimakasih" tutur Bik Sur yang mulai kesal


"Tidak perlu ikut campur seorang pembantu berani menceramahi saya"

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi sepertinya non Keisha butuh bantuan saya" jawab Bik Sur langsung pergi tanpa melihat ke belakang lagi. Lidya semakin kesal dan ia melemparkan mangkok bubur yang ada di hadapannya.


Begitu Keisha membuka pintu kamar papanya ia melihat Om Ray juga ada disana, Om Ray terlihat serius ketika Keisha mendekatinya


"Ada apa Om?" tanya Keisha melihat jam tangannya yang baru menunjukkan pukul tiga sore, masih ada dua jam lagi sebelum waktunya pulang dari kantor


"Melihat kondisi seperti ini lebih baik kamu mengambil alih tugas Pak Rudi untuk sementara Kei" kata om Ray kembali serius


Keisha mengalihkan tatapannya kepada Pak Rudi kemudian ia tersenyum kecil "Aku rasa belum saatnya om, aku takut mengacaukan semuanya"


"Kamu tidak sendirian ada om ada Bian ada seluruh karyawan yang akan membantu mu, cepat atau lambat kamu juga akan mengisi posisi itu Kei"


Keisha memijit pangkal hidungnya, ia juga bingung dengan kondisi saat ini "Kalau begitu aku bicarakan dulu dengan Albi" ucap Keisha dan di sambut oleh senyuman dari om Ray


"Om tunggu secepatnya dan om permisi dulu" Keisha hanya mengangguk kecil.


Pukul 7 malam Pak Supri datang untuk menjaga Pak Rudi, tak berselang lama Albi juga datang untuk menjemput istrinya "Pak jaga Papa ya" ucap Keisha langsung pamit


"Mas Albi kapan kembali ke kantor?" tanya Keisha mengalihkan pembicaraan


"Sepertinya besok"


"Syukurlah"


"Ada yang ingin kamu katakan?"


"Hhhmmm, Om Ray meminta supaya aku mengambil alih posisi papa untuk sementara"


Albi sempat terdiam mendengar itu lalu ia kembali tersenyum "Lakukanlah, jika tidak kamu siapa lagi"


"Tapi Mas"


"Keisha tidak ada yang mudah selagi kamu berusaha semuanya akan baik-baik saja bukankah itu yang selalu kamu katakan kepadaku"

__ADS_1


"Aku juga yakin banyak orang yang akan membantumu, kamu tidak sendiri jika bukan kamu siapa lagi? Aku akan selalu ada di setiap kamu butuh bantuan"


"Kata kamu perusahaan itu sangat berharga bagi mama mungkin dengan cara ini kamu bisa membantu mama kamu saat ini"


Keisha tersenyum lalu menoleh kearah Albi "Aku lapar" ucap Keisha


"Hhhmm ini baru istriku yang setiap saat selalu lapar"


"Mau makan apa dan dimana?" tanya Albi


"Apa saja asal itu mas Albi yang membuatkannya"


Begitu sampai di rumah, Keisha dan Albi saling berpandangan melihat meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang di buatkan Bik Ira, Keisha menghela nafas kasar "Sepertinya malam ini kita akan makan masakan Bik Ira lagi" ucap Keisha


"Aku mandi dulu" ucapnya langsung menuju lantai dua


Guyuran air terdengar membasahi badan Keisha, Albi membaringkan tubuhnya di ranjang sambil membaca buku tentang bisnis. Tidak lama Keisha keluar mengenakan piyama yang begitu tipis sehingga menampakkan beberapa bagian tubuhnya yang sensitif, Albi yang melihat pemandangan itu menelan salivanya beberapa kali. Untuk pertama kali ia melihat Keisha berpakaian seperti itu


"Kamu mencoba untuk menggoda ku lagi?" tanya Albi


Keisha menoleh ke arah pria itu lalu tersenyum "Sejak kapan kamu peduli dan jika Mas Albi tergoda itu salah kamu sendiri"


"Kenapa salahku cara berpakaian kamu yang salah"


"Salahnya dimana aku mau tidur bukan mau berperang" ucap Keisha tersenyum ejek


Ucapan Keisha kembali menantang jiwa Albi, ia menarik tangan istrinya hingga jatuh ke ranjang yang sama, pandangan mereka saling bertemu. Albi mencium aroma wangi dari tubuh istrinya. Tangan Albi mulai memainkan rambut gadis itu, Keisha mencoba menahan napas begitu merasakan sebuah benjolan dari bagian tubuh sensitif Albi mulai mengeras.


Perlahan Albi mencium bibir Keisha dengan lembut, tangannya bermain sesuka hati di tubuh Keisha. Malam ini Albi begitu agresif sekali, Keisha tersenyum manis akhirnya benteng pertahanan Albi runtuh juga. Keisha membalas permainan Albi dan cium*n mereka saling memanas


"Apa perlu kita melakukan secepat ini?" tanya Keisha melihat Albi yang tidak sabar


Lelaki itu tersenyum manis kemudian tangannya membuka piyama yang di kenakan Keisha, Albi membelalakkan matanya ia melihat Keisha dengan sisi yang berbeda semua yang ia lihat dari diri Keisha begitu indah. Albi tidak bisa menahan dirinya lagi, godaan di depan mata tidak bisa di lewatkan, gadis yang ia nikahi dan gadis yang mulai membuatnya jatuh cinta. Akhirnya mereka melakukan malam indahnya bersama, mereka saling memuaskan satu sama lain, Keisha yang agresif mampu membuat Albi meleguh penuh kenikmatan yang baru ia rasakan seumur hidup, Albi tersenyum bahagia begitu juga Keisha ikut tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2