ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
PEMBOHONG DAN DIHOBONGI?


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan hubungan Keisha dan Ibu tirinya semakin memburuk, setiap hari ada saja yang mereka ributkan. Begitu juga dengan Pak Rudi. Pak Rudi sudah kemakan hasutan istri mudanya.


Setiap hari Lidya mengadukan hal yang tidak dilakukan Keisha kepada suaminya.Lidya setiap hari bermuka dua, setiap ucapannya selalu menyelipkan kebohongan


Pak Rudi yang selalu pulang larut malam mempercayai setiap omongan yang keluar dari istri mudanya.


Tidak ada hari tanpa keributan di rumah itu. Pak Rudi selalu menyalahkan Keisha, lagi dan lagi.Tidak peduli seberapa jujurnya Keisha tetap salah di mata Pak Rudi,pembelaan dari bik Sur tidak di benarkan oleh lelaki itu


Tepat dua bulan dimana hari ini hari kelulusan Keisha. Setiap orang tua berdatangan ke sekolah menemani anak mereka, menyambut kelulusan putra dan putri mereka secara antusias. Namun, berbeda dengan Keisha. Jangankan menyuruh Papanya datang. Setiap hari ia sulit bertemu dengan Papanya.


Keisha sengaja duduk di barisan paling belakang karena ia tahu diri, sedangkan di depan dan tengah sudah di penuhi oleh teman-temannya yang membawa orang tua.Keisha melirik kanan, kiri melihat senyum bahagia terukir di wajah mereka


"Mama" gumam Keisha di sela-sela lamunannya


Aida menghampiri Keisha "Kamu ngapain disini?" Tanya Aida melihat sahabatnya seorang diri


Keisha mendongak "Aku tidak apa kok Ai" Balas Keisha tersenyum pilu


"Kei, kan aku sudah pernah bilang Mama aku juga Mama kamu dan Papa aku juga Papa kamu" Ujar Aida menggenggam tangan sahabatnya


Mama Aida menghampiri mereka berdua "Keisha kamu juga putri Mama, tidak ada yang perlu di khawatirkan, karma tidak akan pernah salah jalan" Ucap Mama Aida tersenyum manis


"Nanti Mama akan minta Kak Fadil untuk mengajarkan tentang dunia bisnis sama kalian berdua" Sambungnya kembali, Aida sudah menceritakan semua kepahitan yang di rasakan Keisha kepada Mamanya


Keisha tersenyum bahagia. Setidaknya masih ada satu keluarga yang peduli terhadapnya. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan kearah Papa Aida yang sudah menunggu.


"Apa yang perlu di khawatirkan, lebarkan sayapmu Kei hadapi semuanya dengan tenang" ucap Papa Aida menoleh kearah Keisha, Keisha membalas dengan senyuman


Satu persatu pengumuman kelulusan di sebutkan.


Keisha lulus dengan nilai terbaik begitu juga dengan Aida.

__ADS_1


Keisha tidak bisa menyembunyikan air matanya, tangisannya pecah ketika Mama Aida memeluknya.


 


Setelah acara kelulusan selesai. Keisha langsung pulang dan berharap bisa bertemu sama Papanya, kali ini ia akan menemui Papanya menurunkan egonya, menahan untuk tidak ribut.Sekali ini saja Keisha berharap mendapatkan pujian dari papanya.


Begitu membuka pintu, Keisha melihat Papanya ada di ruang tamu.


Senyuman yang tadi mengambang perlahan pudar kala ia melihat seorang wanita berumur empat puluh tahunan. Tidak cuma itu, Lidya juga tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Pak Rudi menghampiri anaknya yang masih diam berdiri di dekat pintu


Keisha menghilangkan pikiran aneh, dan dengan berani ia melangkah mendekati papanya "Pa, Kei lulus dengan nilai terbaik" Ucapnya seraya menyerahkan apa yang di genggamnya


"Bagus, tapi ada yang lebih penting" Ucap Pak Rudi memegang tangan Keisha dan membawa gadis itu duduk


"Ada yang lebih penting?" Tanya Keisha menarik tangannya,ia sangat menginginkan pelukan dari papanya saat ini, tidak ada yang lain


Drama apalagi yang di rencakan Papa dan Ibu tirinya itu. Baru saja lulus dan ia sudah memiliki Ibu mertua


"Papa kamu sudah setuju, kalau kamu akan di jodohkan sama anak Bu Dini dan Bu Dini ini, Tantenya Mama" Kata Lidya tersenyum bahagia


"Hi Keisha, tenang aja anak Tante sangat baik" Sambung Bu Dini yang sedari tadi senyum-senyum sendiri mengetahui calon menantunya amat cantik


Keisha beranjak dari duduknya, menatap mereka satu persatu "Pa, aku bisa mencari pasangan aku sendiri dan umur aku masih 18 tahun"


"Papa punya hutang dengan perusahaan Bu Dini, dan kamu harus membantu Papa dalam hal ini" Ujar Pak Rudi membohongi Keisha


"Papa yang membuat kesalahan dan aku yang harus menanggungnya lagi?"


"Jika kamu tidak mau, maka kita akan menjual perusahaan dan rumah yang banyak meninggalkan kenangan tentang Mama kamu, apa kamu tidak ada masalah dalam hal itu?" Pak Rudi menemukan kelemahan anaknya

__ADS_1


"Papa tidak ada bedanya dengan wanita ini. Perlahan Papa menghancurkan aku, di saat Papanya teman-teman aku membanggakan anak-anak mereka, tetapi..."


"Jika kamu ingin di banggakan, ikutin keinginan Papa" Sahut Pak Rudi memotong pembicaraan anaknya


Detik itu juga Keisha semakin membenci Papanya dan Lidya. Keisha meninggalkan ruang tamu, dan berlari menuju kamarnya.


Bu Dini tidak mempedulikan keributan itu. Yang terpenting anaknya akan menikah. Sedangkan Lidya merasa menang,perlahan tapi pasti gumamnya. Pak Rudi bergegas menyusul anaknya ke lantai dua. Lelaki paruh baya itu melihat anaknya menangis. Bukannya iba, ia malah mengucapkan kata yang membuat Keisha berhenti menangis


"Jawaban kamu Papa tunggu sampai malam nanti" Ucap Pak Rudi tanpa mempedulikan lagi perasaan anaknya


Keisha mendongak kesal "Tidak perlu sampai malam, aku akan menerima perjodohan itu. Begini cara Papa mengusir aku, baiklah, dan jangan pernah mempedulikan aku lagi bahkan untuk waktu sedetik pun"


"Keisha, sesekali kamu menurut apa kata Papa"


"Aku tidak ingin menjadi anak durhaka. Tapi Papa sendiri yang mengajari aku untuk berbuat seperti itu.


Setelah menikah, anggap saja anak perempuan Papa sudah mati dan hari ini juga Papa telah membunuh aku"


"Kei bukan begitu, ini demi kebaikan kamu"


"Kebaikan aku bukan begini caranya Pa, tetapi ini kebaikan buat Papa dan dia"


"Keisha" ucap Pak Rudi selembut mungkin


"Dan anggap saja aku dan Mama sudah mati di hati Papa, dan wanita itu adalah pemenangnya" Keisha menghapus sisa air matanya. Dan berlalu menuju kamar mandi. Jika dengan menikah bisa membantu perusahaan yang sudah di bangun Mamanya, Keisha akan melakukannya. Walaupun itu hanya kebohongan Pak Rudi.Mungkin dengan cara ini Keisha bisa menembus kesalahan kepada mama pikirnya


Mendengar ucapan Keisha, seketika seperti tamparan bagi Pak Rudi.


Di dalam kamar mandi Keisha menangis sejadi-jadinya, apa lagi rasa sakit yang akan di hadapinya, semua menyebalkan dalam waktu yang bersamaaan. Takdir seolah tidak pernah berpihak kepada dirinya,


Pak Rudi turun ke lantai satu dan menemui Lidya yang sudah seorang diri. Sepuluh menit yang lalu Bu Dini sudah berpamitan.

__ADS_1


"Kita batalkan saja perjodohan Keisha" Lidya terlonjak kaget melihat wajah sendu dari suaminya.


__ADS_2