
Ketika pagi mulai menyapa. Keisha terbangun dari tidurnya. Dan Albi berada tepat di sampingnya, Genggaman tangannya begitu kuat.
Keisha menatap Albi yang sedang duduk namun mata masih terpejam.
Wajah tampannya begitu lelah. Albi tidak pernah berbagi cerita. Namun, pria itu selalu ada ketika Keisha membutuhkan dirinya.
Ketika Keisha melepaskan genggaman dari tangan Albi dan pria itu ikut terbangun.
Beberapa saat mereka berdua saling berpandangan, kemudian "Hari ini aku akan pulang malam" Kata Albi begitu saja. Keisha mengangguk kecil
"Mas Albi maafkan aku" ucap Keisha entah rasa bersalah apa yang ia rasakan
"Untuk apa?" tanya Albi
"Entahlah" Albi hanya mengangguk kecil
Kembali ke aktivitas mereka masing-masing. Keisha tidak sabar ingin berjumpa Agra. Ia akan mengakhiri hubungannya dengan Agra hari ini. Bagaimana pun juga dia tidak bisa menyakiti kedua hati pria itu. Albi adalah suaminya dan walaupun mereka menikah karena banyak kesalahpahaman, tetap saja Albi yang selalu berada di sisinya. Dan Keisha juga tidak ingin jika semakin hari Agra semakin mencintainya begitu pun sebaliknya. Keisha tidak ingin menyakiti Agra terlalu jauh.Pria baik itu pantas di sakiti
begitu sampai di kampus, Keisha mencari dimana keberadaan Agra saat ini, ia berkeliling kampus sampai matanya melihat pria tampan itu sedang tersenyum
"Kak Agra" Panggil Keisha ketika ia melihat Agra di taman kampus bersama teman-temannya. Langsung saja Agra tersenyum manis dan menghampiri kekasihnya.
"Morning pacar" Sapa Agra membelai lembut rambut Keisha
"Morning juga" balas Keisha begitu lesu
"Ada apa dengan mukamu hari ini?"
"Kenapa?" tanya Keisha menyentuh wajahnya dan dengan cepat mengeluarkan kaca kecil dari tasnya
Agra tersenyum "Cantik, kamu sangat cantik" Goda Agra mengacakak rambut kekasihnya itu
Keisha mendengus geli lalu mengalihkan pandangannya kearah Agra yang masih tersenyum "Kak aku mau mengatakan sesuatu"
"Soal apa?" tanya pria itu masih tenang
Keisha langsung menghempaskan pantatnya di kursi taman yang di kelilingi pepohonan rindang,udara yang begitu sejuk juga ikut menemani mereka. Keisha menengadahkan wajahnya ke langit, langit di atas sana begitu biru dan tenang, ia kembali menghela nafas "Hhhaaah!"
"Kamu ada masalah, cerita Kei dan apa yang bisa aku bantu?" tanya Agra melihat Keisha tidak berhenti menghela nafas sedari tadi
Keisha menoleh melihat Albi, rasanya iya tidak berani mengatakan hal yang akan menyakiti hati Agra nantinya.
"Katakan apa pun itu jangan di tahan" ucap Agra
__ADS_1
"Kak Agra aku minta maaf!" Keisha menundukkan kepala merasa bersalah
"Soal apa? Apa karena kita nggak jadi ke hawaii?"
"Bukan!"
"Lalu?"
"Pertama aku sudah membohongi kamu.
Kedua aku ingin kita putus!"
"Kebohongan? Putus?" Tanya Agra dalam kebingungan
"Aku sudah bersuami" Ucap Keisha memperlihatkan cincin kawinnya yang bertuliskan nama Albi disana. Kemarin jika ke kampus Keisha membuka cincin kawinnya. Tapi hari ini ia begitu berani memakainya.
Agra tertawa lepas seperti tidak percaya. Namun, ekspresi wajah Keisha begitu serius
"Lalu kenapa kamu menerima aku?"
"Aku menikah karena di jodohkan. Dan dengan bodohnya aku membawa kamu ke dalam permasalahan ini" Mendengar penjelasan Keisha, tentu saja Agra dilema. Ia sudah mencintai gadis itu dan tidak ingin melepaskannya,tetapi di sisi lain wanita yang dicintainya sudah menikah.
Keisha merasa bersalah. Namun, tidak ada pilihan lain. Keisha pun tidak bisa berbohong jika bersama Agra ia begitu nyaman dan bisa tertawa lepas. Keisha juga mulai menyukai Agra dan ia tidak ingin perasaan itu semakin dalam
"Aku minta maaf Kak!" Sambung Keisha menatap Agra dengan rasa bersalah
"Lalu bagaimana dengan perasaanku?" Tanya Agra membalas tatapan Keisha
"Jika saja aku tidak mencintai kamu, mungkin tidak sesulit itu mendengar ini semua"
"Kamu wanita pertama yang aku percayai untuk menjadi kekasihku, tetapi kamu juga yang membuat aku tidak percaya lagi dengan wanita lain" Keisha hanya terdiam menyesali kebodohannya
"Apa kamu senang mempermainkan perasaan seseorang?"
"Kak Agra bukan begitu..."
"Kei, kenapa kamu membuat gampang semuanya?"
"Kak aku juga merasa bersalah, aku juga bingung caranya mengendalikan diri sendiri" Lagi-lagi Agra tertawa kecut
"Sekali lagi aku minta maaf untuk kesalahan yang aku buat"
__ADS_1
"Keisha, tidak semua kesalahan bisa di maafkan"
"Tapi aku sudah bersuami, aku juga bingung"
"Kamu mencintai dia?" Tanya Agra, Keisha hanya terdiam
"Aku yang memulai dan aku juga yang akan mengakhirinya, kamu lihat saja!" Ucap lelaki itu kembali
Setelah itu Agra pergi meninggalkan Keisha. Agra benar-benar kecewa. Keisha hanya bisa menatap kepergian Agra begitu saja. Semakin lama pria itu semakin menghilang dari penglihatanya. Keisha benar-benar merasa bersalah, akibat keegoisannya sementara, ia melukai hati pria yang selalu membuat ia tersenyum.
Saat jam kuliah Keisha tidak bersemangat. Pikirannya di hantui rasa bersalah.
Akibat kecerobohannya, ia menyakiti hati seseorang yang selalu membuat ia melupakan masalahnya.
Dan sepulang kuliah Keisha dan Aida mengunjungi toko buku dahulu sebelum pulang. Karena Keisha tahu Albi pulang telat, maka ia banyak waktu untuk bersama sahabatnya.
Setelah mengunjungi toko buku Keisha dan Aida melanjutkan perjalanan mereka ke kafe favoritnya. Kafe 24 jam, yang menyuguhkan suasana tenang dan romantis.
Sesampai disana Keisha dan Aida memesan makanan seperti biasa.
Keisha juga menceritakan tentang hal buruk yang ia lakukan. Aida sahabat yang baik selalu menenangkan Keisha.
"Yang terpenting kamu sudah jujur. Untuk kedepannya kamu harus berhati-hati apalagi soal perasaan Kei" Tutur Aida menggenggam tangan sahabatnya
"Padahal aku yang dulu menyukainya, eh kamu yang disukainya" Ucap Aida sembari cemberut
Setelah bercerita cukup banyak mereka menikmati makanan yang di sajikan. Baru beberapa suapan, Aida melihat Albi dan Friska memasuki kafe yang sama. Aida paling tidak suka jika ada yang menyakiti sahabatnya.
"Kei lihat suami kamu disana!" Ucap Aida menunjuk ke arah pintu masuk. Spontan saja mata Keisha mengikuti arah telunjuk sahabatnya.
"Kamu menyakiti orang yang mencintaimu demi dia yang mencintai orang lain" Ucap Aida kemudian di sambut senyuman getir oleh Keisha
"Aahh sudah lama aku tidak menjambak seseorang, apa perlu kita uji coba dia?" Tanya Aida semakin kesal
"Udaah aah"
Keisha tersenyum simpul melihat pemandangan itu. Ternyata ia pulang telat untuk menemui mantan kekasihnya.
Albi terlihat memesan makanan. Bahkan ia terlihat nyaman makan berdua. Bukankah Albi pernah berkata ia tidak nyaman makan bersama orang lain. Tapi tunggu dulu, Friska sudah bersamanya selama tiga tahun, tentu ia akan merasa nyaman.
Keisha dan Aida memilih keluar dari kafe itu.
Tidak perlu di jelaskan. Karena desas-desusnya Albi belum bisa melupakan friska.
__ADS_1