ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
PILIHAN MENJADI PENGECUT


__ADS_3

Baru ingin mendekati mobil Albi, lelaki itu sudah menancapkan pedal gasnya dan langsung keluar dari basement kantor. Keisha pun langsung membuka pintu mobil lalu ia mencoba mengejar namun mobil pria itu sudah tidak terlihat lagi.


Dania ingin memberitahukan bahwa ada Keisha di kantor, tetapi ia mengurungi niatnya ketika melihat seorang wanita memakai masker dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, ia tengah duduk dengan anggun di belakang kursi kemudi


Dania semakin penasaran siapa wanita itu? Ketika ia membuka maskernya Dania mendelik lalu ia mengerti bahwasan itu adalah mantan kekasih Albi, selain menjadi model, Friska juga pernah menduduki gosip teratas di perusahaan Abrisam Group karena ia meninggalkan Albi secara tiba-tiba


"Kita ke apartemenmu" tutur Albi sebelum Dania bertanya


"Katanya apartemenmu dekat dengan kantor polisi" sambung Albi kembali, beberapa waktu yang lalu Albi sempat mendengar pembicaraan Dania bersama rekan kerja yang lain, wanita itu mengatakan ia baru saja pindah ke apartemen yang memiliki keamanan cukup ketat karena rata-rata di huni oleh kalangan vvip


"Apa boleh untuk sementara aku tinggal di tempatmu?" tanya Friska, kemudian Dania mengangguk setuju karena melihat mukanya lebam dan beberapa bekas luka di tangan wanita itu


Setelah sampai, Dania ikut membantu membawakan beberapa barang Friska , Dania menyewa tempat itu tepat di gedung paling atas, karena ia menyukai pemandangan di sekitar sana. Memasuki lobby apartemen Albi sempat menanyakan apa ada yang di sewakan kepada resepsionis


Dania mengingat beberapa hari yang lalu, bahwa penghuni apartemen di sebelahnya baru saja pindah. Tidak menunggu lama Friska langsung menyewa tempat yang kosong itu. Karena kondisinya yang belum pulih Albi meminta untuk sementara agar tinggal bersama Dania.


Mereka bertiga memasuki tempat tinggal Dania yang cukup rapi dan bersih, baru saja duduk ponsel Albi berdering "Hallo" suara itu terdengar seperti menahan kesal


Albi terdiam sejenak dengan ponsel yang masih menempel di telinganya lalu berfikir apa yang sedang ia lakukan?


"Siapa Bi?" melihat pria itu melamun Friska bertanya dengan berbisik supaya suaranya tidak terdengar oleh sang penelepon


"Keisha!" ucap Albi tanpa suara, hanya dengan gerakan bibir mampu membuat Friska dan Dania kaget secara bersamaan


"Mas Albi dimana?" tanya Keisha


"Aku ada meeting di luar" ucap Albi kembali berbohong


"Oh ya? Silakan lanjutkan" ucap Keisha mengakhiri teleponnya


Keisha menghempaskan pantatnya dan langsung mengundang berbagai pertanyaan dari Aida "Ada apa lagi dengan kamu hari ini Keisha?"


"Aku rasa setelah menikah nafasmu sudah banyak terbuang?" ucap Aida

__ADS_1


"Kenapa begitu?"


"Setiap hari aku mendengar helaan nafas kamu yang menyebalkan itu" omel Aida


Keisha kembali menghela nafasnya, satu pukulan mendarat di bahunya "Sakiit" ucapnya meringis


"Lagi dan lagi, ada masalah apa lagi?"


Keisha menarik nafasnya dalam-dalam lalu kembali bersuara "Aku menemukan foto Albi dan mantannya" Aida menoleh heran


"Dimana? Rumah?"


"Tidak, di meja kantornya"


"Laki-laki sialan itu, berengsek, psikopat, mati saja dia kelaut sana,aku benar-benar tidak menyukainya dari awal" Ucap Aida mengeluarkan sumpah serapahnya,Keisha hanya menanggapi dengan anggukan kecil.


Di sisi lain, Dania membantu Friska untuk berbaring di ranjang tidurnya, Dania juga menyiapkan kopi untuk Albi, gadis itu tidak berhenti menatap Albi yang sedang bermain ponsel, mengumpulkan keberanian lalu dengan ragu-ragu Dania mengatakannya "Tadi pagi istri Pak Albi datang ke kantor" Albi terlonjak kaget


"Kamu tidak membawanya ke ruanganku?" Dania tersenyum lalu mengangguk


Albi langsung berdiri "Hari ini kamu silahkan libur dulu" ucap Albi langsung pamit meninggalkan mereka berdua


Albi menaiki mobilnya, lalu membenamkan kepala pada stir mobilnya. Memikirkan kemungkinan bahwa Keisha sudah mengacak-acak meja kerjanya, tak menunggu lama Albi kembali menuju kantor. Benar saja, lelaki itu melihat fotonya bersama Friska sudah tergeletak di atas meja.


***


Sepulang dari kampus, Keisha menyempatkan diri mengunjungi rumah orang tuanya. Keisha ingin mendengar penjelasan dari papanya. Dan setelah hari itu Lidya hanya terbaring di kamar, ia benar-benar tidak ingin terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit hati yang luar biasa


"Papa mana?" tanya Keisha kepada Bik Sur dan menyadari rumah itu semakin sepi


"Bapak udah beberapa hari ini tidak pulang non"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Ribut besar sama nyonya dan beberapa hari ini juga beliau tidak keluar, tidak makan hanya diam dan tidur di kamar"


Keisha menuju kamar dimana ada Lidya, wanita itu bersembunyi dalam kegelapan. Keisha menyibak roal gorden, melihat wanita itu seperti tidak berdaya. Lidya mengerjapkan matanya saat merasakan sinar matahari yang sangat menyilaukan


"Bangun! Kau buang kemana tenagamu? Jangan hanya bermalas-malasan!" ucap Keisha kemudian kembali keluar


Lidya hanya menghela nafas lalu kembali memejamkan mata dan menenggelamkan kepalanya ke dalam selimut. Tak lama kemudian Keisha kembali masuk dan membawakan Lidya semangkok bubur "Apa kau ingin mati? Jika iya, jangan mati di rumah ini" tanya Keisha menyingkap selimut yang menutupi tubuh Lidya


"Non Kei udah mau pergi aja?" tanya Bik Sur ketika Keisha berpamitan untuk pulang


Kurang dari setengah jam, Keisha tiba di kantor papanya tanpa berlama-lama Keisha menerobos masuk dan melihat Pak Rudi sedang duduk di kursi kebesarannya, melihat kedatangan putrinya Pak Rudi memijit pangkal hidungnya lalu beranjak dari tempat duduk dan menghampiri Keisha yang sudah duduk di sofa ruangan itu


"Untuk apa kamu kemari?"


"Apa tidak boleh aku mengunjungi kantor ini?"


Pak Rudi tahu, gadis itu memiliki banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan kepada dirinya "Apa yang papa mau? Tidak puas membunuh satu orang wanita?" Keisha langsung melontarkan pertanyaan kejam


"Keisha" teriak Pak Rudi


"Apa aku harus kecewa lagi dengan sikap papa? Belum puas yang kemarin?"


"Kei ini bukan urusanmu!"


"Lalu urusan siapa? Papa ingin menumpahkan karma itu kepadaku? Jika iya persiapkan mental papa, anakmu ini akan di selingkuhi juga" ucap Keisha melotot menatap papanya


Pak Rudi terdiam, ia tidak berfikir panjang bahwa ia memiliki seorang anak perempuan.


"Jika melakukan kesalahan setidaknya minta maaf dan bertanggung jawab" Tutur Keisha


"Papa melakukan ini demi memberikan pelajaran kepada Lidya, papa tahu Lidya yang mendorong kamu ke dalam kolam"


"Ini yang bisa papa lakukan, papa merasa malu berhadapan denganmu karena sering membuat kamu terluka"

__ADS_1


"Papa ialah seorang pengecut, jika ingin memberikan pelajaran ceraikan dia baik-baik bukan melakukan kesalahan yang sama!"


Pak Rudi kembali terdiam memandangi Keisha yang pergi begitu saja. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana?


__ADS_2