ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
SIAPA YANG AKAN MAU


__ADS_3

Langit malam sangat indah. Bintang bertabur dengan kerlap-kerlip cahayanya. Namun malam ini bulan tidak ikut menghiasi langit yang hitam pekat itu. Keisha duduk di balkon rumah,di lantai dua seraya membawa beberapa buku tugasnya.


Bukannya mengerjakan tugas, Keisha malah melamun, memikirkan kemungkinan apa yang terjadi dengan rumah tangganya nanti.


Kemungkinan pertama, ia akan bercerai dengan Albi


Kedua Albi akan kembali bersama Friska


Dan ketiga siapa yang akan mau dengan seorang janda? Membayangkan itu saja, membuat Keisha menahan napas,sepertinya iya tidak akan sanggup menghadapi itu semua. yang kuat cuman fisik, sedangkan hatinya begitu rapuh. ia tersenyum hanya untuk menutupi lukanya akibat kehilangan.


semua tidak ada yang berjalan dengan baik.


Malam yang tadi indah perlahan rintik hujan turun membasahi bumi. Semakin lama semakin deras. Keisha masih di tempat yang sama tidak mempedulikan deras hujan yang turun. Dan untung saja tidak di sertai petir sedikit membuat Keisha bernafas lega.


Angin malam terlihat membelai kulit halusnya Keisha, bersamaan dengan parfum yang terbang dari tubuhnya sendiri. Keisha menangis entah itu karena kecewa atau karena perasaan yang kian lama semakin rumit.


Tangisan Keisha semakin kencang ketika ia mengingat wajah Agra yang begitu kecewa terhadap dirinya. Keisha telah melakukan kesalahan, menyakiti orang yang tidak tahu apa-apa, ia seakan membenci dirinya sendiri? bagaimana dengan perasaan Agra,apa dia akan membenci Keisha? Keisha menangis mengikuti butiran hujan yang turun.


Perkiraan cuaca sekarang tidak menentu. Hujan deras. Namun, Air mata Keisha seperti ikut berpacu bersamaan dengan hujan yang turun.


Keisha mengalihkan pandangannya ke arah pos satpam di rumahnya. Dua orang penjaga rumah itu terlihat sedang bermain catur. Beberapa menit kemudian petir menyambar, spontan saja Keisha menutup telinga. Kilat semakin menjadi, dan gemuruh seperti berperang. Dada Keisha kembali sesak. Entah kapan bayangan kematian itu menghilang dari ingatannya.


Keisha berlari ke lantai satu.


Dan baru saja menginjak anak tangga pertama kaki Keisha sudah lemah, bayangan Mamanya terbujur kaku mulai terlihat kembali.


Dada yang sesak dan pikiran yang kosong membuat Keisha terjatuh dari tangga.


Badan mungil Keisha langsung di sambut oleh lantai yang dingin. Dari kepala sudah mengeluarkan darah. Siku dan kaki Keisha juga memar.


Keisha sudah tidak sadarkan diri lagi.


Berbeda di tempat Albi, disana tidak turun hujan. Ia masih bersama Friska dan mendengar keluh-kesah mantannya.


Friska bercerai karena alasan tidak ada lagi kecocokan di antara mereka. Cekcok sering terjadi dan Friska juga menagih janji Albi yang akan menunggunya.

__ADS_1


"Bi kamu masih ingat janjimu?" Albi terdiam


"Katanya kamu mau menunggu aku sampai kapanpun, sebisa kamu"


"Friska sekarang itu kita sudah berbeda, ada wanita lain di sisiku"


"Lalu bagaimana dengan aku?"


Albi tersenyum kesal dengan pertanyaan Friska itu, seolah ia lah orang paling jahat. nyatanya, dia yang memperlakukan Albi dengan jahat, dan sekarang tanpa rasa bersalah ia menanyakan bagaimana dengan dirinya? apa dia lupa bagaimana cara Albi menyembuhkan luka itu?


"Albi aku mohon!" pintanya


"Friska takdir kita sudah berbeda,aku sudah menemukan jalanku sendiri begitu juga kamu, kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang seharusnya memang tidak terikat"


"Jika aku mengatakan alasanku meninggalkan mu, apa kamu masih mau menarik perkataaan mu itu?"


"Hhhmmm, apa alasanmu meninggalkan ku?" sejenak Friska terdiam, hatinya masih ragu untuk mengatakan itu


"Sudah, lupakan saja" ucap Friska tidak ingin membahas itu lagi


"Apa kamu mencintai dia?" Tanya Friska membuat langkah Albi terhenti, Albi tersenyum kecil lalu kembali melanjutkan langkahnya


 


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dan seperti biasa jika Albi belum pulang maka Pak Herman akan berkeliling rumah untuk melihat keadaan di sekitar.


Pak Herman yang melewati pintu belakang. Langsung memutari setiap sudut rumah dan ketika melewati tangga, lelaki tua itu begitu terkejut melihat Keisha sudah bersimbah darah.


Pak Herman berlari ke arah pintu dan memanggil Pak Ari. Pak Ari yang mengira ada maling langsung membawa senjata andalannya.


"Kemana lari maling itu?" tanya Pak Ari, namun ketika matanya melihat Keisha, ia terduduk lesu


"Apa yang terjadi?" ucap Pak Ari begitu syok


"Non Keisha sepertinya terjatuh, Cepat buka pintu mobil dan hubungi tuan Albi" Suruh Pak Herman mengangkat Tubuh Keisha. Tidak menunggu lagi, Pak Herman menerjang hujan dan membawa nyonya mudanya ke rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka tinggal.

__ADS_1


Pak Ari beberapa kali menghubungi Albi, Tetap saja tidak tersambung.


Di sisi lain kepanikan terlihat jelas dari raut wajah Pak Herman.


Jam setengah sebelas malam Albi pulang dan sepanjang perjalanan pulang hujan begitu deras, Albi mulai khawatir mengingat istrinya di tambah begitu sampai tidak ada orang yang membukakan pagar untuknya.


 


Pak Ari lima belas menit yang lalu sudah menyusul Albi ke kantor.


Albi terpaksa membuka pagar sendiri dan ia melihat pos satpam sudah kosong.


Beberapa kali Albi berteriak memanggil satpamnya, dan persekian menit Albi menahan amarah dan langsung memilih masuk.


Ketika membuka pintu Albi juga memanggil Keisha berulang kali, tidak ada sahutan, rumah itu telah kosong, hanya terdengar suara rintikan hujan. Albi berlari dari pintu depan dan seketika langkahnya terhenti melihat darah yang mulai mengering di lantai sebelum menaiki tangga.


Kepanikan Albi bertambah ketika Keisha tidak ada di kamar.


Albi mengaktifkan ponselnya dan mendapatkan pesan bahwa Keisha berada di rumah sakit. Albi bergegas ke alamat yang di kirim Pak Herman.


Di rumah sakit Keisha langsung mendapatkan perawatan dan beberapa bagian tubuh Keisha sudah di perban. Keisha belum juga membuka matanya.


Lima belas menit Albi sampai di rumah sakit dan ia melihat Pak Herman di ruang tunggu.


"Tuan" Ucap Pak Herman melihat Albi berlari


"Apa yang terjadi? apa ada orang yang masuk ke rumah?" tanya Albi begitu panik


"Tidak, sepertinya non Keisha terjatuh dari tangga"


Albi berdiri di depan pintu "Maafin aku" Ujar Albi melihat Keisha masih di tangani oleh dokter.


Albi menyuruh Pak Herman pulang seraya membersihkan darah yang berserak di lantai rumah.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dan mengatakan ada keretakan di bagian kaki Keisha.

__ADS_1


Setelah Keisha keluar dari rumah sakit kemungkinan dia akan menggunakan kursi roda untuk beberapa hari kedepan.Albi memandangi wajah Keisha, gadis itu belum juga sadar. Albi menyesal, andai ia pulang lebih cepat ini semua tidak akan terjadi. Keisha tidak akan terluka dan tidak akan kesakitan.


__ADS_2