ISTRI BADASKU

ISTRI BADASKU
PERLAHAN MENEMUKAN JALANNYA


__ADS_3

Friska menahan amarahnya melihat apa yang terjadi, ia langsung saja mendatangi kantor Albi untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, Ketika ia melihat Albi sedang berada di Lobby kantor Friska langsung saja mendatangi pria itu dengan raut wajah kesal bercampur marah


"Apa begini balasan kamu?" ucap Friska menatap pria itu lekat-lekat


Dania yang saat ini sedang bersama Albi juga ikut menoleh ke arah wanita itu, Albi tidak ingin mengundang perhatian dari karyawan sekitar mengajak Friska untuk ikut ke ruangannya. Dania juga ikut bersama mereka


"Kamu temui tim perencanaan soal pembahasan yang kemarin itu" suruh Albi kepada Asistennya


Albi dan Friska memasuki ruangan yang sama, Friska menatap tajam ke arah Albi. Baginya Albi benar-benar sudah keterlaluan, apa yang sedang di pikirkan oleh pria itu sampai menyuruh istrinya menemui Andreas


"Ada apa dengan mu?" tanya Albi juga ikut merasa kesal


"Kamu mau balas dendam sama aku gara-gara aku melukai perasaan istrimu dengan ucapan ku?"


"Apa maksud kamu Friska?"


"Albi aku benar-benar muak melihat semua ini, jika kamu tidak bisa melindungi aku setidaknya jangan membuat aku menderita lagi" Albi terdiam tidak mengerti dengan ucapan wanita itu


"Apa maksud kamu menyuruh istri mu menemui pria berengsek itu? Apa ini rencana kalian berdua?" ia memperlihatkan sebuah foto yang sudah di ambilnya


Albi mengambil ponsel Friska dan betapa terkejutnya Albi melihat istrinya bersama pria yang hampir membunuhnya itu, Friska menangkap dari raut wajah Albi bahwa ia juga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi


"Kenapa kamu kaget?" tanya Friska merebut ponselnya dari tangan Albi


"Haaa sepertinya kamu tidak tahu apa-apa dan ternyata ini rencana istri kamu?"


Albi mendongakkan kepalanya lalu tersenyum sumbang menatap Friska "Dimana kamu melihatnya"


"Di kafe andelia"


"Apa dia mau balas dendam kepada aku karena sudah mendekati kamu lalu ia juga mencoba menghasut pria itu untuk menyakiti aku kembali"


"Istri aku tidak seperti itu Friska mungkin dia ada alasan menemui pria itu" Friska tersenyum kecut melihat Albi membela wanita itu. Rasanya tidak adil bagi dirinya, ia menderita dan mereka berdua terlihat bahagia

__ADS_1


***


Andreas memijit pangkal hidungnya lalu kembali menatap Keisha "Pasti om sedang bertanya-tanya kenapa aku bisa menikahi orang yang hampir om bunuh?" Andreas memutar sedikit kepalanya lalu tersenyum lirih


"Apa kamu sudah tahu mantan kekasihnya mencoba marayu ku?" sekarang giliran Keisha yang terlonjak kaget


"Bukankah dia yang melindungi keluarga Albi dari ancaman om?"


Andreas tersenyum geli, membenarkan posisi duduknya lalu bibirnya berkedut beberapa kali ia menceritakan bagaimana dahulu Friska menggodanya


Tiga tahun yang lalu.


Friska terpilih menjadi bintang iklan di salah satu brand fashion ternama yang di naungi oleh Andreas dan istrinya, dan sekarang semuanya itu di ambil alih oleh istrinya.


Ketika itu mereka harus melakukan pengiklanan di luar kota, berbagai alasan istrinya tidak ikut. Hanya ada Andreas dan beberapa krunya yang ikut terlibat, sebelum itu Friska juga telah menggodanya namun Andreas tetap tidak tertarik.


Dan saat di luar kota, mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama, Friska selalu mendekati Andreas dengan berbagai cara , Andreas mulai melirik Friska yang memiliki wajah nan cantik, Andreas mulai tergoda dengan rayuan itu ia pun mulai bermain belakang, sering menghabiskan waktu bersama bahkan ketika Andreas keluar kota wanita itu selalu ikut dengannya. Setiap di tanya oleh Albi ia selalu memberikan alasan sedang menemani papanya keluar kota untuk perjalanan bisnis keluarga.


Albi mempercayai sepenuhnya alasan yang di berikan Friska, sampai ketika istri Andreas mengetahui semua kebohongan suaminya. Vena tidak melakukan apapun, tidak melabrak wanita itu bahkan menyerahkan suaminya kepada Friska karena baginya seorang penghianat tidak pantas di perjuangkan dan di pertahankan, Andreas keluar dari rumahnya dan membeli rumah baru untuk ia dan Friska tinggal. Friska menikmati setiap apapun yang di berikan oleh Andreas, ia mulai jarang menemui Albi karena alasan pekerjaan.


"Hhhmm dan kamu tahu setelah itu?"


Andreas juga berteman baik dengan Bara, saat perusahaan Bara mengalami kerugian ia mencari beberapa investor besar namun selalu mendapatkan penolakan karena untung yang mereka dapat tidak sebanding dari perusahaan Bara. Ketika Bara sedang kesusahan Andreas datang membantu temannya. Bukan berupa uang melainkan Andreas mengenalkan Bara kepada perusahaan JSM Grup.


"Tunggu, bukankah itu perusahaan Papa?" tanya Keisha terlonjak kaget, Andreas mengangguk


"Papa kamu investor terbesar di perusahaan itu sampai sekarang"


"Lalu?" tanya Keisha kembali


JSM Grup menerima tawaran itu dan membantu perusahaan Bara, hingga ia bangkit kembali dari keterpurukan. Di saat Bara merayakan keberhasilannya ia mengundang semua orang yang membantunya. Andreas membawa Friska ke acara itu dan betapa terkejutnya dia ketika mereka saling bertemu.


Bara yang tidak suka basa basi langsungĀ  saja "Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Bara kepada calon adik iparnya

__ADS_1


Andreas mengangkat kedua alisnya, menatap heran kenapa mereka saling mengenal "Apa kalian saling mengenal?"


"Tentu" ucap Bara tersenyum licik


"Ya tentu saja karena kekasihku ini seorang model terkenal" ucapnya menyombongkan diri, mendengar itu Bara mendongak kesal menatap Friska yang sudah mempermainkan adiknya bahkan juga keluarganya karena hitungan bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan


"Tidak, dia ini kekasih adikku dan sebentar lagi mereka akan menikah" senyuman Andreas langsung menghilang mendengar itu, wanita itu sudah menipunya. Friska hanya terdiam tidak tahu apa yang telah di lihatnya dan bagaimana ia harus menyikapinya


Setelah kejadian itu, Friska tidak pernah sekali pun menemui Andreas lagi, ia menghilang tanpa kabar dan bersembunyi dengan sangat pandai. Bara yang tidak menyukai adiknya hanya diam membiarkan semua itu terjadi, karena ia memiliki cara untuk menghancurkan Albi setelah pernikahan selesai. Namun, Andreas menemui Bara ia melampiaskan kekesalannya kepada pria itu. Bara di hajar habis-habisan dan menuduh pria itu juga ikut menyembunyikan Friska. Andreas juga mengancam akan membujuk Pak Rudi untuk membatalkan kerja sama mereka jika Bara tidak memberikan Friska kepadanya dalam waktu dekat.


Bara yang saat itu ketakutan dan tidak bisa melawan, menyetujui permintaan Andreas dan akan mencari cara untuk membatalkan pernikahan Albi dan Friska.


"Jadi?" ucap Keisha yang tidak bisa berkata-kata apa lagi


"Wanita itu berbohong untuk mendapatkan semua keinginannya"


"Lalu kenapa om menyiksanya"


Andreas tertawa lepas "Setelah mendapatkan semuanya,menghancurkan keluarga ku lalu ia ingin kembali kepada kekasihnya, aku juga punya batas kesabaran Keisha dan tidak semuanya harus om beritahu kepada kamu karena ini masalah om dengan dia" ucapnya lalu bangkit dari duduk


"Om permisi dulu" sambung Andreas,


"Tunggu" Panggil Keisha, Andreas menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Keisha


"Jangan pernah ganggu suamiku lagi, Albi tidak ada urusan dengan wanita itu jika om menyentuh Albi sedikit saja aku sendiri yang akan membuat perhitungan dengan om"


"Keisha apa kamu menyombongkan kekayaan Papa kamu?" tanya Andreas merasa di ancam oleh gadis kemarin sore


"Ya tentu saja,karena untuk menyingkirkan para pecundang butuh kekayaan, bukankah begitu?"


Andreas hanya tertawa kecil lalu pergi begitu saja, kini tinggal Keisha seorang diri. Ia duduk sambil melamun, bingung? Apa ia harus mengatakan kepada Albi atau memilih menutupinya. Keisha menghela nafas, pandangannya tertunduk ke bawah.


Tiba-tiba saja seseorang menarik kursi kemudian duduk di hadapan Keisha, lelaki itu melipat kedua tangannya di depan dada ia menatap Keisha yang sama sekali tidak menoleh ke arahnya

__ADS_1


"Ada apa lagi om?" tanya Keisha lalu mengangkat kepalanya dan terlonjak kaget melihat pria di depannya itu


"Sedang apa kamu disini?" tanyanya


__ADS_2