ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
TENAGANYA BERAPA PERSEN


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat, beberapa hari yang lalu Keisha telah keluar dari rumah sakit dan ia juga telah kembali ke rumah suaminya.


Keisha menghembuskan nafas, ia tahu betul siapa orang yang menunggunya sedari tadi.Lelaki itu entah sudah berapa kali mengitari setiap sisi kamar.


Albi melirik kearah jam tangan lalu mengalihkan pandangannya melihat Keisha yang masih mempoleskan makeup ke wajah cantiknya, tak berselang lama Keisha menoleh kearah ponsel yang berdering


Nama Aida yang tertulis disana


"Kei ayo ke kampus" Ucap Aida


"Jam berapa ini?" Kata Albi membuat Keisha langsung tersadar


"Ah! Iya, tunggu sebentar" Keisha langsung mematikan panggilan itu


Lalu berjalan kearah pintu, terlihat Albi yang berdiri dengan gagahnya dengan setelan jas yang melekat di tubuhnya.


Hari ini Keisha di antar oleh Albi, karena ia masih ragu untuk mengendarai mobilnya


"Lihat, udah jam berapa ini?" Ucap Albi terus mengomel ketika mereka sudah memasuki mobil


"Iya maaf" Keisha tersenyum melihat wajah kesal suaminya


"Aku ada meeting pagi"


"Iya maaf suamiku, jika aku membuat kamu repot aku akan naik taxi"


"Tidak perlu, aku akan mengantarmu" Keisha mengurungkan niatnya membuka pintu mobil, kemudian ia tersenyum kembali


Selama di perjalanan mereka hanya terdiam, dan beberapa kali juga perut Keisha terus berbunyi karena kelaparan "Makanya sarapan" Ucap Albi


"Salah kamu, apa-apa semuanya cepat aku bukan robot Mas Albi" Omel Keisha


"Kamu kenapa dandan begitu lama? Padahal sudah cantik" Kata Albi mengecilkan volume suaranya


"Mas Albi bilang apa? Dandan terlalu lama, dengarin ya, setiap perempuan berhak melakukan apapun yang ia suka, dan berdandan itu sudah menjadi list teratas setiap kaum hawa, hah!" jawab Keisha menaikkan bibirnya


"iya!"


"Mas mampir ke toko roti sebentar"


"kita udah telat Keisha"


"Lapar Mas Albi" Tidak ada pilihan lain, Albi memberhentikan mobilnya di sebuah toko roti yang tidak terlalu jauh dari kampus istrinya,


"Aaah enak" ucap Keisha ketika Albi kembali menarik pedal gasnya

__ADS_1


Albi yang juga melewatkan sarapan pagi, mulai merasakan sesuatu di perutnya, Keisha tersenyum kecil mendengar bunyi kriuk dari perut suaminya


"Nah!" Keisha menyodorkan roti kearah Albi


"Aaaaakkkk" Balas Albi membuka mulutnya selebar mungkin, hal yang tak biasa bagi Keisha, seorang Albi mau melakukan hal itu


Hap...


Albi melahapnya dengan sekali gigitan.


**


Benar saja, Karena menunggu Keisha, Albi sudah di tunggu oleh karyawannya. Walaupun ia sudah menjadi CEO , ia tidak pernah bermalas-malasan karena ia tahu tanggung jawabnya begitu besar.


Pintu terbuka lebar, semua beranjak dari duduknya, menyambut kedatangan Albi. Beberapa karyawan perempuan menyembunyikan senyuman mereka melihat pemandangan indah dan sangat langka. Karena sekarang ia bisa melihat Albi dari jarak dekat, walaupun suasananya ia sudah beristri.


Albi bersandar dengan santai pada kursi dengan dagu yang sedikit terangkat


"Bisa di mulai" Ucap Albi


Dania perempuan berusia 22 tahun yang saat ini menjadi sekretaris Albi langsung melakukan presentasi untuk memaparkan beberapa produk kecantikan yang mengalami penurunan dalam penjualan.


Albi memijat pelipisnya yang sedikit pening


"Saat ini persaingan dunia kosmetik menjadi permasalahannya, brand baru bertebaran dengan harga yang bisa di bilang cukup ekonomis"


"bagaimana dengan kualitasnya? Apakah mereka menjamin itu? Untuk apa membeli barang murah lalu meninggalkan dampak buruk bagi kulit di kemudian hari"


"ya!"


"Bagaimana jika kita memberikan harga diskon tetapi dengan fasilitas dan kualitas yang sama" Sambung yang lain


Albi mendengarkan setiap masukan dari karyawannya, dan ia semakin terbiasa dengan mereka yang dulu bekerja di bawah kepemimpinan Bara


"Tidak masalah, memang benar yang kalian katakan, tetapi kita juga harus pintar mencari dan menarik target pasar dahulu, karena brand kita bukan barang baru lagi di kalangan masyarakat"


"Saya akan mengurus proyek ini, terutama dalam kualitas barang, para konsumen harus bisa puas dengan pelayanan kita, maka keuntungan dan usaha kita tidak akan sia-sia"


Setelah satu jam lebih, mereka kembali ke kubikel masing-masing, beberapa karyawan perempuan memuji Dania karena bisa setiap saat melihat bossnya


"Aku iri" ucapnya


"aku lebih iri kepada istrinya" balas Dania Tertawa receh


**

__ADS_1


Langit malam sangat indah, bintang bertabur dengan kerlap-kerlip cahayanya. Bulan juga ikut menghiasi langit yang hitam pekat. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Albi belum juga pulang kerumah.


Keisha duduk di balkon ruangan yang menghadap langsung ke sebuah taman yang di kelilingi lampu-lampu yang bercahaya indah, pikiran Keisha melanglang buana kesana kemari. Matanya tidak berhenti menatap cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya, sedangkan tangan kanan memeluk sebuah laptop.


Malam yang indah perlahan rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Semakin lama semakin deras, Keisha seperti tidak mempedulikan deras hujan yang turun, ia mencium aroma angin malam yang segar, angin malam juga terlihat membelai kulit halusnya bersamaan dengan wangi khas yang terbang dari tubuhnya.


Albi yang baru sampai tersenyum kecil melihat gadis itu tidak menyadari kedatangannya. "Sedang apa disini?" Tanya Albi


"Hanya Duduk"


"Masuk sana, tidak baik angin malam untuk perempuan" Ucap Albi


"Sebentar saja" Balas Keisha menoleh sebentar lalu kembali memandangi buliran hujan yang turun


"Kei..." Panggil Albi yang terlihat sangat kelelahan


Akhir-akhir ini badan dan pikiran Albi tidak sejalan, pikirannya selalu tentang pekerjaan sedangkan badannya meminta untuk di istirahatkan. Jika dahulu ia bekerja sesuka hatinya, tetapi kini ia memikul semua hak karyawannya. Di sisi lain Albi tidak ingin mengecewakan Papanya dan akan membuat Bara menarik kembali ucapannya yang mengatakan Albi hanya makhluk aneh yang tidak bisa apa-apa.


"Hmmm" Gumam Keisha menatap pria itu


"Bisakah kamu memelukku sebentar saja"


Keisha kembali menatap heran, lalu ia berdiri dan mendekati suaminya. Keisha melingkarkan kedua tangannya kemudian ia memeluk Albi dengan nyaman


"Apa pekerjaanmu begitu melelahkan?"


"Hhmmm" Gumam Albi, kemudian ia juga melingkarkan kedua tangannya di tubuh Keisha


Didalam pelukan Keisha, Albi merasakan sebuah kenyamanan, rasa nyaman yang mengalahkan rasa jatuh cinta. Tanpa di sadari ia sudah bisa menerima dan memahami bahwa bersama Keisha ia merasa aman walaupun gadis itu selalu mengganggu hari tenangnya.


"Aku butuh tenaga yang banyak, biarkan aku memelukmu sampai tenaga ini penuh kembali" kata Albi, mencium aroma wangi dari rambut istrinya


"Tidak apa Mas, untuk mendapatkan hasil yang baik memang perlu kerja keras yang ekstra" Mendengar itu Albi semakin erat memeluk tubuh istrinya


"Sudah berapa persen tenaganya?" tanya Keisha


"Baru 5 persen"


"Mas!"


"10 persen" Keisha tertawa lepas mendengar ucapan pria itu


"Mas Albi mau cepat penuh?"


"Hhhmmm"

__ADS_1


"Lepaskan dulu" suruh Keisha


"Tidak" ucapnya menyembunyikan senyuman kecil itu


__ADS_2