ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
AKU MENCINTAIMU?


__ADS_3

Entah kenapa malam ini terasa sangat sunyi, setelah kejadian tadi sore Albi terlihat tidak banyak bicara, Keisha turun dari ranjang tidurnya lalu ia keluar dari kamar dan melihat Albi masih asyik bersama laptopnya di lantai satu. Keisha menuruni anak tangga seraya bersenandung kecil dan tetap saja Albi tidak menoleh ke arahnya.


Keisha mendekati suaminya, tanpa sengaja ia melihat sebuah foto yang sedang di cari informasinya oleh Albi, Keisha menatap heran lalu memberanikan diri untuk bertanya "Itu siapa?" tanya Keisha langsung duduk di samping suaminya


"Suaminya Friska" mendengar jawaban itu Keisha terlonjak kaget, ia kembali menatap foto itu memastikan apa yang ia lihat adalah orang yang sama


Albi menoleh ke arah istrinya dengan tatapan penuh tanda tanya "Kenapa? Kamu mengenalnya?" Keisha tersenyum kikuk lalu menggelengkan kepala


"Jadi dia meninggalkan kamu demi lelaki ini?" tunjuk Keisha ke arah foto itu


"Hhhmm tapi untuk alasan mendasar aku belum tahu karena apa"


"Dan apa maksud ucapannya tadi sore?" Albi hanya mengangkat bahu


"Apa perasaan kamu mulai goyah kepada cinta pertama mu?" tanya Keisha menatap tajam


Albi kembali menoleh ke arah istrinya dengan senyuman manis "Tidak"


"Lalu?"


"Keisha" panggil Albi begitu lembut dan tatapannya begitu hangat


"Hhhmm?"


"Jika aku mengatakan iya apa kamu akan pergi begitu saja?"


"Jadi?"


"Benar dia cinta pertama ku tetapi orang yang memberiku cinta yang ku inginkan selamanya adalah diri mu, tidak dia lagi tetapi kamu Keisha"


"Orang yang aku rindukan setiap hari itu kamu Keisha, bukan karena kamu membutuhkan aku tetapi aku yang sangat membutuhkan kamu, ternyata aku menyadari kamu orang yang selama ini aku cari bukan dia" ucap Albi menatap Keisha sangat tulus


"Aku kira aku menunggunya tetapi tidak kamu yang aku tunggu dalam hidup ku, kamu tidak mengerti bukan?" sambung Albi membelai lembut pipi istrinya


"Aku mencintai kamu Keisha" Keisha yang sedari tadi senyum-senyum kecil tiba-tiba saja terdiam kaku, matanya melotot mendengar ungkapan cinta dari seorang Albi ia tidak percaya namun itu sangat nyata

__ADS_1


"Kamu selalu menanyakan apa aku menyukai kamu? Ya, aku sangat menyukai kamu! Aku tidak tahu kapan itu di mulai tetapi aku selalu mengatakan di setiap perdebatan kita jangan berfikir untuk meninggalkan aku" tiba-tiba Albi terdiam lalu menggenggam tangan istrinya


"Karena aku tidak tahu lagi caranya menjalani hidup jika kamu hilang dari sisiku" Keisha menggigit bibirnya ia melihat dari mata Albi lelaki itu begitu tulus


"Perlahan aku mengikhlas kan apa yang terjadi, dan menerima kenyataan bahwa orang yang saat ini bersamaku adalah pendamping hidupku, mungkin dia memang bukan takdir ku, atau dia tidak ingin berjodoh dengan ku karena dia yang meninggalkan aku secara tiba-tiba"


"Mas Albi" panggil Keisha ketika Albi menceritakan masa lalunya


"Yang di ceritakan Mama benar aku sakit berminggu-minggu, mencoba lagi dan kembali terjatuh. Aku selalu menunggunya untuk kembali aku sendirian Keisha,aku tidak pernah tersenyum lagi setelah hari itu tetapi kamu tahu ketika melihat kamu di hari pernikahan kita aku kembali tersenyum untuk sesaat, kamu paham itu"


"Syukurlah" ucap Keisha tersenyum


"Setiap hari sepulang dari kantor aku selalu tersenyum melihat kamu ketika tidur, terimakasih Keisha untuk semuanya,terimakasih telah menyukaiku dan terimakasih sudah memilih aku sebagai suami kamu" kata Albi memeluk istrinya dengan erat, Keisha tidak bisa berkata-kata lagi, ada sebuah rasa lega yang ia rasakan. Kini ia tidak akan takut menghadapi semuanya


Ia tidak takut jika Friska mengganggu suaminya lagi, ia tidak takut apapun karena percaya dengan ucapan Albi.


Keisha tersenyum bahagia lalu ia berdecak "Berarti Mas Albi sudah tergoda dengan rayuan maut ku dong?"


"Hhhmm, kamu tidak boleh melakukan itu kepada pria lain apalagi memeluk pria lain! Awas saja jika itu terjadi!" Keisha terkekeh geli mendengar ancaman dari Albi.


***


"Mas aku bawa mobil sendiri ya" ucap Keisha menatap suaminya dari pantulan kaca


"Kenapa?" tanya Albi menoleh ke arah Keisha


"Aku mau ke kampus sebentar" ucapnya dan Albi hanya mengangguk pelan


Keisha keluar dari kamar dan beberapa menit yang lalu Albi telah berangkat, hari ini ia kembali melewatkan sarapan pagi. Keisha berangkat terburu-buru karena ia ada janji temu dengan dosen pembimbing. Untung saja tidak terlalu macet sehingga mempercepat Keisha untuk sampai di kampus. Setelah dosen pembimbing memberikan Keisha arahan ia kembali keluar dan melihat Agra yang baru turun dari mobilnya.


"Apa kabar?" tanya Keisha menghampiri pria itu


Agra tersenyum "Baik, bagaimana dengan mu?"


"Seperti yang Kak Agra lihat sehat dan kuat"

__ADS_1


Agra kembali tersenyum lalu menghempaskan pantatnya di bangku kayu, ia menoleh ke arah Keisha karena beberapa hari ini wanita itu tidak terlihat di kampus


"Kak tidak bisakah kamu mencintai sahabatku?" tanya Keisha memandangi pria itu


Agra menggelengkan kepalanya "Cinta itu tidak bisa di paksakan Kei lagian aku juga mau ambil cuti beberapa bulan ini"


Keisha menoleh dan menantikan kelanjutannya "Kali ini aku akan ikut papa karena beberapa bulan ke depan papa akan melakukan perjalanan bisnis keluar negeri"


"Oh ya kenapa?"


"Karena hanya aku anak di lelaki di keluargaku, mau tidak mau harus mau" Keisha mengangguk mengerti, tak berselang lama mereka saling berpamitan. Agra dari arah yang berlain memandangi Keisha sampai tidak terlihat lagi, ia tersenyum lega melihat Keisha kembali ceria lagi.


Friska masuk ke sebuah kafe yang menjual beberapa aneka roti dan minuman pendamping, namun baru saja ingin mendekati sebuah meja ia melihat Keisha sedang bersama Andreas, matanya terbelalak kaget melihat pemandangan itu, Friska mengurungi niatnya untuk tidak berlama-lama disana, sebelum pergi ia sempat memotret mereka berdua.


Tadi malam Keisha menghubungi om Ray untuk menyuruh Andreas menemuinya di salah satu kafe yang tidak terlalu jauh dari kantornya.


Keisha melihat Andreas lekat-lekat lalu tersenyum lirih, sedangkan Andreas sedikit heran ada apa wanita itu ingin menemuinya setelah sekian lama tidak bertemu


"Om apa kabar?" tanya Keisha membuka obrolan


"Baik, kamu sudah terlihat dewasa sekarang ya"


Keisha tertawa "Ya berkat bantuan papa memberikan aku asupan yang bergizi"


"Kabarnya tante Vena bagaimana om?" Andreas mengalihkan pandangannya ke arah lain, melihat gelagat itu Keisha tersenyum aneh


Keisha mengenal Andreas sudah lama, bahkan ia juga mengenal siapa istri dan anak Andreas. Andreas dan Papanya berteman baik, mereka sering melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Andreas seorang ketua mafia yang di segani oleh beberapa orang pengusaha selain itu ia juga merintis sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan fashion wanita. Sudah lama sekali Keisha tidak pernah melihat Andreas mengunjungi rumahnya bahkan ketika mamanya meninggal Andreas juga tidak hadir.


"Ada apa om?" tanya Keisha melihat dia tidak menjawab pertanyaannya


"Tante vena dan Aldo kabarnya baik" ucapnya dengan wajah mulai tidak nyaman


"Oh ya om turut sedih dengan keadaan papa mu sekarang? Semoga beliau cepat sadar kembali" Keisha hanya mengangguk


"Om aku sudah menikah" ucap Keisha dan benar saja Andreas terlihat kaget mendengar itu

__ADS_1


"Dengan siapa dan kenapa tidak mengundang Om?"


"Dengan Albi Abrisam anak dari pengusaha Fadly Abrisam" lagi-lagi Andreas terlonjak kaget mendengar itu, ia mengalihkan pandangannya ke arah minuman yang ada di hadapannya, dari raut wajahnya mulai menunjukkan kemarahan dan rasa tidak nyaman. Keisha yang melihat itu kembali tersenyum curiga.


__ADS_2