ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
PERNIKAHAN? OH YA


__ADS_3

Hari berganti. Menit berlalu. Setiap detik tidak terhitung. Siang ke malam terasa sangat cepat.


Hari ini hari pernikahan Albi dan Keisha.


Dua orang yang tidak pernah bertemu sama sekali dan hari ini akan menjadi pasangan hidup. Pernikahan merupakan suatu acara sakral dimana dua anak manusia mengikrarkan janji suci untuk mengarungi hidup bersama-sama dalam suka maupun duka.Berbagi hal indah dan menyedihkan, akan mereka lewati.


Pernikahan yang di bayangkan Keisha telah kandas, dulu ia berharap menikah dengan orang yang di cintai.


Bukankah jauh lebih menyenangkan kalau kamu bisa bertemu, jatuh cinta dan diikat pernikahan dengan orang yang tak main-main dengan perasaan. Selamanya memilih bertahan tanpa ketentuan. Disampingmu dengan setia, selalu cinta tanpa meminta syarat apa-apa.


Keisha hanya bisa bersabar. Karena memang pada hakekatnya jalan Tuhan tak dapat dengan mudah diselami begitu saja oleh setiap hati. Yang pasti semua yang terukir dalam tanganNya, tak pernah berakhir tanpa keindahan. Dia setia dan tak akan meninggalkan. Kamu dan jodohmu, Dia punya aturan sendiri untuk mempertemukan.


Pernikahan yang di adakan di sebuah hotel berbintang. Dekorasi yang mengusung konsep mewah sesuai permintaan kedua keluarga. Hal-hal mewah dan gemerlap memenuhi setiap sudut ruangan itu. Mulai dari display setiap ornamen utama dalam gedung hingga penampilan tamu yang tentu saja tidak jauh dari kesan mewah. Perpaduan warna-warna yang mereka pilih adalah putih, silver, dan gold.


Tidak lupa juga konsep pernikahan yang bertema romantis.


Bak putri dongeng Keisha mengenakan Ball Gown yang di permanis dengan Veil, mahkota dan anting berlian.


Keisha benar-benar terlihat cantik. Begitu juga Albi yang sudah tampan terlihat mengenakan kemeja putih yang dipadu-padankan dengan jas berwarna putih juga. Warna yang memberikan kesan elegan dan mewah.


Kaki jenjang Keisha berjalan secara perlahan, di sampingnya sudah ada Pak Rudi yang akan mengantarkan dirinya ke arah Albi yang sudah menunggu.


Untuk beberapa menit Albi terdiam menatap pemandangan indah di depannya,untuk beberapa detik juga Albi kagum pada kecantikannya. Namun, tetap saja wajah cueknya tidak hilang.


Pak Rudi berjalan perlahan. Namun pasti, tidak begitu dengan Keisha, ia hanya melihat Albi beberapa detik saja.


Sedangkan Lidya tersenyum bahagia. Hari ini adalah hari kemenangannya. Ternyata menyingkirkan Keisha tidaklah sulit pikirnya.


Pak Rudi yang tadi tersenyum perlahan matanya mulai berkaca-kaca. Putri kecilnya sekarang sudah menjadi seorang istri dan akan meninggalkannya.


 

__ADS_1


Semakin melangkah, Keisha semakin mendekat ke arah Albi. Tiga langkah Keisha langsung di sambut oleh Albi. Pak Rudi menitikkan air mata begitu memberikan tangan anaknya ke tangan pria yang akan menjaga anaknya nanti.


"Sayangi, jaga dan jangan sakiti anak Papa" Bisik Pak Rudi ketika ia memeluk menantunya. Albi hanya terdiam lalu mengangguk.


Setelah Pak Rudi turun, Albi dan Keisha duduk di singgasana mereka.


Tamu-tamu mulai menikmati makanan yang di sediakan.


Beberapa rekan bisnis Albi berdatangan begitu juga teman-teman SMA Keisha.


Albi menoleh sekilas dan mendapati Keisha tengah tersenyum memandangi sahabatnya. Detik itu juga Albi tersenyum kecil melihat tuan putrinya tersenyum sangat manis. Entah sudah berapa lama Albi tidak tersenyum, hari ini hanya dengan melihat Keisha ia tersenyum. Ada setitik kehangatan yang ia rasakan


Keisha menoleh, di saat itu tatapan mereka bertemu "Kenapa? Aku cantik ya? Sudah kuduga kecantikanku ini bisa meluluhkan siapa pun" ucap Keisha penuh percaya diri lalu kembali tersenyum, Albi hanya menggelengkan kepala,menarik kembali kekagumannya terhadap Keisha.Dan mereka kembali sama-sama diam


"Aku Keisha" Ucap Keisha membuka obrolan mereka kembali. Albi hanya membalas dengan anggukan kecil karena ia sudah tahu tanpa harus diberitahu


"Kamu beruntung menikahi wanita sepertiku, hhhmm sudah kuduga dari tatapan mu ketika melihatku" Keisha tidak berhenti mengoceh seorang diri, sedangkan Albi memilih diam dengan melihat kearah lain


Dan beberapa saat kemudian


Mereka berdua mulai melayani para tamu yang memberikan ucapan selamat dan doa yang baik-baik. Sebagian dari tamu meminta untuk berfoto bersama.


Setelah setengah jam berlalu, Albi meninggalkan Keisha. Tanpa bicara sepatah kata pun mau kemana. Pria itu pergi begitu saja.


Melihat Keisha seorang diri, Lidya dengan gaya sok akrabnya menghampiri anak tirinya.


Senyuman jahat selalu terlukis di wajahnya itu.


"Bagaimana permainan saya? Lebih baik dari kamukan anak ku sayang" Tanya Lidya masih tersenyum jahat


Sabar Keisha, sabar!Ya kali aku merendahkan harga diriku karena gumaman dari tikus kecil ini

__ADS_1


"Kamu pergi, Mama berkuasa sayang. Oh bahagianya duniaku ini, dan satu lagi hati-hati sama Albi ya" Lidya terus mengoceh tanpa henti


"Menyingkirkan tikus kecil sepertimu sangatlah mudah" Lidya terus meracau berharap Keisha akan berteriak,


Keisha mencoba menahan semuanya. Ia ingin menjaga nama baik Papanya. Jika saja tidak, mungkin dia sudah menampar wanita jahat itu.


Mata Keisha melirik kearah Aida dan orang tuanya yang baru saja datang.


Baru saja Keisha ingin melangkah menuju sahabatnya, Lidya menginjak bagian gaun belakang Keisha yang menguntai jatuh kelantai.


Bruuuk. Keisha langsung terjatuh, High heel tidak sanggup menahan badannya.


Seluruh pasang mata melirik ke arah pengantin wanita yang seperti tidak berdaya. Kaki Keisha terkilir sampai ia tidak sanggup berdiri. Sebagian orang tersenyum ejek menatap Keisha yang meringis menahan sakit.


Pak Rudi yang sedang menerima rekan bisnisnya tidak melihat kejadian itu.


Lidya tersenyum licik seraya kaget dan berpura-pura membantu Keisha."Manusia iblis, singkirkan tanganmu!" bisik Keisha menatap tajam


"Bagaimana serukan permainanku?"


"Berkaca, ada bubuk cabai menempel di gigimu" ucap Keisha tersenyum ejek,


"Sudah banyak nyalimu?" tanya Keisha dengan tatapan tajam, Lidya langsung mundur melihat tatapan mematikan itu


Entah dari mana munculnya Albi. Namun, dengan cepat Albi menarik tangan Lidya yang masih menempel di lengan istrinya. Albi terlihat menahan marah. Pria itu langsung mengangkat tubuh istrinya menuju kamar hotel yang sudah di sediakan.


Suasana yang tadi menegangkan perlahan menjadi keuwuan bagi tamu yang melihat, Keisha terlonjak kaget untuk sementara,dan tiba-tiba saja ia tersipu malu,ia tidak mengalihkan pandangannya menatap wajah tampan Albi, lelaki itu hanya diam membiarkan Keisha tersenyum aneh.


Di sisi lain, Aida menatap penuh marah kearah Lidya, tangannya mengepal ingin membalaskan dendam Keisha, siapa dia? sampai berani memperlakukan sahabatnya begitu. "Jangan berbuat yang aneh-aneh" ucap mamanya menahan tangan Aida


"Ma, aku mau ke toilet"

__ADS_1


__ADS_2